What Proton Pump Inhibitor (PPI) was used in the study and had the most significant effect on withdrawal dyspepsia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 21, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

PPI yang Digunakan dalam Studi dan Efek pada Withdrawal Dispepsia

Omeprazole adalah PPI yang paling banyak dipelajari dalam konteks withdrawal dispepsia, dengan dosis 20 mg dua kali sehari menunjukkan efek rebound acid hypersecretion (RAHS) yang signifikan setelah penghentian. 1, 2

PPI Spesifik yang Terkait dengan Withdrawal Dispepsia

Omeprazole sebagai Agen Utama

  • Omeprazole adalah satu-satunya PPI yang telah dievaluasi secara sistematis untuk withdrawal dyspepsia dalam studi klinis yang meneliti rebound acid hypersecretion 1
  • Studi oleh Reimer et al. menunjukkan bahwa setelah 8 minggu terapi omeprazole, penghentian PPI menyebabkan insidensi gejala gastrointestinal atas yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang melanjutkan PPI 1
  • Dosis yang digunakan dalam studi adalah omeprazole 20 mg dua kali sehari, yang menghasilkan tingkat respons 50.8% tetapi juga risiko withdrawal symptoms yang signifikan 1

Esomeprazole dalam Konteks Withdrawal

  • Esomeprazole (S-isomer dari omeprazole) juga dikaitkan dengan withdrawal symptoms, meskipun data spesifik lebih terbatas 3
  • Dalam studi chronic cough, high-dose esomeprazole tidak menunjukkan manfaat dan guideline merekomendasikan untuk tidak menggunakannya pada pasien dengan workup negatif untuk acid reflux 1
  • Esomeprazole digunakan sebagai terapi maintenance pada anak-anak dengan dosis 1 mg/kg/hari (maksimum 40 mg/hari) setelah respons awal terhadap omeprazole 1

Mekanisme Withdrawal Dispepsia

Rebound Acid Hypersecretion (RAHS)

  • RAHS terjadi karena hiperplasia kompensasi sel parietal dan sel enterochromaffin-like yang berkembang selama terapi PPI kronis 1, 2
  • Hipergastrinemia yang diinduksi PPI mempromosikan proliferasi sel parietal, meningkatkan kapasitas lambung untuk memproduksi asam 1
  • Setelah PPI dihentikan, potensi produksi asam dari massa sel parietal yang meningkat dilepaskan, menyebabkan penurunan pH lambung yang mendalam 1

Timeline Regresi

  • Sel enterochromaffin-like dan massa sel parietal masih dapat hadir 8 minggu setelah penghentian PPI 1
  • Regresi lengkap biasanya terjadi dalam 6 bulan setelah penghentian 1, 2
  • Gejala transien dari RAHS biasanya terjadi dalam beberapa hari pertama dan dapat bertahan 3-7 hari, dengan resolusi lengkap memerlukan 2-6 bulan 2, 4

Perbandingan Antar PPI

Variasi Farmakokinetik

  • Meskipun parameter farmakokinetik kunci (waktu untuk konsentrasi plasma maksimum dan waktu paruh eliminasi) tidak berbeda signifikan antar PPI, perbedaan dalam metabolisme hepatik dapat menghasilkan variabilitas inter-pasien 5
  • Polimorfisme genetik CYP2C19 secara substansial meningkatkan kadar plasma omeprazole, lansoprazole, dan pantoprazole, tetapi tidak rabeprazole 5

Efektivitas Klinis

  • Dalam studi dyspepsia fungsional, PPI lebih efektif daripada plasebo (RR 0.88,95% CI 0.82-0.94; NNTB 11) 6
  • PPI mungkin sedikit lebih efektif daripada prokinetik (RR 0.89,95% CI 0.81-0.99; NNTB 16) 6
  • Tidak ada perbedaan signifikan antara PPI dan H2RA dalam mengatasi gejala dispepsia keseluruhan 6

Manajemen Withdrawal Symptoms

Strategi Penghentian

  • Baik tapering bertahap maupun penghentian mendadak adalah strategi yang dapat diterima, karena uji klinis menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam tingkat keberhasilan (31% vs 22% pada 6 bulan) 2
  • Satu studi membandingkan penghentian mendadak versus taper 3 minggu (harian → setiap hari lain selama 3 minggu → berhenti) dan tidak menemukan perbedaan signifikan 2

Terapi Alternatif untuk Gejala Breakthrough

  • Pasien harus menggunakan H2-receptor antagonist on-demand dan/atau antasida over-the-counter untuk kontrol gejala setelah penghentian PPI 1, 2, 4
  • H2RA seperti famotidine adalah alternatif yang disukai karena memberikan supresi asam tanpa secara signifikan mempengaruhi beban bakteri H. pylori 4
  • PPI on-demand (mengambil PPI hanya ketika gejala terjadi) memberikan kontrol gejala yang efektif dan merupakan strategi de-prescribing parsial 1, 2

Peringatan Penting

Kapan TIDAK Menghentikan PPI

  • Jangan hentikan PPI pada pasien dengan indikasi definitif: Barrett's esophagus, esofagitis erosif berat, atau pasien berisiko tinggi yang memerlukan gastroproteksi 2, 7, 4
  • Pasien berisiko tinggi termasuk: usia >60-65 tahun, riwayat perdarahan GI atas, penggunaan antikoagulan bersamaan, multiple antitrombotics, atau kortikosteroid 7
  • Pasien dengan hypersecretory states seperti Zollinger-Ellison syndrome tidak boleh di-deprescribe 4

Evaluasi Gejala Persisten

  • Gejala persisten berat yang berlangsung lebih dari 2 bulan setelah penghentian menunjukkan indikasi berkelanjutan untuk terapi PPI atau penyebab non-acid-mediated yang memerlukan evaluasi lebih lanjut 1, 2, 4
  • Pasien harus diberitahu bahwa mengalami gejala GI atas setelah menghentikan PPI tidak berarti mereka harus segera kembali ke terapi PPI kontinyu—gejala ini sering mewakili RAHS sementara daripada kekambuhan penyakit 2

Kesimpulan Praktis

Omeprazole 20 mg dua kali sehari adalah PPI yang paling banyak dipelajari dan paling terkait dengan withdrawal dispepsia melalui mekanisme RAHS 1. Manajemen optimal memerlukan konseling pasien tentang gejala transien yang diharapkan dan penggunaan H2RA atau antasida on-demand daripada segera melanjutkan terapi PPI kontinyu 1, 2, 4.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Managing PPI Discontinuation to Avoid Rebound Acid Hypersecretion

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Alternatives to PPIs During 2-Week Washout for Breath Urea Test

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Proton pump inhibitors for functional dyspepsia.

The Cochrane database of systematic reviews, 2017

Guideline

Management of Patients on Long-Term PPI and SAID Therapy

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Related Questions

Is a proton pump inhibitor (PPI) useful in treating irritable bowel syndrome (IBS) with acid reflux or dyspepsia symptoms?
What is the best treatment for gastritis?
What is the best treatment approach for a 75-year-old male with acid reflux and migraines, and a history of cholangiocarcinoma and kidney cancer?
What's the next step in managing morning bitterness in a patient already on proton pump inhibitor (PPI) therapy, who has also been prescribed B complex and betadine (povidone-iodine) gargle?
What is a true statement regarding the safety and administration of Proton Pump Inhibitors (PPIs)?
What are the indications for a Transjugular Intrahepatic Portosystemic Shunt (TIPPS) procedure in patients with advanced liver disease, specifically those with cirrhosis and complications such as refractory ascites or recurrent variceal bleeding?
What interventions and treatments are needed for an elderly male patient with obesity, hypertension, hyperhidrosis (excessive sweating) with minimal exertions, sleep disturbances (sleeping only 3-4 hours a night), controlled hypothyroidism on levothyroxine (T4), asthma, heart disease, and uncontrolled blood pressure despite recent increase in losartan (angiotensin II receptor antagonist) from 50mg to 100mg?
Is it safe for a patient with a history of gastric sleeve surgery to take Bentyl (dicyclomine) for stomach cramps?
Is it contraindicated or are there any pharmacological interactions with taking over-the-counter (OTC) analgesics, such as acetaminophen (paracetamol) or ibuprofen, after receiving a vaccine with only a localized reaction at the injection site?
What are the precautions for using metoclopramide (Reglan) in patients at risk for QT interval prolongation, particularly those with a history of cardiac disease?
What is the diagnostic approach for a patient suspected of having Systemic Lupus Erythematosus (SLE), considering their age, sex, ethnicity, and past medical history?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.