What is the complete picture of acute liver failure (ALF)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 25, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Gagal Hati Akut (Acute Liver Failure/ALF): Gambaran Lengkap

Gagal hati akut adalah sindrom yang mengancam jiwa yang ditandai dengan disfungsi hati yang cepat, koagulopati (INR ≥1.5), dan ensefalopati hepatik pada pasien tanpa penyakit hati sebelumnya, dengan durasi penyakit ≤26 minggu. 1, 2

Definisi dan Klasifikasi

  • Gagal hati akut berat (severe ALF): PT ratio <50% 1
  • Gagal hati akut serius (serious ALF): PT ratio <50% disertai ensefalopati 1
  • Fulminant hepatitis: ensefalopati terjadi dalam 15 hari sejak onset jaundice 1
  • Angka kelangsungan hidup 2 tahun mencapai ~90% dengan transplantasi dan ~90% pada ALF akibat parasetamol tanpa transplantasi 1

Etiologi dan Prognosis

Penyebab Utama ALF

  • Hepatotoksisitas parasetamol (22% di Prancis): penyebab paling umum, prognosis lebih baik dengan survival bebas transplantasi 50% 1
  • Hepatitis virus A dan B (14.6%): survival bebas transplantasi 50% 1
  • Obat-obatan lain (9.4%): antimikroba, antiepilepsi, statin - survival bebas transplantasi <25% 1
  • Toksin (4.8%): suplemen herbal, kokain, ekstasi, jamur 1
  • Penyebab lain (28.8%): hepatitis autoimun, penyakit Wilson, penyakit metabolik 1
  • Idiopatik (25%): penyebab tidak diketahui meskipun investigasi intensif 1

Faktor Prognostik Buruk

  • Cedera obat idiosinkratik, infeksi virus non-hepatitis A, hepatitis autoimun, keracunan jamur, penyakit Wilson, sindrom Budd-Chiari, dan penyebab tidak diketahui memiliki survival bebas transplantasi <25% 2

Evaluasi Awal dan Diagnosis

Pemeriksaan Laboratorium Segera

  • PT/INR dan faktor V: untuk konfirmasi koagulopati 1
  • Panel metabolik komprehensif: natrium, kalium, klorida, bikarbonat, kalsium, magnesium, fosfat, glukosa 2
  • Fungsi hati: AST, ALT, alkalin fosfatase, bilirubin total dan direk 1, 2
  • Kadar parasetamol serum: harus diperiksa pada SEMUA pasien dengan ALF 1
  • Serologi virus: IgM VHA, HBsAg, anti-HBc IgM 1
  • Skrining toksikologi urin: amfetamin, kokain 1
  • Analisis gas darah arteri dan laktat 1
  • Amonia arteri 1
  • Darah lengkap dan feritin 2

Pemeriksaan Tambahan Berdasarkan Usia dan Kecurigaan Klinis

  • Jika usia <40 tahun: seruloplasmin, tembaga urin 24 jam, pemeriksaan slit-lamp untuk penyakit Wilson 2
  • Jika dicurigai hepatitis autoimun: ANA, ASMA, IgG 2
  • Jika dicurigai herpes simplex virus: mulai asiklovir segera (terutama jika ada demam) 1

Pencitraan

  • USG Doppler hepatik: WAJIB dilakukan untuk menyingkirkan penyakit hati kronik (asites, hepatomegali, liver dismorfik, infiltrasi maligna) dan memverifikasi patensi pembuluh darah (vena hepatik, vena porta) 1
  • Ekokardiografi: dilakukan jika dicurigai cedera hepatoseluler iskemik akut (pasien kritis dengan gagal jantung/sirkulasi primer, usia lanjut, riwayat penyakit jantung/aritmia, gagal ginjal akut, AST > ALT) 1

Manajemen Spesifik Berdasarkan Etiologi

Hepatotoksisitas Parasetamol

N-asetilsistein (NAC) harus dimulai SEGERA pada semua kasus ALF dengan overdosis parasetamol yang diketahui atau dicurigai, tanpa menunggu hasil kadar parasetamol serum. 1

  • Dosis oral: 140 mg/kg per oral atau NGT (diencerkan menjadi larutan 5%), diikuti 70 mg/kg setiap 4 jam untuk 17 dosis 1, 2
  • Dosis intravena: loading dose 150 mg/kg dalam dekstrosa 5% selama 15 menit; maintenance dose 50 mg/kg selama 4 jam diikuti 100 mg/kg selama 16 jam 1
  • Lanjutkan NAC bahkan jika >48 jam sejak ingesti 2
  • Arang aktif (1 g/kg oral) jika presentasi dalam 4 jam setelah ingesti parasetamol, diberikan tepat sebelum NAC 1, 2

NAC untuk ALF Non-Parasetamol

NAC direkomendasikan untuk SEMUA etiologi ALF untuk meningkatkan morbiditas dan mortalitas, bukan hanya untuk kasus parasetamol. 1

  • Studi retrospektif menunjukkan lebih sedikit pasien yang berkembang menjadi ensefalopati grade III-IV (51% vs 75%, P<0.05) atau meninggal (37% vs 63%, P<0.05) dengan NAC 1

Hepatitis Virus

  • Hepatitis A dan B: hanya perawatan suportif, tidak ada terapi spesifik yang terbukti efektif 2
  • Herpes simplex virus atau varicella zoster: asiklovir segera dan masukkan ke daftar tunggu transplantasi 2

Hepatitis Autoimun

  • Biopsi hati (pendekatan transjugular) untuk konfirmasi diagnosis 2
  • Prednison 40-60 mg/hari 2
  • Masukkan ke daftar tunggu transplantasi bahkan saat memberikan kortikosteroid 2

Penyakit Wilson

  • Uniformly fatal tanpa transplantasi 2
  • Terapi untuk menurunkan tembaga serum akut: albumin dialisis, hemofiltrasi kontinyu, plasmaferesis, atau plasma exchange 2
  • JANGAN gunakan penisilinamin pada ALF karena risiko hipersensitivitas 2

Keracunan Jamur (Amanita phalloides)

  • Lavage lambung dan arang aktif via NGT jika masih dini 1
  • Resusitasi cairan 1
  • Pertimbangkan penisilin G dan silymarin 2
  • Masukkan ke daftar transplantasi karena sering merupakan satu-satunya pilihan penyelamatan 2

Acute Fatty Liver of Pregnancy/HELLP Syndrome

  • Konsultasi obstetri dan persalinan segera 2
  • Pemulihan biasanya cepat setelah persalinan dengan hanya perawatan suportif 2

Hepatitis Iskemik ("Shock Liver")

  • Dukungan kardiovaskular adalah terapi pilihan 2
  • Transplantasi jarang diindikasikan 2

Sindrom Budd-Chiari

  • Transplantasi diindikasikan jika ada gagal hati signifikan 2
  • Singkirkan keganasan yang mendasari sebelum transplantasi 2

Hepatotoksisitas Obat

  • Hentikan semua obat kecuali yang esensial 2
  • Dapatkan riwayat obat lengkap: obat resep, obat bebas, herbal, suplemen diet 2

Manajemen Komplikasi Organ Ekstrahepatal

Sistem Saraf Pusat dan Ensefalopati Hepatik

Ensefalopati harus dipantau secara sering, dan intubasi trakea dengan sedasi diindikasikan jika ensefalopati progresif (Glasgow <8). 1

Yang HARUS Dilakukan:

  • Pertahankan natrium serum 140-145 mmol/L 1
  • Monitor glukosa darah minimal setiap 2 jam 1
  • Praktik untuk meminimalkan kedalaman sedasi 1
  • USG Doppler transkranial untuk monitoring 1
  • Posisikan kepala elevasi 30 derajat 2
  • Kontrol kejang dengan fenitoin, tambahkan diazepam hanya jika diperlukan 2
  • Gunakan propofol untuk sedasi karena farmakokinetik yang menguntungkan 2

Yang TIDAK BOLEH Dilakukan:

  • JANGAN berikan benzodiazepin dan obat psikotropik (seperti metoklopramid) 1
  • JANGAN gunakan laktulose atau rifaximin untuk menurunkan kadar amonia pada ALF 1

Sistem Respirasi

  • Strategi ventilator protektif paru standar 1
  • Berikan terapi oksigen dan ventilasi mekanik jika terjadi gagal napas 2
  • Hindari PEEP tinggi (>10 cmH₂O) karena risiko kongesti hepatik 2

Sistem Kardiovaskular

Pertahankan mean arterial pressure ≥50-60 mmHg melalui resusitasi cairan agresif terlebih dahulu. 2

  • Penilaian status volume, cardiac output, dan fungsi jantung (fungsi kanan dan kiri) 1
  • Ekspansi cairan menggunakan kristaloid sebagai pilihan pertama 1
  • Koloid (albumin) lebih disukai daripada kristaloid untuk resusitasi 2
  • Semua larutan harus mengandung dekstrosa untuk mempertahankan euglikemia 2
  • Infusi norepinefrin untuk hipotensi refrakter 1
  • Jika resusitasi cairan gagal: gunakan epinefrin, norepinefrin, atau dopamin (BUKAN vasopresin) 2
  • Pertimbangkan kateterisasi arteri pulmonalis pada pasien yang tidak stabil secara hemodinamik 2

Sistem Ginjal

  • Terapi penggantian ginjal menggunakan modus kontinyu (CRRT) daripada hemodialisis intermiten 1, 2
  • Hindari obat nefrotoksik, termasuk NSAID 1
  • Antikoagulasi sitrat regional harus dimonitor karena potensi efek metabolik pada ALF 2

Sistem Gastrointestinal

  • Profilaksis ulkus stres dengan H2 blocker atau proton pump inhibitor 1, 2
  • Sukralfat dapat diterima sebagai terapi lini kedua 2

Koagulasi

Koreksi koagulopati rutin TIDAK direkomendasikan: batasi pemberian faktor pembekuan kecuali ada perdarahan aktif atau prosedur invasif. 1

  • Berikan vitamin K 2
  • Fresh frozen plasma (FFP) hanya untuk prosedur invasif atau perdarahan aktif 2
  • Trombosit diberikan untuk hitung <10.000/mm³ atau sebelum prosedur invasif 2
  • Faktor VII rekombinan teraktivasi dapat dipertimbangkan untuk prosedur invasif 2
  • Sebagian besar pasien ALF memiliki hemostasis yang seimbang kembali antara faktor pro- dan antikoagulan 2
  • Komplikasi perdarahan hanya terjadi pada 10% pasien 2

Sistem Imun dan Infeksi

  • Antibiotik spektrum luas empiris harus diberikan pada pasien dengan ensefalopati yang memburuk atau tanda-tanda SIRS 1
  • Skrining agresif untuk infeksi dan terapi dini karena infeksi bakteri adalah presipitan umum 2

Manajemen Metabolik

  • Kelola hipoglikemia dengan infus glukosa kontinyu 2
  • Monitor dan suplementasi kadar fosfat, magnesium, dan kalium sesuai kebutuhan 2
  • Mulai pemberian makan enteral dini dengan asupan protein moderat (sekitar 60 gram per hari) 2
  • Hindari restriksi protein berat 2
  • Asam amino rantai cabang tidak terbukti superior dibanding preparat enteral lain 2
  • Jika pemberian makan enteral kontraindikasi: nutrisi parenteral adalah pilihan meskipun ada risiko infeksi jamur 2

Kriteria Transplantasi Hati dan Prognosis

Transplantasi hati darurat diindikasikan ketika indikator prognostik menunjukkan kemungkinan kematian tinggi. 2

Indikator Prognostik

  • King's College Criteria tetap alat prognostik terbaik, meskipun sensitivitas terbatas (50-60%) 2
  • Angka kelangsungan hidup pasca-transplantasi mencapai 80-90% bahkan pada pasien dengan kegagalan organ multipel 2

Kapan Menghubungi Pusat Transplantasi

  • Kontak dini dengan pusat transplantasi harus dimulai segera dalam proses evaluasi 1, 2
  • "Jendela transplantasi" sering sempit 2
  • Masukkan pasien ke daftar tunggu lebih awal dalam perjalanan ALF, terutama yang cocok untuk transplantasi 2

Sistem Dukungan Hati

  • Berbagai sistem dukungan hati telah diuji tanpa bukti pasti efikasi 2
  • Sistem sorben dapat menunjukkan perbaikan sementara ensefalopati hepatik tetapi tidak ada perbaikan fungsi hepatik atau manfaat jangka panjang 2
  • Plasma exchange dapat berguna untuk pasien ALF, terutama di pusat non-transplantasi 3
  • Bioartificial liver berbasis hepatosit porcine menunjukkan peningkatan survival jangka pendek pada beberapa pasien, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan 2

Prinsip Perawatan ICU

Semua pasien dengan ALF memerlukan admisi ICU atau unit perawatan intermediate untuk monitoring kontinyu fungsi hati, ginjal, otak, paru, koagulasi, dan sirkulasi. 2

Monitoring Esensial

  • Pemantauan status mental secara sering dan transfer ke ICU jika tingkat kesadaran menurun 2
  • Parameter koagulasi, darah lengkap, panel metabolik, dan gas darah arteri 4
  • CT kepala untuk menyingkirkan perdarahan intrakranial atau penyebab struktural lain 4

Perangkap Umum yang Harus Dihindari

  • Infiltrasi maligna hati dapat meniru ALF: pertimbangkan pada pasien dengan riwayat kanker atau hepatomegali masif 2
  • Perubahan kadar aminotransferase berkorelasi buruk dengan prognosis 2
  • Kadar parasetamol rendah atau tidak terdeteksi TIDAK menyingkirkan keracunan parasetamol karena waktu ingesti mungkin jauh atau tidak diketahui 1
  • Kortikosteroid sistemik tidak efektif untuk terapi ALF umum, kecuali pada hepatitis autoimun 2

Algoritma Manajemen Praktis

  1. Konfirmasi diagnosis: PT/INR ≥1.5 + ensefalopati + tidak ada penyakit hati sebelumnya 2
  2. Admisi ICU segera dan hubungi pusat transplantasi 1, 2
  3. Mulai NAC segera untuk semua etiologi 1
  4. Investigasi etiologi lengkap (laboratorium + pencitraan) 1
  5. Terapi spesifik etiologi jika tersedia 2
  6. Manajemen suportif organ ekstrahepatal 1
  7. Evaluasi kriteria transplantasi secara serial 2
  8. Transfer ke pusat transplantasi jika memenuhi kriteria 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Acute Liver Failure Treatment

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Acute liver failure.

Lancet (London, England), 2024

Guideline

Management of Metabolic Encephalopathy in the ICU

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.