What is the management of Acute Tubular Necrosis (ATN) in a typical adult patient?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 24, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Diagnosis dan Manajemen Acute Tubular Necrosis (ATN)

Diagnosis ATN

ATN merupakan penyebab paling umum dari acute kidney injury (AKI) intrinsik pada pasien rawat inap, mencakup sekitar 68% kasus AKI, dan diagnosis ditegakkan melalui eksklusi penyebab prerenal dan postrenal, pemeriksaan sedimen urin, dan analisis parameter urin. 1, 2

Kriteria Diagnostik Spesifik:

  • Natrium urin >20 mEq/L memiliki spesifisitas tinggi (>85%) untuk ATN dan secara efektif menyingkirkan penyebab prerenal 3
  • Natrium urin 60 mEq/L sangat mengindikasikan ATN, menunjukkan kerusakan tubular dan ketidakmampuan untuk mengkonservasi natrium 3
  • Fractional excretion of sodium (FENa) >1% mengarah ke ATN, sedangkan FENa <1% menunjukkan penyebab prerenal 3
  • Fractional excretion of urea (FEUrea) dapat lebih baik membedakan antara azotemia prerenal dan ATN, terutama pada pasien yang menerima diuretik 3
  • Osmolalitas urin yang tidak sesuai rendah (misalnya 220 mOsm/kg) pada pasien dehidrasi mencerminkan kerusakan tubular dan ketidakmampuan untuk mengkonsentrasikan urin 3
  • Biomarker cedera tubular ginjal seperti neutrophil gelatinase-associated lipocalin (NGAL) dapat membantu membedakan ATN dari penyebab AKI lainnya 3

Pemeriksaan Sedimen Urin:

  • Pemeriksaan sedimen urin sangat penting untuk diagnosis dini ATN dengan mengeksklusi penyebab prerenal dan postrenal 2
  • Temuan khas pada sedimen urin dapat membantu konfirmasi diagnosis 3

Manajemen Immediate ATN

Penghentian Agen Nefrotoksik (Prioritas Tertinggi):

Hentikan segera semua obat nefrotoksik termasuk NSAIDs, aminoglikosida, ACE inhibitor, ARB, dan agen kontras untuk mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut. 1, 3, 4

  • Penghentian diuretik setelah diagnosis ATN dikonfirmasi sebagai bagian dari strategi manajemen 1
  • Pertimbangkan untuk menahan non-selective beta-blocker, terutama pada pasien hipotensi 1

Resusitasi Cairan:

  • Resusitasi cairan agresif dengan kristaloid diindikasikan pada kasus hipovolemia atau penurunan volume darah arteri efektif 1
  • Albumin 20% dengan dosis 1 g/kg (maksimum 100 g) selama dua hari berturut-turut harus dipertimbangkan pada pasien dengan deplesi volume yang tidak merespons resusitasi cairan awal 1, 3
  • Albumin superior dibandingkan kristaloid pada pasien dengan sirosis dan ATN untuk memperbaiki fungsi ginjal 1
  • Pada pasien dengan asites tegang, parasentesis terapeutik dengan infus albumin dapat memperbaiki fungsi ginjal 1
  • Tujuan penggantian volume pada AKI hipovolemik adalah mengurangi kreatinin serum hingga 0,3 mg/dL dari tingkat baseline 3

Peringatan penting: Monitor ketat untuk edema pulmonal selama pemberian albumin, karena pasien dengan sirosis mungkin memiliki kardiomiopati sirotik atau disfungsi diastolik 4

Monitoring Harian:

  • Ukur kreatinin serum setiap hari untuk menilai progresivitas stadium AKI 1, 3
  • Ukur output urin setiap hari, karena oliguria berhubungan dengan prognosis buruk 1, 3
  • Monitor elektrolit serum secara teratur 3

Pencegahan Infeksi:

  • Hindari kateterisasi kandung kemih profilaksis sebagai bagian dari strategi pencegahan infeksi 1
  • Screening dan terapi infeksi secara agresif, karena sepsis menyebabkan 30-70% kematian pada pasien dengan ATN 1, 2
  • Hindari jalur intravena, kateter kandung kemih, dan respirator bila memungkinkan 2

Terapi Penggantian Ginjal (Renal Replacement Therapy)

Indikasi Dialisis:

Indikasi untuk dialisis meliputi hiperkalemia berat atau refrakter, asidosis metabolik yang tidak responsif terhadap manajemen medis, volume overload yang tidak responsif terhadap diuretik, dan gejala uremik (ensefalopati, perikarditis). 1, 4

Modalitas Dialisis:

  • Continuous veno-venous hemofiltration (CVVH) lebih disukai dibandingkan hemodialisis intermiten pada pasien yang tidak stabil secara hemodinamik 1, 4
  • CVVH dapat bermanfaat pada pasien dengan disfungsi ginjal berat dan retensi cairan refrakter 1
  • Ketika dikombinasikan dengan agen inotropik positif, CVVH dapat meningkatkan aliran darah ginjal, memperbaiki fungsi ginjal, dan mengembalikan efikasi diuretik 1, 3
  • Dialisis yang lebih agresif (misalnya, diberikan setiap hari) dengan membran biokompatibel dapat meningkatkan kelangsungan hidup pada beberapa pasien dengan ARF 2

Peringatan Penting tentang Diuretik:

Diuretik TIDAK boleh digunakan secara khusus untuk memperbaiki fungsi ginjal atau mengurangi kebutuhan terapi penggantian ginjal pada pasien dengan ATN. 3

  • Pertimbangkan terapi penggantian ginjal ketika diindikasikan, daripada mencoba memaksa diuresis 3
  • Loop diuretik, manitol, dan dopamin sering digunakan untuk pencegahan dan/atau pengobatan ATN, tetapi studi klinis gagal membuktikan nilainya 5

Nutrisi dan Perawatan Suportif

  • Nutrisi enteral lebih disukai daripada parenteral pada pasien yang mengalami malnutrisi berat, karena dapat meningkatkan kelangsungan hidup 2
  • Sesuaikan dosis laktulose untuk mengurangi keparahan diare dan mencegah deplesi volume 4

Follow-up Jangka Panjang

Pasien yang pulih dari ATN harus dievaluasi untuk onset baru atau perburukan penyakit ginjal kronis yang sudah ada pada 3 bulan, dengan follow-up jangka panjang penting karena CKD setelah AKI biasanya merupakan kejadian lambat. 1

  • Studi menunjukkan rentang follow-up 12-74 bulan 1
  • Jika pasien kritis dengan fungsi ginjal normal sebelum insult ginjal bertahan dari penyebab ATN yang memicu, mayoritas besar akan pulih dengan fungsi ginjal yang cukup 6
  • Setelah 1 tahun, hanya satu dari 226 pasien yang selamat mengalami progresi gagal ginjal kronis menjadi ESRD 6

Prognosis

  • Sekitar 37,1% pasien rawat inap dengan ATN meninggal menurut European Heart Association 1, 7
  • Pada unit perawatan kritis, ATN mencakup sekitar 76% kasus ARF dengan tingkat mortalitas sekitar 78,6% 7
  • Faktor risiko kematian yang kuat meliputi: penggunaan vasopresor, INR minimal yang rendah, klorida maksimal, base excess minimal, bikarbonat maksimal, anion gap minimal, dan tumor solid metastatik 8

Referral ke Nefrologi

  • Rujuk ke layanan perawatan ginjal spesialis untuk pasien dengan AKI atau penurunan GFR yang tiba-tiba dan berkelanjutan 9
  • Rujuk jika terdapat penurunan eGFR yang tiba-tiba >20% setelah mengeksklusi penyebab reversibel, atau jika ada fitur yang menunjukkan diagnosis selain azotemia prerenal atau ATN 9
  • Keterlibatan dini nefrolog dapat meningkatkan kelangsungan hidup 2

References

Guideline

Treatment of Acute Tubular Necrosis (ATN)

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Diagnosis and treatment of acute tubular necrosis.

Annals of internal medicine, 2002

Guideline

Diuretic-Induced Acute Tubular Necrosis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Treatment of Hepatorenal Syndrome-Acute Kidney Injury to Prevent Progression to Acute Tubular Necrosis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Renal recovery from acute tubular necrosis requiring renal replacement therapy: a prospective study in critically ill patients.

Nephrology, dialysis, transplantation : official publication of the European Dialysis and Transplant Association - European Renal Association, 2006

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.