Gagal Hati Akut (Acute Liver Failure/ALF): Gambaran Lengkap
Gagal hati akut adalah sindrom yang mengancam jiwa yang ditandai dengan disfungsi hati yang cepat, koagulopati (INR ≥1.5), dan ensefalopati hepatik pada pasien tanpa penyakit hati sebelumnya, dengan durasi penyakit ≤26 minggu. 1, 2
Definisi dan Klasifikasi
- Gagal hati akut berat (severe ALF): PT ratio <50% 1
- Gagal hati akut serius (serious ALF): PT ratio <50% disertai ensefalopati 1
- Fulminant hepatitis: ensefalopati terjadi dalam 15 hari sejak onset jaundice 1
- Angka kelangsungan hidup 2 tahun mencapai ~90% dengan transplantasi dan ~90% pada ALF akibat parasetamol tanpa transplantasi 1
Etiologi dan Prognosis
Penyebab Utama ALF
- Hepatotoksisitas parasetamol (22% di Prancis): penyebab paling umum, prognosis lebih baik dengan survival bebas transplantasi 50% 1
- Hepatitis virus A dan B (14.6%): survival bebas transplantasi 50% 1
- Obat-obatan lain (9.4%): antimikroba, antiepilepsi, statin - survival bebas transplantasi <25% 1
- Toksin (4.8%): suplemen herbal, kokain, ekstasi, jamur 1
- Penyebab lain (28.8%): hepatitis autoimun, penyakit Wilson, penyakit metabolik 1
- Idiopatik (25%): penyebab tidak diketahui meskipun investigasi intensif 1
Faktor Prognostik Buruk
- Cedera obat idiosinkratik, infeksi virus non-hepatitis A, hepatitis autoimun, keracunan jamur, penyakit Wilson, sindrom Budd-Chiari, dan penyebab tidak diketahui memiliki survival bebas transplantasi <25% 2
Evaluasi Awal dan Diagnosis
Pemeriksaan Laboratorium Segera
- PT/INR dan faktor V: untuk konfirmasi koagulopati 1
- Panel metabolik komprehensif: natrium, kalium, klorida, bikarbonat, kalsium, magnesium, fosfat, glukosa 2
- Fungsi hati: AST, ALT, alkalin fosfatase, bilirubin total dan direk 1, 2
- Kadar parasetamol serum: harus diperiksa pada SEMUA pasien dengan ALF 1
- Serologi virus: IgM VHA, HBsAg, anti-HBc IgM 1
- Skrining toksikologi urin: amfetamin, kokain 1
- Analisis gas darah arteri dan laktat 1
- Amonia arteri 1
- Darah lengkap dan feritin 2
Pemeriksaan Tambahan Berdasarkan Usia dan Kecurigaan Klinis
- Jika usia <40 tahun: seruloplasmin, tembaga urin 24 jam, pemeriksaan slit-lamp untuk penyakit Wilson 2
- Jika dicurigai hepatitis autoimun: ANA, ASMA, IgG 2
- Jika dicurigai herpes simplex virus: mulai asiklovir segera (terutama jika ada demam) 1
Pencitraan
- USG Doppler hepatik: WAJIB dilakukan untuk menyingkirkan penyakit hati kronik (asites, hepatomegali, liver dismorfik, infiltrasi maligna) dan memverifikasi patensi pembuluh darah (vena hepatik, vena porta) 1
- Ekokardiografi: dilakukan jika dicurigai cedera hepatoseluler iskemik akut (pasien kritis dengan gagal jantung/sirkulasi primer, usia lanjut, riwayat penyakit jantung/aritmia, gagal ginjal akut, AST > ALT) 1
Manajemen Spesifik Berdasarkan Etiologi
Hepatotoksisitas Parasetamol
N-asetilsistein (NAC) harus dimulai SEGERA pada semua kasus ALF dengan overdosis parasetamol yang diketahui atau dicurigai, tanpa menunggu hasil kadar parasetamol serum. 1
- Dosis oral: 140 mg/kg per oral atau NGT (diencerkan menjadi larutan 5%), diikuti 70 mg/kg setiap 4 jam untuk 17 dosis 1, 2
- Dosis intravena: loading dose 150 mg/kg dalam dekstrosa 5% selama 15 menit; maintenance dose 50 mg/kg selama 4 jam diikuti 100 mg/kg selama 16 jam 1
- Lanjutkan NAC bahkan jika >48 jam sejak ingesti 2
- Arang aktif (1 g/kg oral) jika presentasi dalam 4 jam setelah ingesti parasetamol, diberikan tepat sebelum NAC 1, 2
NAC untuk ALF Non-Parasetamol
NAC direkomendasikan untuk SEMUA etiologi ALF untuk meningkatkan morbiditas dan mortalitas, bukan hanya untuk kasus parasetamol. 1
- Studi retrospektif menunjukkan lebih sedikit pasien yang berkembang menjadi ensefalopati grade III-IV (51% vs 75%, P<0.05) atau meninggal (37% vs 63%, P<0.05) dengan NAC 1
Hepatitis Virus
- Hepatitis A dan B: hanya perawatan suportif, tidak ada terapi spesifik yang terbukti efektif 2
- Herpes simplex virus atau varicella zoster: asiklovir segera dan masukkan ke daftar tunggu transplantasi 2
Hepatitis Autoimun
- Biopsi hati (pendekatan transjugular) untuk konfirmasi diagnosis 2
- Prednison 40-60 mg/hari 2
- Masukkan ke daftar tunggu transplantasi bahkan saat memberikan kortikosteroid 2
Penyakit Wilson
- Uniformly fatal tanpa transplantasi 2
- Terapi untuk menurunkan tembaga serum akut: albumin dialisis, hemofiltrasi kontinyu, plasmaferesis, atau plasma exchange 2
- JANGAN gunakan penisilinamin pada ALF karena risiko hipersensitivitas 2
Keracunan Jamur (Amanita phalloides)
- Lavage lambung dan arang aktif via NGT jika masih dini 1
- Resusitasi cairan 1
- Pertimbangkan penisilin G dan silymarin 2
- Masukkan ke daftar transplantasi karena sering merupakan satu-satunya pilihan penyelamatan 2
Acute Fatty Liver of Pregnancy/HELLP Syndrome
- Konsultasi obstetri dan persalinan segera 2
- Pemulihan biasanya cepat setelah persalinan dengan hanya perawatan suportif 2
Hepatitis Iskemik ("Shock Liver")
Sindrom Budd-Chiari
- Transplantasi diindikasikan jika ada gagal hati signifikan 2
- Singkirkan keganasan yang mendasari sebelum transplantasi 2
Hepatotoksisitas Obat
- Hentikan semua obat kecuali yang esensial 2
- Dapatkan riwayat obat lengkap: obat resep, obat bebas, herbal, suplemen diet 2
Manajemen Komplikasi Organ Ekstrahepatal
Sistem Saraf Pusat dan Ensefalopati Hepatik
Ensefalopati harus dipantau secara sering, dan intubasi trakea dengan sedasi diindikasikan jika ensefalopati progresif (Glasgow <8). 1
Yang HARUS Dilakukan:
- Pertahankan natrium serum 140-145 mmol/L 1
- Monitor glukosa darah minimal setiap 2 jam 1
- Praktik untuk meminimalkan kedalaman sedasi 1
- USG Doppler transkranial untuk monitoring 1
- Posisikan kepala elevasi 30 derajat 2
- Kontrol kejang dengan fenitoin, tambahkan diazepam hanya jika diperlukan 2
- Gunakan propofol untuk sedasi karena farmakokinetik yang menguntungkan 2
Yang TIDAK BOLEH Dilakukan:
- JANGAN berikan benzodiazepin dan obat psikotropik (seperti metoklopramid) 1
- JANGAN gunakan laktulose atau rifaximin untuk menurunkan kadar amonia pada ALF 1
Sistem Respirasi
- Strategi ventilator protektif paru standar 1
- Berikan terapi oksigen dan ventilasi mekanik jika terjadi gagal napas 2
- Hindari PEEP tinggi (>10 cmH₂O) karena risiko kongesti hepatik 2
Sistem Kardiovaskular
Pertahankan mean arterial pressure ≥50-60 mmHg melalui resusitasi cairan agresif terlebih dahulu. 2
- Penilaian status volume, cardiac output, dan fungsi jantung (fungsi kanan dan kiri) 1
- Ekspansi cairan menggunakan kristaloid sebagai pilihan pertama 1
- Koloid (albumin) lebih disukai daripada kristaloid untuk resusitasi 2
- Semua larutan harus mengandung dekstrosa untuk mempertahankan euglikemia 2
- Infusi norepinefrin untuk hipotensi refrakter 1
- Jika resusitasi cairan gagal: gunakan epinefrin, norepinefrin, atau dopamin (BUKAN vasopresin) 2
- Pertimbangkan kateterisasi arteri pulmonalis pada pasien yang tidak stabil secara hemodinamik 2
Sistem Ginjal
- Terapi penggantian ginjal menggunakan modus kontinyu (CRRT) daripada hemodialisis intermiten 1, 2
- Hindari obat nefrotoksik, termasuk NSAID 1
- Antikoagulasi sitrat regional harus dimonitor karena potensi efek metabolik pada ALF 2
Sistem Gastrointestinal
- Profilaksis ulkus stres dengan H2 blocker atau proton pump inhibitor 1, 2
- Sukralfat dapat diterima sebagai terapi lini kedua 2
Koagulasi
Koreksi koagulopati rutin TIDAK direkomendasikan: batasi pemberian faktor pembekuan kecuali ada perdarahan aktif atau prosedur invasif. 1
- Berikan vitamin K 2
- Fresh frozen plasma (FFP) hanya untuk prosedur invasif atau perdarahan aktif 2
- Trombosit diberikan untuk hitung <10.000/mm³ atau sebelum prosedur invasif 2
- Faktor VII rekombinan teraktivasi dapat dipertimbangkan untuk prosedur invasif 2
- Sebagian besar pasien ALF memiliki hemostasis yang seimbang kembali antara faktor pro- dan antikoagulan 2
- Komplikasi perdarahan hanya terjadi pada 10% pasien 2
Sistem Imun dan Infeksi
- Antibiotik spektrum luas empiris harus diberikan pada pasien dengan ensefalopati yang memburuk atau tanda-tanda SIRS 1
- Skrining agresif untuk infeksi dan terapi dini karena infeksi bakteri adalah presipitan umum 2
Manajemen Metabolik
- Kelola hipoglikemia dengan infus glukosa kontinyu 2
- Monitor dan suplementasi kadar fosfat, magnesium, dan kalium sesuai kebutuhan 2
- Mulai pemberian makan enteral dini dengan asupan protein moderat (sekitar 60 gram per hari) 2
- Hindari restriksi protein berat 2
- Asam amino rantai cabang tidak terbukti superior dibanding preparat enteral lain 2
- Jika pemberian makan enteral kontraindikasi: nutrisi parenteral adalah pilihan meskipun ada risiko infeksi jamur 2
Kriteria Transplantasi Hati dan Prognosis
Transplantasi hati darurat diindikasikan ketika indikator prognostik menunjukkan kemungkinan kematian tinggi. 2
Indikator Prognostik
- King's College Criteria tetap alat prognostik terbaik, meskipun sensitivitas terbatas (50-60%) 2
- Angka kelangsungan hidup pasca-transplantasi mencapai 80-90% bahkan pada pasien dengan kegagalan organ multipel 2
Kapan Menghubungi Pusat Transplantasi
- Kontak dini dengan pusat transplantasi harus dimulai segera dalam proses evaluasi 1, 2
- "Jendela transplantasi" sering sempit 2
- Masukkan pasien ke daftar tunggu lebih awal dalam perjalanan ALF, terutama yang cocok untuk transplantasi 2
Sistem Dukungan Hati
- Berbagai sistem dukungan hati telah diuji tanpa bukti pasti efikasi 2
- Sistem sorben dapat menunjukkan perbaikan sementara ensefalopati hepatik tetapi tidak ada perbaikan fungsi hepatik atau manfaat jangka panjang 2
- Plasma exchange dapat berguna untuk pasien ALF, terutama di pusat non-transplantasi 3
- Bioartificial liver berbasis hepatosit porcine menunjukkan peningkatan survival jangka pendek pada beberapa pasien, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan 2
Prinsip Perawatan ICU
Semua pasien dengan ALF memerlukan admisi ICU atau unit perawatan intermediate untuk monitoring kontinyu fungsi hati, ginjal, otak, paru, koagulasi, dan sirkulasi. 2
Monitoring Esensial
- Pemantauan status mental secara sering dan transfer ke ICU jika tingkat kesadaran menurun 2
- Parameter koagulasi, darah lengkap, panel metabolik, dan gas darah arteri 4
- CT kepala untuk menyingkirkan perdarahan intrakranial atau penyebab struktural lain 4
Perangkap Umum yang Harus Dihindari
- Infiltrasi maligna hati dapat meniru ALF: pertimbangkan pada pasien dengan riwayat kanker atau hepatomegali masif 2
- Perubahan kadar aminotransferase berkorelasi buruk dengan prognosis 2
- Kadar parasetamol rendah atau tidak terdeteksi TIDAK menyingkirkan keracunan parasetamol karena waktu ingesti mungkin jauh atau tidak diketahui 1
- Kortikosteroid sistemik tidak efektif untuk terapi ALF umum, kecuali pada hepatitis autoimun 2
Algoritma Manajemen Praktis
- Konfirmasi diagnosis: PT/INR ≥1.5 + ensefalopati + tidak ada penyakit hati sebelumnya 2
- Admisi ICU segera dan hubungi pusat transplantasi 1, 2
- Mulai NAC segera untuk semua etiologi 1
- Investigasi etiologi lengkap (laboratorium + pencitraan) 1
- Terapi spesifik etiologi jika tersedia 2
- Manajemen suportif organ ekstrahepatal 1
- Evaluasi kriteria transplantasi secara serial 2
- Transfer ke pusat transplantasi jika memenuhi kriteria 2