When should vitamin K be administered to a patient on warfarin therapy?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 24, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pemberian Vitamin K pada Pasien Terapi Warfarin

Rekomendasi Berdasarkan Tingkat INR dan Status Perdarahan

Untuk pasien dengan INR 4.5-10 tanpa perdarahan, American College of Chest Physicians merekomendasikan TIDAK memberikan vitamin K secara rutin—cukup hentikan warfarin dan monitor INR serial (Rekomendasi Grade 2B). 1

INR 4.5-10 Tanpa Perdarahan

  • Hentikan warfarin 1-2 dosis dan monitor INR serial setiap 24-48 jam tanpa pemberian vitamin K untuk sebagian besar pasien. 1, 2
  • Analisis pooled dari 4 RCT menunjukkan tidak ada perbedaan angka perdarahan mayor dalam 1-3 bulan: 2% pada kelompok vitamin K versus 0.8% pada kelompok plasebo, meskipun vitamin K mempercepat normalisasi INR. 1
  • Tambahkan vitamin K oral 1-2.5 mg HANYA jika pasien memiliki faktor risiko perdarahan tinggi: usia lanjut (>65-75 tahun), riwayat perdarahan sebelumnya, penggunaan antiplatelet bersamaan, gagal ginjal, atau konsumsi alkohol. 2, 3

INR >10 Tanpa Perdarahan

  • Hentikan warfarin segera dan berikan vitamin K oral 2.5-5 mg, dengan recheck INR dalam 24 jam. 2, 4
  • Studi prospektif pada 107 pasien dengan INR >10 menunjukkan vitamin K oral 2.5 mg menghasilkan angka perdarahan mayor yang rendah (3.9%) dalam 90 hari. 1, 4
  • Rute oral lebih disukai karena efektivitas yang dapat diprediksi, kenyamanan, dan keamanan dibanding rute parenteral. 2, 5

Perdarahan Mayor atau Mengancam Nyawa

  • Untuk perdarahan mayor: berikan 4-factor prothrombin complex concentrate (PCC) 25-50 U/kg IV PLUS vitamin K 5-10 mg IV infus lambat selama 30 menit, dengan target INR <1.5. 2, 6
  • PCC mencapai koreksi INR dalam 5-15 menit versus berjam-jam dengan FFP, tanpa memerlukan pencocokan golongan darah ABO, risiko minimal overload cairan, dan risiko lebih rendah transmisi infeksi. 2, 7
  • Vitamin K HARUS diberikan bersamaan dengan PCC karena faktor VII dalam PCC memiliki waktu paruh hanya 6 jam—vitamin K diperlukan untuk menstimulasi produksi endogen faktor-faktor yang bergantung vitamin K. 2

Algoritma Dosis Vitamin K

Berdasarkan INR dan Status Perdarahan:

  • INR 4.5-10 tanpa perdarahan: Tidak perlu vitamin K kecuali ada faktor risiko tinggi → 1-2.5 mg oral 1, 2
  • INR >10 tanpa perdarahan: 2.5-5 mg oral 2, 4
  • Perdarahan mayor: 5-10 mg IV infus lambat + PCC 2, 6
  • Perdarahan mengancam nyawa: 10 mg IV + PCC 50 U/kg 2

Dosis PCC Berdasarkan INR:

  • INR 2-4: 25 U/kg
  • INR 4-6: 35 U/kg
  • INR >6: 50 U/kg 2

Rute Pemberian

  • Oral: Rute pilihan untuk semua situasi non-perdarahan; 95% pasien menunjukkan penurunan INR dalam 24 jam, dan 85% mencapai INR <4.0 dalam 24 jam. 2, 5
  • Intravena: Hanya untuk perdarahan mayor/mengancam nyawa, diberikan sebagai infus lambat selama 30 menit karena risiko reaksi anafilaktoid (3 per 100,000 dosis). 2, 6
  • Subkutan: Tidak direkomendasikan karena absorpsi tidak dapat diprediksi. 2

Peringatan Penting dan Jebakan Klinis

  • JANGAN berikan vitamin K dosis tinggi (≥10 mg) pada situasi non-perdarahan—ini menciptakan resistensi warfarin hingga seminggu dan membuat re-antikoagulasi sangat sulit. 2, 3
  • Vitamin K mulai membalikkan efek warfarin segera setelah pemberian (0-4 jam), dengan penurunan INR signifikan terdeteksi pada rata-rata 10.5 jam. 8
  • Dosis tinggi vitamin K dan rute IV berhubungan dengan reversal INR lebih cepat, tetapi INR baseline dan waktu setelah pemberian lebih penting dalam menentukan INR post-administrasi dibanding dosis aktual (dalam rentang 1-10 mg). 8
  • Penggunaan PCC meningkatkan risiko trombosis vena dan arteri—pertimbangkan tromboprofilaksis sesegera mungkin setelah kontrol perdarahan tercapai. 2
  • Satu studi retrospektif menunjukkan pemberian vitamin K pada pasien asimtomatik dengan INR >10 tidak berhubungan dengan perbaikan outcome klinis dan justru meningkatkan mortalitas (15.1% vs 10.1%, p=0.032). 9

Monitoring dan Follow-up

  • Recheck INR 24-48 jam setelah intervensi apapun untuk mengkonfirmasi penurunan yang sesuai. 2, 3
  • Untuk perdarahan mayor dengan PCC, recheck INR 15-60 menit setelah pemberian PCC untuk menilai derajat koreksi. 2
  • Monitor INR serial setiap 6-8 jam selama 24-48 jam pertama, kemudian secara teratur selama minggu berikutnya—sebagian kecil pasien memerlukan >1 minggu untuk membersihkan warfarin. 2

Memulai Kembali Warfarin

  • Jangan mulai kembali warfarin sampai perdarahan terkontrol sepenuhnya, sumber perdarahan teridentifikasi dan diobati, pasien stabil hemodinamik, dan indikasi antikoagulasi masih ada. 2
  • Kurangi dosis warfarin mingguan 10-20% saat memulai kembali untuk mencegah rekurensi INR supratherapeutic. 2, 3
  • Setelah vitamin K dosis tinggi, mungkin diperlukan bridging dengan heparin sampai efek vitamin K terbalik. 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Warfarin Reversal in Significant Bleeding or Emergency Surgery

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Vitamin K Dosing for Elevated INR in Post-Stroke Warfarin Patients

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Management of Warfarin-Induced Bleeding Complications

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.