Penatalaksanaan Luka di Lipatan Telinga
Luka di lipatan telinga memerlukan pembersihan menyeluruh, penutupan lapis demi lapis dengan teknik aseptik, dan pembalut tekan untuk mencegah hematoma dan kondritis—komplikasi yang paling ditakuti pada cedera telinga. 1
Penilaian Awal yang Wajib Dilakukan
Sebelum memulai penanganan luka, lakukan penilaian vaskular segera pada pasien dengan kondisi komorbid:
Untuk Pasien Diabetes atau Kecurigaan PAD:
- Ukur ankle-brachial index (ABI) segera untuk mengidentifikasi penyakit arteri perifer yang dapat menghambat penyembuhan 2
- ABI ≤0.90 mengkonfirmasi PAD dan memerlukan rujukan ke bedah vaskular untuk revaskularisasi 2
- ABI >1.40 menunjukkan kalsifikasi arteri (umum pada diabetes); segera lakukan pengukuran toe-brachial index (TBI) 2
- Periksa tanda-tanda infeksi termasuk nyeri yang meningkat, eritema, kehangatan, discharge purulen, atau tanda sistemik 3
Pemeriksaan Luka Spesifik:
- Ukur dan dokumentasikan panjang, lebar, kedalaman luka, penampilan dasar luka, jumlah dan kualitas eksudat 2
- Gunakan probe steril tumpul untuk menilai kedalaman luka dan mendeteksi keterlibatan tulang atau kartilago 2
Penatalaksanaan Definitif Luka Telinga
Prinsip Dasar Penanganan:
Tujuan utama adalah memulihkan kontur normal sambil mencegah infeksi dan kondritis 1
Untuk Laserasi Sederhana:
- Tutup luka dengan teknik aseptik menggunakan jahitan kulit-ke-kulit saja, atau kombinasi jahitan kulit dengan jahitan interkartilago 1
- Pastikan kartilago yang terbuka ditutupi dengan jaringan vaskular 1
Untuk Laserasi Kompleks atau Luas:
- Lakukan perawatan metikulosa untuk mencocokkan semua fragmen dan mencegah infeksi atau kehilangan jaringan 1
- Debridemen jaringan non-viable adalah komponen esensial, dengan debridemen bedah akut sebagai standar emas 4
Pencegahan Hematoma:
- Evakuasi hematoma dan aplikasi pembalut tekan menggunakan teknik steril untuk mencegah deformitas atau kondritis 1
- Hematoma yang tidak ditangani akan menyebabkan disfigurasi melalui organisasi atau kondritis 1
Pertimbangan Khusus untuk Pasien Diabetes dengan PAD
Jika ABI <0.6 menunjukkan iskemia signifikan yang menghambat penyembuhan luka 5
Algoritma Revaskularisasi:
Revaskularisasi (endovaskular atau bypass) harus dipertimbangkan pada semua pasien dengan PAD yang cukup berat untuk menghambat penyembuhan 5
Tujuan revaskularisasi: memulihkan aliran langsung ke setidaknya satu arteri kaki, dengan target:
Evaluasi seluruh sirkulasi arteri ekstremitas bawah dengan visualisasi detail arteri below-the-knee dan pedal menggunakan:
- Duplex ultrasound berwarna
- CT angiography
- MR angiography
- Digital subtraction angiography 5
Kriteria untuk Tidak Melakukan Revaskularisasi:
- Pasien yang sangat lemah atau harapan hidup <6-12 bulan
- Gangguan fungsional berat yang tidak akan memburuk signifikan dengan amputasi
- Volume nekrosis jaringan sangat besar sehingga kaki tidak dapat diselamatkan 5
Perawatan Luka Pasca-Revaskularisasi (Jika Diperlukan)
Perawatan Lokal:
- Gunakan dressing untuk mempertahankan lingkungan lembab dan menyerap eksudat tanpa menyebabkan maserasi 4
- Pertimbangkan Negative Pressure Wound Therapy (NPWT) untuk luka yang lebih dalam setelah debridemen untuk mempercepat penyembuhan 3, 4
- Kontrol edema dan nyeri sangat penting 3, 4
Optimalisasi Medis Wajib:
- Hentikan merokok karena merokok sangat menghambat penyembuhan melalui vasokonstriksi dan hipoksia jaringan 3, 4
- Optimalisasi status nutrisi dengan asupan protein yang adekuat 3
- Kontrol glikemik ketat dengan target HbA1c <7% 3, 4
- Manajemen risiko kardiovaskular agresif: terapi antiplatelet (aspirin dosis rendah atau clopidogrel), statin, kontrol hipertensi 5, 4
Peringatan Penting dan Jebakan Umum
Kondritis - Komplikasi Paling Ditakuti:
- Kondritis adalah proses agresif yang memerlukan pengangkatan segera pus dan kartilago nekrotik 1
- Pencegahan melalui teknik aseptik ketat dan pembalut tekan adalah kunci 1
Urgensi pada Infeksi Iskemik:
- "Time is tissue" pada ulkus kaki diabetik yang terinfeksi dan iskemik 5
- Pasien dengan tanda PAD dan infeksi kaki berisiko sangat tinggi untuk amputasi mayor dan harus ditangani sebagai kedaruratan medis, sebaiknya dalam 24 jam 5
Monitoring dan Follow-up:
- Evaluasi ulang luka setidaknya mingguan untuk menilai progres penyembuhan dan menyesuaikan terapi 3
- Monitor tanda-tanda biofilm, infeksi persisten, atau deteriorasi yang memerlukan modifikasi terapi 3
- Koordinasi perawatan melalui tim interdisipliner termasuk spesialis perawatan luka, penyakit infeksi, dan bedah plastik untuk luka kompleks 5, 3