Rekomendasi Vaksinasi HPV
Vaksin HPV direkomendasikan secara rutin dimulai pada usia 11-12 tahun, tetapi dapat diberikan mulai usia 9 tahun, dengan vaksinasi catch-up untuk semua orang hingga usia 26 tahun. 1
Jadwal Vaksinasi Berdasarkan Usia
Usia 9-14 Tahun (Jadwal 2 Dosis)
- Vaksinasi paling efektif diberikan pada usia ini karena respons antibodi tertinggi terjadi pada anak usia 9-15 tahun dibandingkan usia 16-26 tahun 2
- Jadwal 2 dosis dengan interval 6-12 bulan antara dosis pertama dan kedua 3, 2
- Seri vaksinasi sebaiknya diselesaikan sebelum ulang tahun ke-13 untuk efektivitas maksimal 3
Usia 15-26 Tahun (Jadwal 3 Dosis)
- Memerlukan jadwal 3 dosis: dosis pertama, kemudian 1-2 bulan setelahnya, dan dosis ketiga 6 bulan setelah dosis pertama 3
- Interval minimum: 4 minggu antara dosis 1 dan 2, serta 12 minggu antara dosis 2 dan 3 3
- Vaksinasi catch-up sangat direkomendasikan untuk semua orang hingga usia 26 tahun yang belum divaksinasi atau belum menyelesaikan seri vaksinasi 1
Usia 27-45 Tahun (Keputusan Klinis Bersama)
- Vaksinasi catch-up TIDAK direkomendasikan untuk semua orang di atas 26 tahun 1
- Untuk usia 27-45 tahun, diperlukan diskusi antara dokter dan pasien (shared clinical decision-making) karena manfaat populasi minimal 1
- Vaksin HPV tidak dilisensikan untuk penggunaan pada orang di atas 45 tahun 1
Kondisi Khusus yang Memerlukan Perhatian
Populasi dengan Risiko Tinggi (Vaksinasi hingga Usia 26 Tahun)
- Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (MSM) 3, 2
- Individu dengan kondisi immunocompromised, termasuk HIV-positif 3, 2
- Kedua kelompok ini harus menerima jadwal 3 dosis terlepas dari usia saat memulai vaksinasi 3
Kehamilan dan Menyusui
- Vaksinasi harus ditunda hingga setelah kehamilan selesai 1, 4
- Tidak diperlukan tes kehamilan sebelum vaksinasi 1
- Vaksin dapat diberikan pada ibu yang sedang menyusui 1, 4
Kondisi yang TIDAK Memerlukan Pemeriksaan Sebelum Vaksinasi
- Tidak diperlukan tes Pap smear atau tes HPV sebelum vaksinasi untuk menentukan kelayakan vaksinasi 1, 2
- Tidak ada tes antibodi klinis yang dapat menentukan apakah seseorang sudah kebal atau masih rentan terhadap tipe HPV tertentu 1
- Riwayat aktivitas seksual tidak menghalangi pemberian vaksin karena kemungkinan besar belum terpapar semua tipe HPV yang dicakup vaksin 2, 4
Alasan Pentingnya Vaksinasi Dini
Efektivitas Maksimal Sebelum Paparan
- Vaksinasi paling efektif bila diberikan sebelum paparan HPV melalui aktivitas seksual 1, 2
- Sekitar 24% remaja melaporkan sudah berhubungan seksual pada kelas 9 dan 58,1% pada kelas 12 2
- Insiden kumulatif infeksi HPV mendekati 40% dalam dua tahun pertama setelah hubungan seksual pertama 2
Penurunan Efektivitas pada Usia Lebih Tua
- Efektivitas vaksin lebih rendah pada kelompok usia lebih tua karena infeksi sebelumnya 1
- Number needed to vaccinate (NNV) untuk mencegah satu kasus kanker: 202 untuk usia hingga 26 tahun, tetapi meningkat menjadi 6.500 untuk usia hingga 45 tahun 1
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Menunda vaksinasi hingga remaja akhir mengurangi efektivitas karena paparan HPV sering terjadi segera setelah debut seksual 2
- Melewatkan kesempatan untuk memberikan vaksin HPV bersamaan dengan vaksin remaja lainnya (Tdap, MCV4) pada kunjungan usia 11-12 tahun 2
- Memberikan rekomendasi yang lemah atau ambigu kepada orang tua—rekomendasi kuat dari penyedia layanan kesehatan sangat penting untuk penerimaan vaksin 2
Manfaat Pencegahan Kanker
- Vaksinasi HPV dapat mencegah sekitar 28.500 kanker per tahun di Amerika Serikat, termasuk sebagian besar kanker serviks, vulva, vagina, anus, orofaring, dan penis 3
- Tipe HPV 16 dan 18 menyebabkan sekitar 70% kanker terkait HPV 3
- Vaksin 9-valen (Gardasil-9) adalah satu-satunya vaksin HPV yang tersedia di Amerika Serikat sejak 2017, melindungi terhadap 9 tipe HPV 3