Perbedaan Laser Q-Switched Nd:YAG High Fluence dan Low Fluence untuk Lesi Pigmentasi
Laser Q-switched Nd:YAG high fluence (2-10 J/cm²) digunakan untuk lesi pigmen epidermal dan dermal yang dalam seperti nevus Ota dan tato, sementara low fluence (1.5-2.0 J/cm² untuk 1064nm; 0.5-1.5 J/cm² untuk 532nm) dengan teknik multi-pass digunakan untuk melasma dan hiperpigmentasi epidermal superfisial untuk meminimalkan risiko hipopigmentasi dan hiperpigmentasi pasca-inflamasi. 1, 2
Karakteristik High Fluence Q-Switched Nd:YAG
Parameter Teknis
- Fluence untuk lesi dermal: 8-10 J/cm² pada 1064nm 3
- Fluence untuk lesi epidermal: 2.5-5 J/cm² pada 532nm 3
- Fluence range yang dilaporkan: 2-5 J/cm² dengan spot size 2.0mm untuk lesi epidermal 4
Indikasi Spesifik
- Lesi pigmen dermal dalam: Nevus Ota, Hori's nevus, dan tato memerlukan high fluence karena pigmen terletak di dermis 1
- Lentigo: Fluence 4-5 J/cm² mencapai >75% pengurangan pigmen pada 60% kasus dengan satu sesi treatment 4
- Cafe au lait macules: Respons bervariasi dengan high fluence, menunjukkan perbaikan fair-to-good pada sebagian besar kasus 4
Mekanisme Kerja
- High fluence menghasilkan pemanasan cepat yang memfragmentasi partikel pigmen melalui prinsip selective photothermolysis tanpa merusak jaringan sekitar 5
- Interval treatment minimal 4 minggu diperlukan untuk fagositosis dan klirens partikel pigmen yang terfragmentasi 5
Karakteristik Low Fluence Q-Switched Nd:YAG
Parameter Teknis
- Fluence 1064nm: 1.5-2.0 J/cm² dengan spot size 5-7mm 2
- Fluence 532nm: 0.5-1.5 J/cm² dengan spot size 2-3mm 2
- Teknik multi-pass: Menggunakan spot size besar (8-10mm) dengan interval 2 minggu antar sesi 1
Indikasi Spesifik
- Melasma: Low fluence 1064nm dengan teknik multi-pass adalah modalitas pilihan, meskipun rekurensi sering terjadi setelah terapi dihentikan 1
- Lichen planus pigmentosus: Memerlukan multiple sessions untuk hasil yang sukses 1
- Acquired dermal melanoses: Kondisi dengan pigmen inkontinensia dan melanofag dermal yang menghasilkan hiperpigmentasi makular keabu-abuan 1
- Depigmentasi wajah umum: Pada pasien Asia dengan kulit Fitzpatrick tipe IV 2
Hasil Klinis
- Studi pada 41 pasien Asia menunjukkan perbaikan 76-90% setelah 5 sesi konsekutif dengan interval 1 bulan 2
- Tidak ada perbedaan signifikan dalam hasil antara terapi tunggal 1064nm versus kombinasi 532/1064nm 2
Profil Komplikasi dan Manajemen
High Fluence
- Eritema ringan dan transien: Resolusi spontan dalam 3 bulan 4
- Hipopigmentasi dan hiperpigmentasi transien: Terjadi pada beberapa pasien tetapi resolusi spontan 4
- Post-inflammatory hyperpigmentation (PIH): Terjadi pada 8.33% pasien, lebih sering pada tipe kulit V-VI 3
- Tidak ada perubahan tekstur atau jaringan parut yang dilaporkan 4
Low Fluence
- PIH: Insidensi 33-35% tetapi biasanya transien; PIH berat atau ekstrem jarang (12% dari kasus PIH) 2
- Hipopigmentasi mottled: Dapat diminimalkan dengan menggunakan spot size lebih besar (8-10mm) dan interval lebih panjang (2 minggu) antar sesi 1
- Efek samping minor transien: Eritema (22%), pruritus (17%), kekeringan (15%), scaling (15%) 2
Algoritma Pemilihan Berdasarkan Jenis Lesi
Untuk Lesi Epidermal Superfisial
- Lentigo dan lesi epidermal benign: Gunakan high fluence 532nm (3-5 J/cm²) dengan spot size 2mm 4
- Jumlah sesi: 1-6 sesi tergantung respons 3
Untuk Lesi Dermal atau Mixed
Untuk Melasma dan Hiperpigmentasi Difus
- Pilihan utama: Low fluence 1064nm (1.5-2.0 J/cm²) dengan teknik multi-pass dan spot size besar 1, 2
- Dapat dikombinasi dengan 532nm low fluence untuk komponen epidermal 2
- Jumlah sesi: Multiple sessions dengan interval 2-4 minggu 1, 2
Pertimbangan Penting untuk Kulit Gelap
- Kulit Fitzpatrick tipe IV-VI: Risiko PIH lebih tinggi dengan high fluence 3
- Strategi mitigasi: Gunakan low fluence dengan spot size lebih besar dan interval lebih panjang untuk meminimalkan risiko hipopigmentasi mottled 1
- Long-pulse lasers dan intense pulsed light: Dapat efektif untuk lentigo dengan risiko PIH rendah pada kulit gelap, tetapi Q-switched lasers lebih aman untuk pigmentasi dermal 6
Peringatan Klinis
- Melasma: Rekurensi sangat umum setelah penghentian terapi laser, sehingga pasien harus diedukasi tentang perlunya maintenance treatment 1
- Nevus melanositik: Pendekatan kombinasi long-pulse pigmented laser dengan Q-switched laser sangat aplikabel untuk removal 6
- Training yang tepat: Esensial untuk mencegah luka bakar signifikan, jaringan parut, dan hasil yang buruk 5