Is clarithromycin (Clarithromycin) safe for a patient with Chronic Kidney Disease (CKD)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 26, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Klaritromisin pada Pasien dengan CKD

Klaritromisin dapat digunakan pada pasien dengan CKD, tetapi memerlukan penyesuaian dosis pada gangguan ginjal berat (CrCl <30 mL/menit) dan harus dihindari bersamaan dengan obat-obatan tertentu yang meningkatkan risiko nefrotoksisitas, terutama statin dan calcium channel blockers. 1

Penyesuaian Dosis Berdasarkan Fungsi Ginjal

CKD Ringan hingga Sedang (CrCl ≥30 mL/menit)

  • Tidak diperlukan penyesuaian dosis pada pasien dengan fungsi ginjal yang relatif terjaga 1
  • Dosis standar 250-500 mg dua kali sehari dapat diberikan dengan aman 2

CKD Berat (CrCl <30 mL/menit)

  • Penyesuaian dosis atau perpanjangan interval pemberian sangat dianjurkan karena klaritromisin terutama dieliminasi melalui ginjal 1
  • Pada gangguan ginjal berat, konsentrasi plasma klaritromisin dan metabolit aktifnya (14-hydroxyclarithromycin) meningkat secara signifikan dengan waktu paruh eliminasi yang memanjang 2
  • Pertimbangkan pengurangan dosis hingga 50% atau perpanjangan interval dosis 1, 2

Pasien Dialisis

  • Data terbatas tersedia untuk pasien hemodialisis 3
  • Monitoring ketat diperlukan jika klaritromisin harus diberikan pada populasi ini 4

Interaksi Obat yang Meningkatkan Risiko Nefrotoksisitas

Kombinasi dengan Statin (Risiko Tinggi)

  • Kombinasi klaritromisin dengan statin yang dimetabolisme CYP3A4 (seperti simvastatin, atorvastatin, lovastatin) sangat meningkatkan risiko rhabdomyolysis dan acute kidney injury 5
  • Klaritromisin menghambat enzim CYP3A4 yang memetabolisme statin, menyebabkan akumulasi statin dan peningkatan risiko kerusakan otot 5
  • Jika kombinasi tidak dapat dihindari, pertimbangkan menghentikan statin sementara selama terapi klaritromisin atau gunakan makrolid alternatif seperti azithromycin yang tidak menghambat CYP3A4 5

Kombinasi dengan Calcium Channel Blockers (Risiko Tinggi)

  • Penggunaan bersamaan klaritromisin dengan calcium channel blockers (terutama nifedipine, amlodipine, diltiazem, verapamil) meningkatkan risiko acute kidney injury hingga 2 kali lipat 6
  • Risiko hospitalisasi karena AKI meningkat dari 0.22% menjadi 0.44% (absolute risk increase 0.22%) dibandingkan dengan azithromycin 6
  • Risiko tertinggi terjadi dengan dihydropyridines, khususnya nifedipine (OR 5.33) 6
  • Kombinasi ini juga meningkatkan risiko hipotensi dan mortalitas dalam 30 hari 6

Kombinasi dengan Theophylline

  • Klaritromisin meningkatkan konsentrasi serum theophylline melalui inhibisi jalur sitokrom P450 7
  • Toksisitas theophylline dapat menyebabkan rhabdomyolysis dan acute renal failure, terutama pada pasien lanjut usia dengan dehidrasi 7

Monitoring yang Diperlukan

Pemantauan Fungsi Ginjal

  • Monitor eGFR, elektrolit, dan kreatinin serum pada pasien CKD yang menerima klaritromisin, terutama jika dikombinasikan dengan obat nefrotoksik lain 5
  • Pemantauan harus dilakukan sebelum memulai terapi dan secara berkala selama pengobatan 5

Evaluasi Nefrotoksin

  • Hindari kombinasi multiple nefrotoksin karena setiap nefrotoksin tambahan meningkatkan odds AKI sebesar 53% 5
  • Kombinasi 3 atau lebih nefrotoksin meningkatkan risiko AKI lebih dari dua kali lipat 5

Pertimbangan Khusus pada Populasi Rentan

Pasien Lanjut Usia

  • Pasien lanjut usia lebih rentan terhadap toksisitas obat karena penurunan fungsi ginjal terkait usia 1
  • Risiko interaksi obat dengan calcium channel blockers dan colchicine lebih tinggi pada populasi ini 1
  • Beberapa kasus kematian dilaporkan pada pasien lanjut usia yang menerima kombinasi klaritromisin dengan colchicine, terutama dengan insufisiensi ginjal 1

Pasien dengan Gangguan Hepar dan Ginjal Bersamaan

  • Pada pasien dengan gangguan ginjal berat disertai gangguan hepar, penyesuaian dosis atau perpanjangan interval lebih konservatif diperlukan 1

Alternatif yang Lebih Aman

  • Pertimbangkan azithromycin sebagai alternatif pada pasien CKD yang juga menggunakan statin atau calcium channel blockers karena azithromycin tidak menghambat CYP3A4 secara signifikan 5, 6
  • Azithromycin menunjukkan profil keamanan yang lebih baik dalam hal interaksi obat dan risiko nefrotoksisitas 6

Peringatan Penting

  • Evaluasi kebutuhan klinis klaritromisin versus risiko pada setiap pasien CKD, terutama jika ada alternatif antibiotik yang lebih aman 5
  • Hindari penggunaan klaritromisin jika pasien sudah menerima 2 atau lebih nefrotoksin lain 5
  • Edukasi pasien untuk melaporkan gejala seperti kelemahan otot, urin berwarna gelap, atau penurunan output urin yang dapat mengindikasikan komplikasi 5

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.