Cara Menghentikan PPI (Proton Pump Inhibitor)
Untuk pasien berusia >60 tahun dengan riwayat GERD atau penyakit ulkus peptikum, PPI dapat dihentikan baik dengan tapering dosis maupun penghentian mendadak, namun pasien harus diperingatkan tentang kemungkinan gejala rebound dan harus dinilai terlebih dahulu untuk risiko perdarahan saluran cerna atas sebelum menghentikan terapi. 1
Langkah Penilaian Sebelum Menghentikan PPI
1. Evaluasi Indikasi Berkelanjutan
- Tinjau apakah masih ada indikasi yang jelas untuk penggunaan PPI jangka panjang 1
- Dokumentasikan indikasi awal dan apakah kondisi tersebut masih memerlukan terapi 1
2. Identifikasi Kontraindikasi untuk Penghentian PPI
Jangan hentikan PPI pada pasien dengan:
- Barrett's esophagus 1
- Esofagitis eosinofilik 1
- Riwayat esofagitis erosif berat (Los Angeles grade B atau lebih tinggi) 1
- Riwayat ulkus esofagus atau striktur peptik 1
- Idiopathic pulmonary fibrosis 1
3. Penilaian Risiko Perdarahan Saluran Cerna Atas
Pasien berisiko tinggi yang TIDAK boleh dihentikan PPI-nya meliputi: 1
- Riwayat perdarahan saluran cerna atas
- Penggunaan multiple antitrombotik (antikoagulan + antiplatelet)
- Penggunaan aspirin atau NSAID dengan faktor risiko tambahan:
- Usia >60 tahun
- Komorbiditas medis berat
- Penggunaan kortikosteroid oral
- Penggunaan antitrombotik bersamaan
Metode Penghentian PPI
Pilihan 1: Tapering Dosis
- Untuk pasien yang menggunakan PPI dua kali sehari, turunkan menjadi sekali sehari 1
- Setelah stabil dengan dosis sekali sehari, dapat dilanjutkan dengan penghentian total 1
- Tidak ada bukti kuat bahwa tapering lebih superior dibanding penghentian mendadak 1
Pilihan 2: Penghentian Mendadak
- Dapat dipertimbangkan sebagai alternatif yang setara dengan tapering 1
- Lebih praktis dan tidak memperpanjang durasi proses penghentian 1
Edukasi Pasien tentang Rebound Acid Hypersecretion (RAHS)
Peringatan penting untuk pasien: 1
- Gejala saluran cerna atas sementara (heartburn, regurgitasi) dapat muncul setelah penghentian PPI
- Ini adalah fenomena fisiologis akibat rebound acid hypersecretion 1
- Gejala biasanya bersifat transien dan akan membaik dengan sendirinya 2
- Pasien harus diberitahu bahwa gejala ini BUKAN berarti penyakit dasarnya kambuh 2
Pertimbangan Khusus untuk Pasien >60 Tahun
Risiko yang Perlu Diperhatikan:
- Usia >60 tahun sendiri merupakan faktor risiko untuk perdarahan saluran cerna atas jika menggunakan NSAID atau aspirin 1
- Jika pasien menggunakan aspirin atau NSAID, PPI sebaiknya TIDAK dihentikan 1
- Pertimbangkan endoskopi untuk menyingkirkan keganasan jika ada respons suboptimal terhadap terapi atau kekambuhan gejala dini 3
Monitoring Setelah Penghentian
Follow-up yang Diperlukan:
- Pantau kekambuhan gejala dalam minggu-minggu pertama 4
- Jika gejala kambuh dan mengganggu kualitas hidup, PPI dapat dimulai kembali dengan dosis efektif terendah 1, 5
- Untuk pasien dengan GERD non-erosif, terapi "on-demand" (hanya saat gejala muncul) dapat dipertimbangkan 1, 5
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan menghentikan PPI hanya karena kekhawatiran tentang efek samping jangka panjang tanpa mempertimbangkan indikasi yang jelas 1
- Jangan mengabaikan penggunaan aspirin atau NSAID over-the-counter yang mungkin "tersembunyi" 1
- Jangan salah menginterpretasikan gejala RAHS sebagai kekambuhan penyakit yang memerlukan terapi PPI jangka panjang 2
- Jangan menghentikan PPI pada pasien dengan esofagitis erosif yang terdokumentasi tanpa konfirmasi penyembuhan 1
Algoritma Keputusan
- Tinjau indikasi → Jika tidak ada indikasi jelas, lanjutkan ke langkah 2
- Periksa kontraindikasi absolut (Barrett's, esofagitis erosif berat, dll.) → Jika ada, JANGAN hentikan
- Nilai risiko perdarahan GI → Jika risiko tinggi, JANGAN hentikan
- Edukasi pasien tentang RAHS → Jelaskan gejala sementara yang mungkin terjadi
- Pilih metode penghentian → Tapering ATAU penghentian mendadak (keduanya setara)
- Monitor dan follow-up → Evaluasi kekambuhan gejala dan kualitas hidup