Perbedaan CTM, Cetirizine, Loratadine, dan Levocetirizine
Loratadine adalah pilihan lini pertama untuk sebagian besar pasien karena tidak menyebabkan sedasi pada dosis yang direkomendasikan, sementara cetirizine lebih efektif untuk kontrol gejala cepat namun menyebabkan kantuk pada 13,7% pasien, dan levocetirizine memiliki profil sedasi serupa dengan cetirizine meskipun merupakan enantiomer aktifnya. 1
Perbedaan Utama Antar Obat
CTM (Chlorpheniramine/Klorfeniramin)
- CTM adalah antihistamin generasi pertama yang menyebabkan sedasi signifikan dan gangguan performa, sehingga harus dihindari untuk penggunaan siang hari 2
- Harus dihindari pada penyakit hati berat 2
Loratadine
- Tidak menyebabkan sedasi pada dosis yang direkomendasikan (10 mg sekali sehari), menjadikannya pilihan terbaik untuk anak sekolah, pekerja, dan pengemudi 1
- Hanya menyebabkan sedasi jika diberikan pada dosis lebih tinggi dari yang direkomendasikan 1
- American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology merekomendasikan loratadine sebagai pilihan lini pertama untuk sebagian besar pasien, terutama yang perlu mengemudi atau mengoperasikan mesin 1
- Lebih disukai untuk pasien lansia karena potensi sedasi lebih rendah dan risiko jatuh yang lebih kecil 1
Cetirizine
- Menyebabkan kantuk ringan pada sekitar 13,7% pasien dibandingkan 6,3% dengan plasebo 1, 3
- Memiliki onset aksi paling cepat di antara antihistamin generasi kedua, mencapai konsentrasi puncak dalam 1 jam, sehingga menguntungkan ketika diperlukan peredaan gejala cepat 3
- Lebih efektif daripada loratadine dalam menghambat respons wheal terhadap histamin dan memberikan pengurangan lebih besar pada gejala individual seperti rhinorrhea, bersin, obstruksi nasal, dan pruritus nasal 4, 5
- Dosis harus dikurangi setengah pada gangguan ginjal sedang (klirens kreatinin 10-20 mL/menit) dan harus dihindari pada gangguan ginjal berat 1, 2
Levocetirizine
- Levocetirizine adalah enantiomer aktif dari cetirizine 6
- Studi terkontrol menunjukkan bahwa pasien dengan riwayat sedasi ringan hingga sedang dengan cetirizine tidak mengalami profil sedasi yang berbeda dengan levocetirizine 7
- Studi pada anak-anak menunjukkan cetirizine lebih efektif daripada levocetirizine pada minggu ke-8 dan ke-12 untuk rinitis alergi perennial 6
Algoritma Pemilihan Klinis
Pilih Loratadine jika:
- Pasien perlu tetap waspada (mengemudi, mengoperasikan mesin, bekerja) 1, 2
- Pasien adalah anak sekolah atau dewasa yang bekerja 1
- Pasien lansia (risiko jatuh lebih rendah) 1
- Pasien memiliki riwayat sedasi dengan antihistamin 1
Pilih Cetirizine jika:
- Onset aksi cepat sangat penting secara klinis 1
- Pasien gagal mencapai kontrol gejala yang adekuat dengan loratadine setelah uji coba yang sesuai 1
- Efek antihistamin yang lebih kuat diperlukan dan sedasi ringan dapat diterima 2
- Sedasi diinginkan atau dapat diterima - pertimbangkan dosis sebelum tidur 3
Pilih Levocetirizine jika:
- Pasien memerlukan alternatif dari antihistamin lain, meskipun tidak ada keunggulan sedasi yang terbukti dibandingkan cetirizine 7
Pertimbangan Khusus
Gangguan Ginjal
- Cetirizine: dosis dikurangi setengah pada gangguan ginjal sedang, hindari pada gangguan berat 1, 2
- Loratadine: gunakan dengan hati-hati pada gangguan ginjal berat 1, 2
Kehamilan
- Loratadine dan cetirizine adalah obat FDA Kategori B tanpa bukti bahaya pada janin 1, 2
- Semua antihistamin idealnya dihindari pada kehamilan, terutama trimester pertama 2
Peringatan Penting
- Jangan berasumsi "non-sedating" berarti tidak ada risiko sedasi - cetirizine memiliki risiko sedasi yang bermakna bahkan pada dosis standar 1
- Pasien dengan massa tubuh rendah dapat mencapai level dosis tinggi (basis mg/kg) dengan dosis standar berdasarkan usia, berpotensi mengembangkan kantuk 1
- Tidak ada antihistamin generasi kedua yang terbukti secara konklusif memiliki efikasi keseluruhan yang superior 1
- Respons individual terhadap antihistamin bervariasi - pasien harus ditawarkan setidaknya dua pilihan berbeda jika yang pertama tidak efektif 2