Evaluasi Segera untuk Nyeri Kepala Hebat pada Pasien Lansia dengan Riwayat Stroke yang Menggunakan Aspirin
Pasien ini memerlukan pencitraan otak segera (CT scan atau MRI) untuk menyingkirkan perdarahan intrakranial, karena nyeri kepala hebat pada pengguna aspirin dengan riwayat stroke merupakan tanda bahaya potensial untuk komplikasi hemoragik.
Langkah Evaluasi Awal yang Harus Dilakukan
1. Pencitraan Otak Darurat
- Lakukan CT scan kepala tanpa kontras atau MRI otak segera untuk menyingkirkan perdarahan intrakranial, transformasi hemoragik dari infark sebelumnya, atau stroke iskemik baru 1
- Aspirin meningkatkan risiko perdarahan intrakranial, terutama pada pasien lansia dengan riwayat stroke 1
2. Evaluasi Klinis Spesifik
- Periksa defisit neurologis fokal baru atau perburukan defisit yang sudah ada, karena ini dapat mengindikasikan stroke berulang atau perdarahan 2
- Nilai tingkat kesadaran, karena penurunan kesadaran dapat menunjukkan toksisitas salisilat atau komplikasi intrakranial 2, 3
- Tanyakan secara spesifik tentang: tinnitus, gangguan penglihatan, sesak napas, dan kebingungan—gejala-gejala ini dapat mengindikasikan toksisitas salisilat 2
- Konfirmasi dosis aspirin yang digunakan dan apakah pasien mengonsumsi obat lain yang mengandung salisilat, karena toksisitas salisilat dapat menyebabkan defisit neurologis akut pada lansia 2, 3
3. Pemeriksaan Laboratorium Penting
- Periksa kadar salisilat serum jika dicurigai toksisitas (batas terapeutik atas 19.9 mg/dl) 2
- Periksa fungsi ginjal (kreatinin serum), elektrolit, dan hitung darah lengkap 3
- Lansia dengan riwayat medis kompleks lebih rentan terhadap efek samping salisilat termasuk perdarahan saluran cerna, insufisiensi ginjal, dan toksisitas SSP 3
Pertimbangan Manajemen Berdasarkan Hasil Pencitraan
Jika Pencitraan Menunjukkan Perdarahan Intrakranial
- Hentikan aspirin segera 1
- Konsultasi bedah saraf untuk manajemen perdarahan
- Pertimbangkan reversal koagulopati jika ada
Jika Pencitraan Menunjukkan Stroke Iskemik Baru
- Jangan meningkatkan dosis aspirin, karena tidak ada bukti bahwa peningkatan dosis memberikan manfaat tambahan pada pasien yang mengalami stroke iskemik saat menggunakan aspirin 1
- Pertimbangkan beralih ke agen antiplatelet alternatif:
- Hindari menambahkan clopidogrel ke aspirin untuk terapi jangka panjang, karena kombinasi ini meningkatkan risiko perdarahan mayor tanpa manfaat signifikan untuk pencegahan stroke sekunder (peningkatan absolut 1.3% perdarahan yang mengancam jiwa) 1, 4
Jika Pencitraan Normal dan Dicurigai Toksisitas Salisilat
- Berikan arang aktif oral jika pasien sadar dan dapat melindungi jalan napas 2
- Berikan natrium bikarbonat intravena dan penggantian kalium 2
- Hentikan sementara aspirin sampai kadar salisilat kembali normal
Jika Pencitraan Normal dan Bukan Toksisitas Salisilat
- Pertimbangkan penyebab nyeri kepala lain (migrain, tension headache, arteritis temporalis pada lansia)
- Evaluasi untuk diseksi arteri jika ada faktor risiko atau presentasi klinis yang sesuai 1
- Perhatikan bahwa dipyridamole (jika dipertimbangkan sebagai alternatif) sering menyebabkan nyeri kepala dan tidak ditoleransi oleh beberapa pasien 1
Peringatan Penting
- Gejala neurologis adalah manifestasi umum dari toksisitas salisilat pada lansia dan pengenalan dini dapat memungkinkan diagnosis lebih cepat 2, 3
- Jangan mengabaikan nyeri kepala hebat pada pengguna aspirin—ini bisa menjadi tanda perdarahan intrakranial, terutama pada pasien lansia dengan riwayat stroke 1
- Kombinasi antiplatelet ganda (aspirin + clopidogrel) meningkatkan risiko perdarahan intrakranial (HR 1.42,95% CI 1.11-1.83) dan tidak direkomendasikan untuk pencegahan stroke jangka panjang 1