Dosis NaCl 3% untuk Penanganan TIK pada Perdarahan Intraserebral dan Intraventrikular
NaCl 3% dapat diberikan sebagai infus kontinu dengan dosis 0,5-2 mL/kg/jam untuk mempertahankan natrium serum pada 140-150 mEq/L selama 7-10 hari, atau sebagai bolus 3-5 mL/kg untuk penanganan hipertensi intrakranial yang refrakter, dengan monitoring ketat fungsi ginjal karena beban klorida yang tinggi meningkatkan risiko acute kidney injury. 1, 2, 3
Indikasi Penggunaan NaCl 3%
NaCl 3% direkomendasikan untuk:
- Hipertensi intrakranial refrakter (TIK >20-30 mmHg yang tidak responsif terhadap terapi lain) 1, 4
- Edema serebral simptomatik dengan perburukan neurologis 1, 2
- Perdarahan intraserebral volume >30 mL atau edema perihaematoma yang signifikan 2
- Intraventricular hemorrhage berat dengan hidrosefalus obstruktif yang memerlukan drainase ventrikel eksternal 4
Protokol Pemberian
Infus Kontinu (Pilihan Utama untuk Kontrol TIK Berkelanjutan)
- Dosis awal: 0,5-1 mL/kg/jam melalui jalur sentral 2, 5
- Target natrium serum: 140-150 mEq/L 2
- Durasi: 7-10 hari untuk meminimalkan ekspansi edema dan efek massa 2
- Titrasi: Sesuaikan kecepatan infus berdasarkan natrium serum setiap 4-6 jam menggunakan protokol sliding-scale 5
Bolus untuk Situasi Emergensi
- Dosis: 3-5 mL/kg NaCl 3% atau 0,7 mL/kg NaCl 23,4% 3
- Indikasi: Perburukan edema serebral akut, TIK meningkat cepat, atau herniasi yang mengancam 2, 3
- Onset: Penurunan TIK terjadi dalam 15 menit 3
- Durasi efek: NaCl 3% memiliki durasi kerja lebih lama (hingga 120 menit) dibandingkan mannitol atau NaCl 23,4% 3
Monitoring Wajib
Parameter yang Harus Dipantau
- Natrium serum: Setiap 4-6 jam selama fase akut, kemudian setiap 6-8 jam saat stabil 5
- Kecepatan koreksi natrium: Tidak boleh melebihi 0,5 mEq/L/jam untuk menghindari komplikasi 5
- Fungsi ginjal: Kreatinin dan urea setiap hari 6
- Klorida serum: Monitoring untuk deteksi hiperkloremia 6
- TIK: Kontinyu jika terpasang monitor TIK 4
Batas Aman Beban Klorida
- Maksimal beban klorida: <2055 mEq selama 7 hari untuk mengurangi risiko AKI 6
- Risiko AKI meningkat signifikan pada pasien yang menerima beban klorida tinggi (sensitivitas 72%, spesifisitas 70%) 6
- Pertimbangkan switch ke sodium asetat jika terjadi hiperkloremia (Cl >110 mEq/L) atau asidosis metabolik hiperkloremik 6
Pertimbangan Khusus pada Gangguan Fungsi Ginjal
Modifikasi Dosis
- Kurangi dosis awal menjadi 0,5 mL/kg/jam pada pasien dengan gangguan ginjal 6
- Monitoring lebih ketat: Periksa fungsi ginjal setiap 12 jam 6
- Batasi durasi: Pertimbangkan durasi <7 hari jika fungsi ginjal memburuk 6
Tanda Bahaya untuk Menghentikan Terapi
- Peningkatan kreatinin >50% dari baseline 6
- Klorida serum >115 mEq/L 6
- pH <7,25 dengan asidosis metabolik hiperkloremik 6
- Natrium serum >155 mEq/L 5
Cairan Resusitasi Bersamaan
Gunakan kristaloid seimbang (Ringer Laktat atau Plasmalyte) untuk resusitasi volume, BUKAN NaCl 0,9%, karena kombinasi NaCl 0,9% dengan NaCl 3% akan meningkatkan beban klorida secara berlebihan dan risiko AKI 1, 7, 6
Batasan Penggunaan NaCl 0,9%
- Maksimal 1-1,5 liter NaCl 0,9% untuk menghindari asidosis metabolik hiperkloremik 1, 7
- Hindari volume besar karena meningkatkan mortalitas pada studi observasional 8
Perbandingan dengan Alternatif Lain
NaCl 3% vs Mannitol
- NaCl 3% lebih superior: Durasi kerja lebih lama, cerebral perfusion pressure lebih tinggi (108,4 vs 79,6 mmHg), dan kandungan air di white matter lesi lebih rendah (65,5% vs 67,9%) dibandingkan mannitol 3
- Mannitol tidak terbukti bermanfaat dalam RCT pada ICH (mortalitas dan disabilitas serupa dengan kontrol) 9
Bukti Klinis NaCl 3%
- Studi non-randomized menunjukkan pengurangan edema perihaematoma dan tren penurunan mortalitas dibandingkan kontrol historis 9
- Namun, belum ada RCT berkualitas tinggi yang membuktikan manfaat definitif pada outcome mortalitas atau morbiditas 9
Peringatan Penting
Kontraindikasi Relatif
- Jangan gunakan NaCl 3% untuk resusitasi volume pada syok hemoragik tanpa hipertensi intrakranial 1
- Hindari pada pasien dengan gagal jantung kongestif atau overload volume 9
Pitfall yang Harus Dihindari
- Jangan menghentikan NaCl 3% secara tiba-tiba karena dapat menyebabkan rebound edema serebral 2
- Jangan menggunakan larutan hipotonik (termasuk Ringer Laktat untuk resusitasi) pada pasien dengan cedera otak akut karena meningkatkan mortalitas 9, 7
- Jangan menutup drainase ventrikel eksternal >1 jam setelah injeksi obat karena dapat menyebabkan peningkatan TIK 4
Target Tekanan Perfusi Serebral
- Pertahankan CPP 60-70 mmHg selama penurunan tekanan darah pada pasien dengan ICH besar yang memerlukan monitoring TIK atau IVH berat dengan drainase ventrikel 1