Pemberian NaCl 3% pada Pasien ICH dan IVH dengan Kreatinin Tinggi
Pemberian NaCl 3% pada pasien dengan perdarahan intraserebral (ICH) dan intraventrikular (IVH) yang memiliki gangguan fungsi ginjal (kreatinin tinggi) dapat dilakukan dengan monitoring ketat, namun harus dibatasi untuk indikasi spesifik seperti hipertensi intrakranial refrakter atau edema serebral simptomatik, bukan sebagai terapi cairan resusitasi rutin.
Indikasi Spesifik untuk NaCl 3%
- NaCl 3% hipertonik diindikasikan untuk peningkatan tekanan intrakranial (TIK) pada trauma kepala dengan tanda neurologis fokal dan edema serebral simptomatik karena efek osmotiknya 1
- Pada pasien dengan ICH volume besar (>30 mL) atau edema perihaematoma simptomatik, mempertahankan kadar natrium serum 140-150 mEq/L selama 7-10 hari dapat bermanfaat untuk meminimalkan ekspansi edema dan efek massa 2
- NaCl 3% TIDAK direkomendasikan sebagai terapi cairan lini pertama untuk resusitasi volume pada syok hemoragik (GRADE 1- rekomendasi kuat), karena meta-analisis pada 2.932 pasien menunjukkan tidak ada manfaat mortalitas dibandingkan larutan isotonik 3, 1
Pertimbangan Fungsi Ginjal
- Studi retrospektif pada 107 pasien dengan terapi NaCl 3% kontinyu menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara infus NaCl 3% dan disfungsi ginjal, meskipun terdapat risiko hipernatremia sedang (Na >155 mmol/L) dan berat (Na >160 mmol/L) yang lebih tinggi 4
- Hipernatremia sedang dan berat dikaitkan dengan risiko lebih tinggi peningkatan blood urea nitrogen (BUN) dan kreatinin, namun gagal ginjal akut tidak terjadi pada pasien-pasien tersebut 4
- Pada pasien ICH akut, gangguan fungsi ginjal transien dapat terjadi pada 38% kasus (30 dari 78 pasien) dengan kreatinin serum rata-rata 3,4 mg/dL (rentang 1,7-7 mg/dL) pada minggu pertama, yang kembali normal dalam 2-4 minggu 5
- Peningkatan TIK akut setelah ICH dapat menyebabkan overaktivitas simpatis yang berkontribusi pada gangguan ginjal 5
Protokol Pemberian yang Aman
- NaCl 3% harus diberikan melalui akses vena sentral sebagai infusi kontinyu atau bolus, bukan melalui akses perifer 2
- Jika diberikan melalui akses perifer, kecepatan infus maksimal 50 mL/jam dengan monitoring ketat 1
- Dosis infus kontinyu: 1,5 mL/kg/berat badan sebagai cairan maintenance 4
- Target natrium serum harus dijaga pada 140-155 mEq/L; jika natrium >155 mEq/L, pertimbangkan weaning ke NaCl 2% 4, 2
Monitoring Wajib
- Monitoring natrium serum secara ketat dan serial adalah kunci keamanan terapi NaCl 3% 4
- Pantau kreatinin serum, BUN, dan osmolaritas serum secara berkala 4, 6
- Monitor TIK (jika terpasang), tekanan perfusi serebral (CPP), dan status neurologis 4, 7
- Pada studi pediatrik dengan hipernatremia berkelanjutan (rata-rata natrium tertinggi 170,7 mEq/L), osmolaritas serum rata-rata mencapai 364,8 mosm/L dengan kreatinin tertinggi 1,31 mg/dL 6
Alternatif dan Pertimbangan Khusus
- Untuk resusitasi cairan pada pasien ICH/IVH, gunakan kristaloid seimbang (Ringer Laktat atau Plasmalyte) sebagai lini pertama, bukan NaCl 3% 3, 8
- Kristaloid seimbang dikaitkan dengan keseimbangan asam-basa yang lebih baik dan potensi mortalitas lebih rendah 3, 8
- Hindari larutan hipotonik seperti Ringer Laktat pada trauma kepala berat karena risiko pergeseran cairan ke jaringan serebral yang rusak 3
- Mannitol dapat digunakan sebagai alternatif untuk hipertensi intrakranial, meskipun NaCl 3% menunjukkan durasi aksi lebih lama dan tekanan perfusi serebral lebih tinggi dalam studi eksperimental 7
Peringatan Penting
- Jangan gunakan NaCl 3% untuk resusitasi volume pada ICH tanpa hipertensi intrakranial atau edema serebral simptomatik 3, 1
- Pada pasien dengan kreatinin tinggi baseline, risiko perburukan fungsi ginjal meningkat terutama jika terjadi hipernatremia berat 4
- Dua kasus gagal ginjal akut yang memerlukan continuous veno-venous hemodialysis dalam studi terjadi bersamaan dengan sepsis dan disfungsi multiorgan, bukan semata-mata karena NaCl 3% 6
- Batasi penggunaan NaCl 0,9% maksimal 1-1,5 liter karena risiko asidosis metabolik hiperkloremik 9, 8
- Pada pasien dengan ICH besar yang memerlukan monitoring TIK atau IVH berat dengan EVD, pertahankan CPP 60-70 mm Hg saat menurunkan tekanan darah 3