Penyebab ISK Berulang pada Anak dengan E. coli dan Morganella morganii yang Tidak Responsif terhadap Antibiotik Oral
Anak usia 6 tahun dengan ISK berulang yang disebabkan E. coli dan Morganella morganii yang tidak responsif terhadap terapi antibiotik oral definitif kemungkinan besar mengalami kelainan anatomi saluran kemih yang mendasari (seperti refluks vesikoureter atau obstruksi), resistensi antibiotik terhadap M. morganii (yang memiliki resistensi tinggi terhadap amoksisilin-klavulanat dan sefalosporin generasi pertama), atau imunodefisiensi primer yang perlu dievaluasi.
Evaluasi Kelainan Anatomi yang Mendasari
Lakukan ultrasonografi ginjal dan kandung kemih (RBUS) segera untuk mendeteksi hidronefrosis, jaringan parut ginjal, atau kelainan struktural lainnya yang dapat menyebabkan ISK berulang 1, 2.
Pertimbangkan voiding cystourethrography (VCUG) karena ini adalah ISK berulang (episode kedua atau lebih), terutama jika RBUS menunjukkan kelainan atau jika demam persisten >48 jam dengan terapi yang sesuai 1, 2.
Refluks vesikoureter (VUR) grade tinggi (III-IV) sangat terkait dengan ISK berulang dan pembentukan jaringan parut ginjal, dengan risiko meningkat hingga 18% setelah ISK kedua 1, 2.
Masalah Resistensi Antibiotik Spesifik untuk Morganella morganii
M. morganii memiliki pola resistensi yang sangat berbeda dari E. coli, dengan resistensi universal terhadap sefalosporin generasi pertama dan resistensi tinggi (>90%) terhadap amoksisilin-klavulanat 3, 4.
Antibiotik yang paling efektif untuk M. morganii adalah:
Terapi yang tidak sesuai adalah faktor risiko independen untuk mortalitas pada bakteremia M. morganii (odds ratio 4,8), dengan tingkat mortalitas keseluruhan 38,3% jika tidak diobati dengan tepat 3.
Jika anak telah menerima amoksisilin-klavulanat atau sefalosporin oral generasi pertama/kedua, ini menjelaskan kegagalan terapi karena M. morganii secara intrinsik resisten terhadap agen-agen ini 5, 3, 4.
Algoritma Manajemen untuk Kasus Ini
Langkah 1: Konfirmasi Diagnosis dan Sensitivitas
- Dapatkan kultur urin baru melalui kateterisasi (bukan kantong pengumpul) sebelum memulai antibiotik baru untuk mengkonfirmasi organisme dan pola sensitivitas terkini 2.
- Pastikan kultur menunjukkan ≥50.000 CFU/mL dari uropatogen tunggal dengan piuria 2.
Langkah 2: Terapi Antibiotik yang Disesuaikan
Untuk infeksi M. morganii yang dikonfirmasi, gunakan:
Hindari:
Langkah 3: Evaluasi Imunodefisiensi
Pertimbangkan imunodefisiensi primer pada anak dengan ISK berulang yang tidak responsif, terutama dengan organisme atipikal seperti M. morganii 6, 7.
Indikasi untuk evaluasi imunologi:
Pemeriksaan laboratorium dasar:
Langkah 4: Evaluasi Disfungsi Kandung Kemih dan Usus
Tanyakan tentang konstipasi dan pola berkemih, karena disfungsi kandung kemih dan usus (BBD) adalah faktor risiko utama untuk ISK berulang yang dapat diatasi tanpa pencitraan atau antibiotik 2.
Jika konstipasi hadir, obati secara agresif dengan disimpaksi diikuti dengan regimen pemeliharaan usus 2.
Pertimbangan Khusus untuk Anak Usia 6 Tahun
Pada usia 6 tahun, prevalensi VUR lebih rendah dibandingkan bayi, tetapi ISK berulang masih memerlukan evaluasi pencitraan 1.
Durasi terapi untuk ISK demam harus 7-14 hari (10 hari paling umum), dengan kursus <7 hari terbukti inferior 2.
Profilaksis antibiotik jangka panjang TIDAK direkomendasikan secara rutin setelah ISK pertama, tetapi dapat dipertimbangkan pada anak dengan VUR grade tinggi atau ISK berulang yang terdokumentasi dengan baik 1, 2.
Perangkap Umum yang Harus Dihindari
Jangan menggunakan amoksisilin-klavulanat atau sefalosporin oral untuk M. morganii karena resistensi intrinsik yang tinggi 5, 3, 4.
Jangan menunda pencitraan pada ISK berulang, karena kelainan anatomi yang tidak terdeteksi dapat menyebabkan jaringan parut ginjal permanen (terjadi pada ~15% anak setelah ISK pertama) 2, 8.
Jangan mengabaikan kemungkinan imunodefisiensi pada anak dengan infeksi berulang yang tidak responsif terhadap terapi yang sesuai 6, 7.
Jangan gagal mendapatkan kultur urin sebelum memulai antibiotik baru, karena ini adalah satu-satunya kesempatan untuk diagnosis definitif dan panduan terapi 2.
Kapan Merujuk
Rujuk ke nefrologi/urologi pediatrik untuk:
Rujuk ke imunologi pediatrik untuk: