Luka di Lipatan Telinga: Penyebab dan Penanganan
Luka di lipatan telinga pada pasien dewasa dengan mobilitas terbatas kemungkinan besar disebabkan oleh trauma tekanan berkepanjangan (pressure injury/ulkus dekubitus), terutama jika pasien berbaring dalam posisi yang sama untuk waktu lama, atau trauma minor yang tidak disadari akibat neuropati diabetik jika pasien memiliki diabetes.
Penyebab Utama yang Perlu Dipertimbangkan
Ulkus Tekanan (Pressure Ulcer)
- Pasien dengan mobilitas terbatas sangat rentan mengalami luka akibat tekanan pada area tubuh yang menonjol, termasuk telinga jika pasien berbaring miring dalam waktu lama 1
- Tekanan berkepanjangan mengganggu suplai darah ke jaringan, menyebabkan iskemia dan nekrosis 2
- Area lipatan telinga (terutama kartilago aurikular) sangat rentan karena perfusi yang terbatas 3
Trauma Minor pada Pasien Diabetes
- Jika pasien memiliki diabetes, trauma kecil yang tidak disadari (karena neuropati) dapat menyebabkan luka yang sulit sembuh 3
- Trauma dapat berasal dari aktivitas sehari-hari seperti menggaruk, memakai kacamata, atau alat bantu dengar 3
- Hingga 76% luka pada pasien diabetes disebabkan oleh trauma mekanik yang sering tidak disadari karena hilangnya sensasi protektif 3
Infeksi Perikondrium (Perichondritis)
- Jika ada riwayat tindik telinga atau trauma penetrasi, perikondritis aurikular harus dipertimbangkan 3
- Infeksi ini muncul sebagai pembengkakan nyeri, hangat, dan kemerahan pada kartilago telinga, biasanya dalam bulan pertama setelah trauma 3
- Patogen tersering adalah Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus 3
Evaluasi yang Harus Dilakukan Segera
Pemeriksaan Pasien Secara Menyeluruh
- Evaluasi pasien pada 3 tingkat: pasien secara keseluruhan, ekstremitas yang terkena, dan luka itu sendiri 3
- Periksa status diabetes, sirkulasi perifer, dan kondisi yang mengganggu penyembuhan luka 3
Pemeriksaan Luka Spesifik
- Dokumentasikan lokasi, ukuran, kedalaman, drainase, dan tipe jaringan 1
- Diagnosis infeksi ditegakkan jika ada ≥2 tanda inflamasi klasik (eritema, hangat, nyeri tekan, nyeri, indurasi) atau sekret purulen 3
- Klasifikasikan keparahan infeksi (ringan, sedang, berat) 3
Penilaian Vaskular (Jika Pasien Diabetes atau Sirkulasi Buruk)
- Palpasi nadi pedal (dorsalis pedis dan tibialis posterior) 4
- Ukur ankle-brachial index (ABI) jika ada kecurigaan penyakit arteri perifer 3, 4
- Perhatian: ABI dapat falsely elevated pada pasien diabetes karena kalsifikasi arteri; pertimbangkan toe pressure atau TcPO2 4
Penanganan Berdasarkan Penyebab
Prinsip Dasar Perawatan Luka (TIME Principle)
- Tissue debridement: Buang jaringan nekrotik dan debris 3, 1
- Infection control: Kontrol infeksi dengan antibiotik jika diperlukan 3
- Moisture balance: Jaga kelembaban luka yang optimal 1
- Edges of wound: Perhatikan tepi luka dan proses epitelisasi 1
Debridement
- Debridement tajam (surgical) adalah metode terbaik untuk mengangkat jaringan nekrotik 3
- Debridement mekanik, autolitik, atau larval dapat digunakan untuk luka tertentu 3
- Ini adalah faktor terpenting yang mempengaruhi penyembuhan luka 5
Offloading (Pengurangan Tekanan)
- Untuk ulkus tekanan, offloading area yang terkena adalah kunci utama 1
- Ubah posisi pasien secara teratur untuk mencegah tekanan berkepanjangan pada telinga 1
- Gunakan bantal khusus atau pelindung telinga jika pasien harus berbaring miring 2
Manajemen Infeksi
- Jika ada tanda infeksi perikondrium (pembengkakan, nyeri, eritema pada kartilago), berikan antibiotik fluoroquinolone seperti ciprofloxacin atau levofloxacin yang efektif melawan Pseudomonas aeruginosa 3
- Alternatif lain termasuk clindamycin, ceftazidime, atau cefepime tergantung patogen 3
- Jika ada abses, insisi dan drainase bedah sering diperlukan 3
- Ambil spesimen kultur dari jaringan dalam (bukan swab superfisial) untuk menentukan patogen dan sensitivitas antibiotik 3
Perawatan Luka Lanjutan
- Jika luka tidak menunjukkan pengurangan 50% atau lebih setelah 4 minggu perawatan standar, pertimbangkan terapi luka lanjutan 3
- Terapi tekanan negatif, growth factors, atau bioengineered tissue dapat dipertimbangkan 3
- Reassess patologi yang mendasari jika tidak ada perbaikan 2
Peringatan Penting (Pitfalls)
Jangan Tunda Pengobatan
- Keterlambatan mencari pengobatan meningkatkan risiko infeksi, gangren, dan amputasi pada pasien diabetes 3
- Pasien dengan diabetes sering tidak merasakan trauma awal karena neuropati, sehingga luka baru diketahui setelah berhari-hari atau berminggu-minggu 3
Evaluasi Penyembuhan Sebelum Menutup Luka
- Jangan menutup luka terlalu dini; pastikan semua jaringan devitalisasi dan terkontaminasi telah diangkat 5
- Penutupan prematur menyebabkan dehiscence dan infeksi beberapa hari kemudian 5
Perhatikan Faktor Risiko Penyembuhan Buruk
- Diabetes, merokok, penyakit arteri perifer, dan edema mengganggu penyembuhan luka 3
- Pasien dengan gangguan kesehatan mental dan diabetes menghadapi hambatan dalam self-management dan berisiko lebih tinggi untuk outcome buruk 3