What is the difference between cetirizine, loratadine, and levocetirizine?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 21, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Perbedaan CTM, Cetirizine, Loratadine, dan Levocetirizine

Loratadine adalah pilihan lini pertama untuk sebagian besar pasien karena tidak menyebabkan sedasi pada dosis yang direkomendasikan, sementara cetirizine lebih efektif untuk kontrol gejala cepat namun menyebabkan kantuk pada 13,7% pasien, dan levocetirizine memiliki profil sedasi serupa dengan cetirizine meskipun merupakan enantiomer aktifnya. 1

Perbedaan Utama Antar Obat

CTM (Chlorpheniramine/Klorfeniramin)

  • CTM adalah antihistamin generasi pertama yang menyebabkan sedasi signifikan dan gangguan performa, sehingga harus dihindari untuk penggunaan siang hari 2
  • Harus dihindari pada penyakit hati berat 2

Loratadine

  • Tidak menyebabkan sedasi pada dosis yang direkomendasikan (10 mg sekali sehari), menjadikannya pilihan terbaik untuk anak sekolah, pekerja, dan pengemudi 1
  • Hanya menyebabkan sedasi jika diberikan pada dosis lebih tinggi dari yang direkomendasikan 1
  • American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology merekomendasikan loratadine sebagai pilihan lini pertama untuk sebagian besar pasien, terutama yang perlu mengemudi atau mengoperasikan mesin 1
  • Lebih disukai untuk pasien lansia karena potensi sedasi lebih rendah dan risiko jatuh yang lebih kecil 1

Cetirizine

  • Menyebabkan kantuk ringan pada sekitar 13,7% pasien dibandingkan 6,3% dengan plasebo 1, 3
  • Memiliki onset aksi paling cepat di antara antihistamin generasi kedua, mencapai konsentrasi puncak dalam 1 jam, sehingga menguntungkan ketika diperlukan peredaan gejala cepat 3
  • Lebih efektif daripada loratadine dalam menghambat respons wheal terhadap histamin dan memberikan pengurangan lebih besar pada gejala individual seperti rhinorrhea, bersin, obstruksi nasal, dan pruritus nasal 4, 5
  • Dosis harus dikurangi setengah pada gangguan ginjal sedang (klirens kreatinin 10-20 mL/menit) dan harus dihindari pada gangguan ginjal berat 1, 2

Levocetirizine

  • Levocetirizine adalah enantiomer aktif dari cetirizine 6
  • Studi terkontrol menunjukkan bahwa pasien dengan riwayat sedasi ringan hingga sedang dengan cetirizine tidak mengalami profil sedasi yang berbeda dengan levocetirizine 7
  • Studi pada anak-anak menunjukkan cetirizine lebih efektif daripada levocetirizine pada minggu ke-8 dan ke-12 untuk rinitis alergi perennial 6

Algoritma Pemilihan Klinis

Pilih Loratadine jika:

  • Pasien perlu tetap waspada (mengemudi, mengoperasikan mesin, bekerja) 1, 2
  • Pasien adalah anak sekolah atau dewasa yang bekerja 1
  • Pasien lansia (risiko jatuh lebih rendah) 1
  • Pasien memiliki riwayat sedasi dengan antihistamin 1

Pilih Cetirizine jika:

  • Onset aksi cepat sangat penting secara klinis 1
  • Pasien gagal mencapai kontrol gejala yang adekuat dengan loratadine setelah uji coba yang sesuai 1
  • Efek antihistamin yang lebih kuat diperlukan dan sedasi ringan dapat diterima 2
  • Sedasi diinginkan atau dapat diterima - pertimbangkan dosis sebelum tidur 3

Pilih Levocetirizine jika:

  • Pasien memerlukan alternatif dari antihistamin lain, meskipun tidak ada keunggulan sedasi yang terbukti dibandingkan cetirizine 7

Pertimbangan Khusus

Gangguan Ginjal

  • Cetirizine: dosis dikurangi setengah pada gangguan ginjal sedang, hindari pada gangguan berat 1, 2
  • Loratadine: gunakan dengan hati-hati pada gangguan ginjal berat 1, 2

Kehamilan

  • Loratadine dan cetirizine adalah obat FDA Kategori B tanpa bukti bahaya pada janin 1, 2
  • Semua antihistamin idealnya dihindari pada kehamilan, terutama trimester pertama 2

Peringatan Penting

  • Jangan berasumsi "non-sedating" berarti tidak ada risiko sedasi - cetirizine memiliki risiko sedasi yang bermakna bahkan pada dosis standar 1
  • Pasien dengan massa tubuh rendah dapat mencapai level dosis tinggi (basis mg/kg) dengan dosis standar berdasarkan usia, berpotensi mengembangkan kantuk 1
  • Tidak ada antihistamin generasi kedua yang terbukti secara konklusif memiliki efikasi keseluruhan yang superior 1
  • Respons individual terhadap antihistamin bervariasi - pasien harus ditawarkan setidaknya dua pilihan berbeda jika yang pertama tidak efektif 2

References

Guideline

Cetirizine and Loratadine Comparison

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Alternative Prescription Allergy Medicines to Levocetirizine

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Cetirizine Administration Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

The comparison of cetirizine, levocetirizine and placebo for the treatment of childhood perennial allergic rhinitis.

Pediatric allergy and immunology : official publication of the European Society of Pediatric Allergy and Immunology, 2009

Research

Comparison of the sedating effects of levocetirizine and cetirizine: a randomized, double-blind, placebo-controlled trial.

Annals of allergy, asthma & immunology : official publication of the American College of Allergy, Asthma, & Immunology, 2011

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.