What is the likely cause of a wound at the ear fold in an adult with limited mobility and potential underlying conditions like diabetes or poor circulation?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 24, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Luka di Lipatan Telinga: Penyebab dan Penanganan

Luka di lipatan telinga pada pasien dewasa dengan mobilitas terbatas kemungkinan besar disebabkan oleh trauma tekanan berkepanjangan (pressure injury/ulkus dekubitus), terutama jika pasien berbaring dalam posisi yang sama untuk waktu lama, atau trauma minor yang tidak disadari akibat neuropati diabetik jika pasien memiliki diabetes.

Penyebab Utama yang Perlu Dipertimbangkan

Ulkus Tekanan (Pressure Ulcer)

  • Pasien dengan mobilitas terbatas sangat rentan mengalami luka akibat tekanan pada area tubuh yang menonjol, termasuk telinga jika pasien berbaring miring dalam waktu lama 1
  • Tekanan berkepanjangan mengganggu suplai darah ke jaringan, menyebabkan iskemia dan nekrosis 2
  • Area lipatan telinga (terutama kartilago aurikular) sangat rentan karena perfusi yang terbatas 3

Trauma Minor pada Pasien Diabetes

  • Jika pasien memiliki diabetes, trauma kecil yang tidak disadari (karena neuropati) dapat menyebabkan luka yang sulit sembuh 3
  • Trauma dapat berasal dari aktivitas sehari-hari seperti menggaruk, memakai kacamata, atau alat bantu dengar 3
  • Hingga 76% luka pada pasien diabetes disebabkan oleh trauma mekanik yang sering tidak disadari karena hilangnya sensasi protektif 3

Infeksi Perikondrium (Perichondritis)

  • Jika ada riwayat tindik telinga atau trauma penetrasi, perikondritis aurikular harus dipertimbangkan 3
  • Infeksi ini muncul sebagai pembengkakan nyeri, hangat, dan kemerahan pada kartilago telinga, biasanya dalam bulan pertama setelah trauma 3
  • Patogen tersering adalah Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus 3

Evaluasi yang Harus Dilakukan Segera

Pemeriksaan Pasien Secara Menyeluruh

  • Evaluasi pasien pada 3 tingkat: pasien secara keseluruhan, ekstremitas yang terkena, dan luka itu sendiri 3
  • Periksa status diabetes, sirkulasi perifer, dan kondisi yang mengganggu penyembuhan luka 3

Pemeriksaan Luka Spesifik

  • Dokumentasikan lokasi, ukuran, kedalaman, drainase, dan tipe jaringan 1
  • Diagnosis infeksi ditegakkan jika ada ≥2 tanda inflamasi klasik (eritema, hangat, nyeri tekan, nyeri, indurasi) atau sekret purulen 3
  • Klasifikasikan keparahan infeksi (ringan, sedang, berat) 3

Penilaian Vaskular (Jika Pasien Diabetes atau Sirkulasi Buruk)

  • Palpasi nadi pedal (dorsalis pedis dan tibialis posterior) 4
  • Ukur ankle-brachial index (ABI) jika ada kecurigaan penyakit arteri perifer 3, 4
  • Perhatian: ABI dapat falsely elevated pada pasien diabetes karena kalsifikasi arteri; pertimbangkan toe pressure atau TcPO2 4

Penanganan Berdasarkan Penyebab

Prinsip Dasar Perawatan Luka (TIME Principle)

  • Tissue debridement: Buang jaringan nekrotik dan debris 3, 1
  • Infection control: Kontrol infeksi dengan antibiotik jika diperlukan 3
  • Moisture balance: Jaga kelembaban luka yang optimal 1
  • Edges of wound: Perhatikan tepi luka dan proses epitelisasi 1

Debridement

  • Debridement tajam (surgical) adalah metode terbaik untuk mengangkat jaringan nekrotik 3
  • Debridement mekanik, autolitik, atau larval dapat digunakan untuk luka tertentu 3
  • Ini adalah faktor terpenting yang mempengaruhi penyembuhan luka 5

Offloading (Pengurangan Tekanan)

  • Untuk ulkus tekanan, offloading area yang terkena adalah kunci utama 1
  • Ubah posisi pasien secara teratur untuk mencegah tekanan berkepanjangan pada telinga 1
  • Gunakan bantal khusus atau pelindung telinga jika pasien harus berbaring miring 2

Manajemen Infeksi

  • Jika ada tanda infeksi perikondrium (pembengkakan, nyeri, eritema pada kartilago), berikan antibiotik fluoroquinolone seperti ciprofloxacin atau levofloxacin yang efektif melawan Pseudomonas aeruginosa 3
  • Alternatif lain termasuk clindamycin, ceftazidime, atau cefepime tergantung patogen 3
  • Jika ada abses, insisi dan drainase bedah sering diperlukan 3
  • Ambil spesimen kultur dari jaringan dalam (bukan swab superfisial) untuk menentukan patogen dan sensitivitas antibiotik 3

Perawatan Luka Lanjutan

  • Jika luka tidak menunjukkan pengurangan 50% atau lebih setelah 4 minggu perawatan standar, pertimbangkan terapi luka lanjutan 3
  • Terapi tekanan negatif, growth factors, atau bioengineered tissue dapat dipertimbangkan 3
  • Reassess patologi yang mendasari jika tidak ada perbaikan 2

Peringatan Penting (Pitfalls)

Jangan Tunda Pengobatan

  • Keterlambatan mencari pengobatan meningkatkan risiko infeksi, gangren, dan amputasi pada pasien diabetes 3
  • Pasien dengan diabetes sering tidak merasakan trauma awal karena neuropati, sehingga luka baru diketahui setelah berhari-hari atau berminggu-minggu 3

Evaluasi Penyembuhan Sebelum Menutup Luka

  • Jangan menutup luka terlalu dini; pastikan semua jaringan devitalisasi dan terkontaminasi telah diangkat 5
  • Penutupan prematur menyebabkan dehiscence dan infeksi beberapa hari kemudian 5

Perhatikan Faktor Risiko Penyembuhan Buruk

  • Diabetes, merokok, penyakit arteri perifer, dan edema mengganggu penyembuhan luka 3
  • Pasien dengan gangguan kesehatan mental dan diabetes menghadapi hambatan dalam self-management dan berisiko lebih tinggi untuk outcome buruk 3

Rujuk ke Spesialis Jika Diperlukan

  • Rujuk ke tim perawatan kaki diabetik multidisiplin atau spesialis bedah vaskular jika ada iskemia berat (ABI <0.5 atau tekanan ankle <50 mmHg) 3, 4
  • Konsultasi dengan spesialis penyakit infeksi jika ada infeksi berat atau osteomielitis 3

References

Research

Chronic Wounds: Evaluation and Management.

American family physician, 2020

Research

Challenges in the Treatment of Chronic Wounds.

Advances in wound care, 2015

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Evaluation and Diagnosis of Diabetic Heel Wounds

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

The emergency care of traumatic wounds: current recommendations.

The Veterinary clinics of North America. Small animal practice, 1994

Related Questions

What are the next steps for a wound that is not healing with standard of care?
What is the best course of treatment for a patient with a rapidly progressing wound, now with 50% black/purple tissue, who was started on antibiotics yesterday for a wound with 50% light red granulation, erythema, mild edema, and moderate serous drainage, but no systemic symptoms?
What are the best practices for managing a chronic unhealed wound?
What's the next best step for a 50-year-old man with a non-healing wound on his right leg, status post (after) fibular fracture and debridement, with persistent wound presence 2 years after the initial injury?
What are the recommended treatment and management strategies for a patient with complex medical history, including diabetes, seizures, and opioid abuse, presenting with open wounds, vertigo, and frequent dizziness?
Can pelvic care therapy help alleviate pain and discomfort at the fistulotomy site, characterized by light pain and pressure, tightness, and discomfort, 6 months post-surgery, in a patient with a history of fistulotomy?
For a young male patient with a simple low transphincteric fistula, no history of Crohn's disease, and a non-smoker, would LIFT (Ligation of the Intersphincteric Fistula Tract) surgery be a better option than fistulotomy for improved anatomical outcomes and quicker pain resolution?
What are the recommendations for resuming anal play and anal sex in a young male patient with a history of simple low transphincteric fistula who has undergone fistulotomy, is a non-smoker, and has no history of Crohn's disease?
What are the potential medical causes and treatment options for significant heel pain during sleep in adults, particularly those with a history of conditions like diabetes or previous trauma to the heel?
What is the appropriate management for a patient with a wound at the ear fold, potentially complicated by underlying conditions such as diabetes or peripheral artery disease (PAD)?
When should other cardiomyopathies, such as hypertrophic (HCM) or restrictive cardiomyopathy, be considered in adults with heart failure with preserved systolic function and a history of hypertension, diabetes, or other cardiovascular risk factors?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.