What is the appropriate dose of 3% NaCl (Sodium Chloride) for a patient with intracerebral hemorrhage and intraventricular hemorrhage who has impaired renal function, for the management of elevated Intracranial Pressure (ICP)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 25, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis NaCl 3% untuk Penanganan TIK pada Perdarahan Intraserebral dan Intraventrikular

NaCl 3% dapat diberikan sebagai infus kontinu dengan dosis 0,5-2 mL/kg/jam untuk mempertahankan natrium serum pada 140-150 mEq/L selama 7-10 hari, atau sebagai bolus 3-5 mL/kg untuk penanganan hipertensi intrakranial yang refrakter, dengan monitoring ketat fungsi ginjal karena beban klorida yang tinggi meningkatkan risiko acute kidney injury. 1, 2, 3

Indikasi Penggunaan NaCl 3%

NaCl 3% direkomendasikan untuk:

  • Hipertensi intrakranial refrakter (TIK >20-30 mmHg yang tidak responsif terhadap terapi lain) 1, 4
  • Edema serebral simptomatik dengan perburukan neurologis 1, 2
  • Perdarahan intraserebral volume >30 mL atau edema perihaematoma yang signifikan 2
  • Intraventricular hemorrhage berat dengan hidrosefalus obstruktif yang memerlukan drainase ventrikel eksternal 4

Protokol Pemberian

Infus Kontinu (Pilihan Utama untuk Kontrol TIK Berkelanjutan)

  • Dosis awal: 0,5-1 mL/kg/jam melalui jalur sentral 2, 5
  • Target natrium serum: 140-150 mEq/L 2
  • Durasi: 7-10 hari untuk meminimalkan ekspansi edema dan efek massa 2
  • Titrasi: Sesuaikan kecepatan infus berdasarkan natrium serum setiap 4-6 jam menggunakan protokol sliding-scale 5

Bolus untuk Situasi Emergensi

  • Dosis: 3-5 mL/kg NaCl 3% atau 0,7 mL/kg NaCl 23,4% 3
  • Indikasi: Perburukan edema serebral akut, TIK meningkat cepat, atau herniasi yang mengancam 2, 3
  • Onset: Penurunan TIK terjadi dalam 15 menit 3
  • Durasi efek: NaCl 3% memiliki durasi kerja lebih lama (hingga 120 menit) dibandingkan mannitol atau NaCl 23,4% 3

Monitoring Wajib

Parameter yang Harus Dipantau

  • Natrium serum: Setiap 4-6 jam selama fase akut, kemudian setiap 6-8 jam saat stabil 5
  • Kecepatan koreksi natrium: Tidak boleh melebihi 0,5 mEq/L/jam untuk menghindari komplikasi 5
  • Fungsi ginjal: Kreatinin dan urea setiap hari 6
  • Klorida serum: Monitoring untuk deteksi hiperkloremia 6
  • TIK: Kontinyu jika terpasang monitor TIK 4

Batas Aman Beban Klorida

  • Maksimal beban klorida: <2055 mEq selama 7 hari untuk mengurangi risiko AKI 6
  • Risiko AKI meningkat signifikan pada pasien yang menerima beban klorida tinggi (sensitivitas 72%, spesifisitas 70%) 6
  • Pertimbangkan switch ke sodium asetat jika terjadi hiperkloremia (Cl >110 mEq/L) atau asidosis metabolik hiperkloremik 6

Pertimbangan Khusus pada Gangguan Fungsi Ginjal

Modifikasi Dosis

  • Kurangi dosis awal menjadi 0,5 mL/kg/jam pada pasien dengan gangguan ginjal 6
  • Monitoring lebih ketat: Periksa fungsi ginjal setiap 12 jam 6
  • Batasi durasi: Pertimbangkan durasi <7 hari jika fungsi ginjal memburuk 6

Tanda Bahaya untuk Menghentikan Terapi

  • Peningkatan kreatinin >50% dari baseline 6
  • Klorida serum >115 mEq/L 6
  • pH <7,25 dengan asidosis metabolik hiperkloremik 6
  • Natrium serum >155 mEq/L 5

Cairan Resusitasi Bersamaan

Gunakan kristaloid seimbang (Ringer Laktat atau Plasmalyte) untuk resusitasi volume, BUKAN NaCl 0,9%, karena kombinasi NaCl 0,9% dengan NaCl 3% akan meningkatkan beban klorida secara berlebihan dan risiko AKI 1, 7, 6

Batasan Penggunaan NaCl 0,9%

  • Maksimal 1-1,5 liter NaCl 0,9% untuk menghindari asidosis metabolik hiperkloremik 1, 7
  • Hindari volume besar karena meningkatkan mortalitas pada studi observasional 8

Perbandingan dengan Alternatif Lain

NaCl 3% vs Mannitol

  • NaCl 3% lebih superior: Durasi kerja lebih lama, cerebral perfusion pressure lebih tinggi (108,4 vs 79,6 mmHg), dan kandungan air di white matter lesi lebih rendah (65,5% vs 67,9%) dibandingkan mannitol 3
  • Mannitol tidak terbukti bermanfaat dalam RCT pada ICH (mortalitas dan disabilitas serupa dengan kontrol) 9

Bukti Klinis NaCl 3%

  • Studi non-randomized menunjukkan pengurangan edema perihaematoma dan tren penurunan mortalitas dibandingkan kontrol historis 9
  • Namun, belum ada RCT berkualitas tinggi yang membuktikan manfaat definitif pada outcome mortalitas atau morbiditas 9

Peringatan Penting

Kontraindikasi Relatif

  • Jangan gunakan NaCl 3% untuk resusitasi volume pada syok hemoragik tanpa hipertensi intrakranial 1
  • Hindari pada pasien dengan gagal jantung kongestif atau overload volume 9

Pitfall yang Harus Dihindari

  • Jangan menghentikan NaCl 3% secara tiba-tiba karena dapat menyebabkan rebound edema serebral 2
  • Jangan menggunakan larutan hipotonik (termasuk Ringer Laktat untuk resusitasi) pada pasien dengan cedera otak akut karena meningkatkan mortalitas 9, 7
  • Jangan menutup drainase ventrikel eksternal >1 jam setelah injeksi obat karena dapat menyebabkan peningkatan TIK 4

Target Tekanan Perfusi Serebral

  • Pertahankan CPP 60-70 mmHg selama penurunan tekanan darah pada pasien dengan ICH besar yang memerlukan monitoring TIK atau IVH berat dengan drainase ventrikel 1

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.