Achilles Tendon Lengthening dan Posteromedial Release pada CTEV
Rekomendasi Utama
Untuk bayi dan anak dengan CTEV (Congenital Talipes Equinovarus), metode Ponseti dengan serial casting dan tenotomi perkutan Achilles adalah pilihan utama, sementara posteromedial release hanya dipertimbangkan untuk kasus yang gagal dengan terapi konservatif atau pada anak yang sudah berjalan dengan deformitas kaku.
Strategi Berdasarkan Usia dan Presentasi
Bayi Baru Lahir dan Kasus Awal (< 12 bulan)
- Metode Ponseti adalah standar emas untuk kasus CTEV yang terdiagnosis saat lahir, dengan hasil yang superior dibandingkan teknik lain 1
- Serial casting dengan teknik Ponseti menghasilkan perbaikan alignment kaki yang signifikan, dengan Pirani score rata-rata 1.15 poin lebih rendah dibanding teknik Kite setelah 10 minggu 1
- Tenotomi perkutan Achilles tendon dilakukan setelah serial casting untuk mengoreksi equinus residual, dengan tingkat keberhasilan 76.6% hasil baik pada follow-up 1 tahun 2
- Prosedur tenotomi dapat dilakukan dengan anestesi lokal di rawat jalan, menjadikannya aman dan efektif 2
Anak yang Belum Berjalan (4-12 bulan, Diagnosis Terlambat)
- Tetap mulai dengan serial casting Ponseti 3
- Open Achilles tendon lengthening mungkin diperlukan pada beberapa kasus (dilaporkan pada 2 kaki dari 12 kasus) 3
- Posteromedial release dapat dipertimbangkan pada kasus dengan kekakuan signifikan (dilaporkan pada 3 kaki dari 12 kasus) 3
- Hasil tetap baik dengan 9 dari 12 kaki mencapai hasil excellent dan 3 kaki hasil good 3
Anak yang Sudah Berjalan (> 12 bulan)
- Pembedahan hampir selalu diperlukan pada kelompok usia ini 3
- Pilihan pembedahan meliputi:
- Hasil pada anak yang sudah berjalan: 5 kaki excellent, 16 kaki good, dan 3 kaki poor 3
Perbandingan Teknik Achilles Tendon Lengthening
Tenotomi Perkutan (Ponseti Method)
- Compliance rate 85.1% good pada prosedur tenotomi perkutan 2
- Dapat dilakukan di rawat jalan dengan anestesi lokal 2
- Komplikasi minimal: cast slippage, plaster sores, dan iritasi kulit 1
- Tingkat rekurensi rendah (3.4%) ketika dikombinasikan dengan Ponseti casting 4
Open Achilles Tendon Lengthening
- Diperlukan pada kasus dengan equinus yang lebih berat atau kasus terlambat 3
- Memerlukan sumber daya lebih banyak: ruang operasi, ahli bedah terlatih, perawatan post-operatif 5
- Risiko komplikasi termasuk infeksi dan kebutuhan skin grafting 1
Posteromedial Release: Indikasi dan Pertimbangan
Indikasi Spesifik
- Kasus yang gagal dengan terapi konservatif (serial casting) 3
- Anak yang sudah berjalan dengan deformitas kaku 3
- Deformitas yang sangat kaku pada presentasi awal 3
Kebutuhan Pembedahan Lebih Ekstensif
- Kebutuhan open surgery lebih tinggi pada kasus dengan penanganan terlambat 3
- Pada kasus relaps setelah teknik Kite, lebih sering memerlukan major surgery dibanding relaps setelah Ponseti 1
- Posteromedial release sering dikombinasikan dengan osteotomi pada anak yang sudah berjalan untuk hasil optimal 3
Manajemen Relaps
- Re-casting adalah pilihan pertama untuk relaps setelah Ponseti 3
- Serial casting ulang menunjukkan hasil yang encouraging 3
- Pembedahan lebih ekstensif dipertimbangkan jika re-casting gagal 3
- Relaps setelah Ponseti lebih sering dapat dikoreksi dengan serial casting tambahan dibanding relaps setelah teknik lain 1
Pitfalls dan Caveat Penting
Hindari Overcorrection
- Tidak ada kasus overcorrection dilaporkan pada studi dengan follow-up 5 tahun 3
- Kehilangan range of motion tidak dapat dihindari pada prosedur open yang ekstensif 6
Timing adalah Krusial
- Penanganan dini memungkinkan tingkat koreksi tinggi dengan serial casting dan pembedahan terbatas 3
- Penundaan diagnosis dan penanganan meningkatkan kebutuhan pembedahan ekstensif 3
Compliance dan Follow-up
- Bracing setelah koreksi awal sangat penting untuk mencegah relaps 6
- Follow-up jangka panjang diperlukan untuk mendeteksi dan menangani relaps 3, 4