Daftar Obat NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs)
NSAID diklasifikasikan menjadi 9 kelompok kimia utama dengan berbagai senyawa di setiap kelas, mencakup obat non-selektif tradisional dan inhibitor COX-2 selektif. 1
Klasifikasi Berdasarkan Kelompok Kimia
1. Derivat Asam Salisilat
2. Derivat Para-aminophenol
- Acetaminophen (Paracetamol) - meskipun secara teknis bukan NSAID sejati karena aktivitas anti-inflamasi minimal 1
3. Derivat Indole dan Indene
4. Asam Asetat Heteroaryl
5. Asam Arylpropionic (Profen)
- Ibuprofen (Motrin®) 1, 2
- Naproxen (Naprosyn®, Anaprox®) 1, 2
- Ketoprofen 2, 3
- Fenoprofen 2
- Flurbiprofen 2
- Oxaprozin 2
6. Asam Anthranilic (Fenamates)
- Mefenamic Acid (Ponstel®) 2
7. Asam Enolic
8. Alkanones
- Nabumetone (Relafen®) 2
9. Diarylheterocycles (Inhibitor COX-2 Selektif/Coxibs)
- Celecoxib (Celebrex®) - satu-satunya coxib yang masih tersedia di Amerika Serikat 1, 2
- Etoricoxib 1
- Parecoxib 1
- Rofecoxib (ditarik dari pasar) 1, 4
- Valdecoxib (ditarik dari pasar) 1
Klasifikasi Berdasarkan Selektivitas COX
NSAID Non-Selektif (menghambat COX-1 dan COX-2)
- Aspirin, ibuprofen, indomethacin, naproxen 1
- Memberikan efek analgesik yang efektif tetapi membawa risiko gastritis erosif dan perdarahan GI 1
Inhibitor COX-2 Selektif
- Celecoxib dan coxib lainnya 1
- Dikembangkan untuk meminimalkan toksisitas GI 1
- Peringatan penting: Semua inhibitor COX-2 selektif meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular trombotik, infark miokard, dan stroke 1
Pertimbangan Keamanan Penting
Risiko Kardiovaskular
- Risiko kardiovaskular berkorelasi dengan selektivitas COX-2 1
- Diclofenac menunjukkan HR kematian 2.40 (2.09-2.80) pada pasien pasca-MI 1
- Ibuprofen menunjukkan HR 1.50 (1.36-1.67) 1
- Naproxen menunjukkan profil risiko yang lebih menguntungkan 5
Risiko Gastrointestinal
- Semua NSAID dapat menyebabkan ulserasi, perdarahan, dan perforasi GI yang dapat fatal 1
- Risiko lebih tinggi pada pasien usia lanjut, riwayat ulkus GI, penggunaan kortikosteroid atau antikoagulan bersamaan 2
Risiko Renal
- NSAID dapat menyebabkan disfungsi ginjal, terutama pada pasien dengan insufisiensi ginjal yang sudah ada sebelumnya 1, 4
- Pada pasien dengan fungsi ginjal normal, efek pada ginjal bersifat sementara dan tidak signifikan secara klinis 1
Kontraindikasi Absolut
- Operasi bypass arteri koroner (CABG) perioperatif 1, 2
- Riwayat serangan asma atau reaksi alergi dengan aspirin atau NSAID lainnya 2
- Kehamilan trimester akhir 2
Pendekatan Bertahap untuk Pemilihan Terapi
Untuk nyeri muskuloskeletal kronis, mulai dengan:
- Lini pertama: Acetaminophen, dosis kecil narkotik, atau salisilat non-asetilasi 1
- Lini kedua: NSAID non-selektif seperti naproxen jika terapi awal tidak mencukupi 1
- Lini ketiga: NSAID dengan selektivitas COX-2 yang meningkat hanya jika ketidaknyamanan menetap, gunakan dosis efektif terendah untuk waktu sesingkat mungkin 1