What are the classifications of analgesics?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 22, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Klasifikasi Analgetik

Analgetik diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama berdasarkan mekanisme kerja dan potensi: (1) analgetik non-opioid, (2) opioid lemah, dan (3) opioid kuat, yang diorganisir dalam tangga analgetik WHO tiga tingkat sesuai intensitas nyeri. 1

1. Analgetik Non-Opioid (WHO Level 1)

Digunakan untuk nyeri ringan hingga sedang dengan skor NRS <3 dari 10. 1

Asetaminofen (Parasetamol)

  • Lini pertama untuk nyeri ringan hingga sedang dengan dosis 1 gram setiap 4-6 jam, maksimal 4 gram/hari 1
  • Dapat dikombinasikan dengan opioid pada semua tingkat tangga WHO 1
  • Hati-hati pada pasien dengan gagal hati karena risiko hepatotoksisitas 1

Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (OAINS)

  • Direkomendasikan khusus untuk nyeri inflamasi, terutama nyeri tulang 1
  • Efektif untuk semua intensitas nyeri setidaknya dalam jangka pendek 1
  • Kontraindikasi absolut: tidak boleh digunakan bersamaan dengan metotreksat 1
  • Perhatian khusus: risiko pada kemoterapi nefrotoksik (terutama cisplatin) atau mielotoksik 1
  • Jika muncul gejala gastrointestinal, pertimbangkan penghentian OAINS dan/atau pemberian proton pump inhibitor 1
  • Pada pasien lanjut usia, OAINS harus digunakan dengan hati-hati karena risiko gagal ginjal akut dan komplikasi gastrointestinal 1

Catatan Penting

  • Inhibitor COX-2 belum dievaluasi dalam uji klinis untuk nyeri kanker 1
  • Dipyrone tidak disarankan kecuali situasi khusus karena efek samping serius yang tidak dapat diprediksi 1

2. Opioid Lemah (WHO Level 2)

Digunakan untuk nyeri sedang dengan skor NRS 3-6 dari 10. 1

Karakteristik Umum

  • Dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan analgetik level 1 1
  • Pilihan obat meliputi: kodein, dekstropropoksifen, dihidrokodein, tramadol 1

Pertimbangan Khusus per Obat

Tramadol:

  • Kontraindikasi absolut: tidak boleh dikombinasikan dengan inhibitor monoamine oksidase 1
  • Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan risiko epilepsi dan saat dikombinasikan dengan antidepresan 1

Dekstropropoksifen:

  • Tidak boleh dikombinasikan dengan karbamazepin karena meningkatkan konsentrasi plasma karbamazepin 1

Kodein:

  • Konstipasi harus selalu diantisipasi dengan pemberian laksatif rutin 1

3. Opioid Kuat (WHO Level 3)

Digunakan untuk nyeri sedang hingga berat dengan skor NRS >6 dari 10. 1

Klasifikasi Berdasarkan Aksi Reseptor

Opioid dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori: 1

  • Agonis murni (pure agonist)
  • Agonis-antagonis parsial (partial agonist-antagonist)
  • Agonis-antagonis campuran (mixed agonist-antagonist)

Peringatan kritis: Obat dari kategori berbeda tidak boleh diresepkan bersamaan 1

Morfin sebagai Lini Pertama

  • Morfin oral adalah opioid kuat lini pertama pilihan kecuali dalam situasi khusus 1, 2
  • Harus diberikan tanpa penundaan pada pasien yang nyerinya tidak terkontrol dengan terapi tingkat 1 dan 2 1, 2
  • Dosis awal untuk pasien opioid-naif: 20-40 mg oral 2
  • Untuk relief cepat atau rute oral tidak tersedia: morfin parenteral 5-10 mg IV atau SC 2

Formulasi dan Administrasi

  • Rute oral lebih disukai bahkan untuk nyeri berat 2
  • Bentuk oral: tablet atau kapsul morfin sulfat immediate-release, sustained-release, atau larutan morfin hidroklorida 1
  • Analgesik harus diberikan secara terjadwal, bukan "bila perlu" untuk kontrol nyeri dasar 2
  • Dosis rescue (10% dari total dosis opioid harian sebagai formulasi IR) harus diresepkan untuk episode breakthrough pain 2

Opioid Kuat Alternatif

  • Oksikodon 20 mg oral (1,5-2 kali lebih poten dari morfin oral) 2
  • Hidromorfon 8 mg oral (7,5 kali lebih poten dari morfin oral) 2
  • Fentanyl IV atau buprenorfin untuk pasien dengan gangguan ginjal (eGFR <30 mL/min) 2

Rute Alternatif

  • Ketika administrasi oral tidak memungkinkan, rute yang disukai adalah transdermal (misalnya fentanyl) atau parenteral kontinyu dengan patient-controlled analgesia 1
  • Fentanyl transdermal tidak boleh digunakan untuk titrasi cepat, hanya setelah nyeri terkontrol dengan opioid lain 2

4. Analgetik Adjuvan (Koanalgetik)

Dapat digunakan bersamaan pada setiap tingkat tangga analgetik WHO. 1

Kategori Utama

Analgetik adjuvan didefinisikan sebagai obat dengan indikasi primer selain nyeri yang memiliki sifat analgesik dalam kondisi nyeri tertentu. 3

Adjuvan multipurpose: 3

  • Antidepresan
  • Kortikosteroid
  • Agonis alfa-2 adrenergik
  • Neuroleptik

Spesifik untuk nyeri neuropatik: 3

  • Antikonvulsan
  • Anestesi lokal
  • Antagonis reseptor N-methyl-D-aspartate

Spesifik untuk nyeri tulang: 3

  • Kalsitonin
  • Bisfosfonat
  • Radiofarmaka

Spesifik untuk nyeri muskuloskeletal: 3

  • Relaksan otot

Prinsip Manajemen Kritis

Profilaksis Wajib

  • Laksatif harus diresepkan secara rutin untuk semua pasien yang menggunakan opioid untuk mencegah konstipasi 2
  • Antiemetik (metoklopramid atau antidopaminergik) harus disediakan untuk mual/muntah akibat opioid 2

Pertimbangan Khusus Gangguan Ginjal

  • Semua opioid harus digunakan dengan hati-hati pada dosis yang dikurangi pada pasien dengan gangguan ginjal 2
  • Fentanyl dan buprenorfin adalah pilihan paling aman pada penyakit ginjal lanjut (stadium 4-5) 2

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan menunda opioid kuat untuk nyeri berat - tangga WHO memungkinkan memulai pada tingkat 3 untuk nyeri sangat berat 2
  • Opioid lemah (kodein, tramadol) tidak adekuat untuk nyeri berat 2
  • Jangan meresepkan dua opioid sustained-release bersamaan 2
  • Jangan menghentikan opioid secara tiba-tiba (terutama morfin oral) 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Severe Pain

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Related Questions

What are the treatment options for managing pain?
What is the recommended pain management regimen for chronic pain?
What is the appropriate chronic pain modifier for a 55-minute patient visit, specifically for the 03.05o code?
What are the recommended analgesics (pain relievers) for pain management?
What are the considerations for administering pain medication?
What are the steps in neonatal resuscitation, including troubleshooting for each step, in a newborn with potential respiratory distress and bradycardia (heart rate less than 60 beats per minute)?
Does Ginkgo biloba interact with antiplatelet agents, such as aspirin, clopidogrel, or prasugrel?
Is compression of consciousness a primary cause of death from acute respiratory failure in patients with a history of respiratory or neurological conditions?
What is the best course of management for a patient with type 1 diabetes mellitus (T1DM) on regular insulin, who presents with pulmonary edema, requires intubation, has impaired renal function (creatinine 1.1), leukocytosis (Total Leukocyte Count (TLC) of 26,000), and is now in an altered sensorium with suspected cerebral edema, currently being treated with insulin infusion, low-dose fluid, and dextrose 5%?
What are the steps for a neonatal resuscitation programme in a newborn with respiratory distress and bradycardia?
What is cardiac distension, its causes, and could I have it given my history of cardiac issues and critically low Stroke Volume Index (SVI), indicating impaired cardiac function?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.