Klaritromisin pada Pasien dengan CKD
Klaritromisin dapat digunakan pada pasien dengan CKD, tetapi memerlukan penyesuaian dosis pada gangguan ginjal berat (CrCl <30 mL/menit) dan harus dihindari bersamaan dengan obat-obatan tertentu yang meningkatkan risiko nefrotoksisitas, terutama statin dan calcium channel blockers. 1
Penyesuaian Dosis Berdasarkan Fungsi Ginjal
CKD Ringan hingga Sedang (CrCl ≥30 mL/menit)
- Tidak diperlukan penyesuaian dosis pada pasien dengan fungsi ginjal yang relatif terjaga 1
- Dosis standar 250-500 mg dua kali sehari dapat diberikan dengan aman 2
CKD Berat (CrCl <30 mL/menit)
- Penyesuaian dosis atau perpanjangan interval pemberian sangat dianjurkan karena klaritromisin terutama dieliminasi melalui ginjal 1
- Pada gangguan ginjal berat, konsentrasi plasma klaritromisin dan metabolit aktifnya (14-hydroxyclarithromycin) meningkat secara signifikan dengan waktu paruh eliminasi yang memanjang 2
- Pertimbangkan pengurangan dosis hingga 50% atau perpanjangan interval dosis 1, 2
Pasien Dialisis
- Data terbatas tersedia untuk pasien hemodialisis 3
- Monitoring ketat diperlukan jika klaritromisin harus diberikan pada populasi ini 4
Interaksi Obat yang Meningkatkan Risiko Nefrotoksisitas
Kombinasi dengan Statin (Risiko Tinggi)
- Kombinasi klaritromisin dengan statin yang dimetabolisme CYP3A4 (seperti simvastatin, atorvastatin, lovastatin) sangat meningkatkan risiko rhabdomyolysis dan acute kidney injury 5
- Klaritromisin menghambat enzim CYP3A4 yang memetabolisme statin, menyebabkan akumulasi statin dan peningkatan risiko kerusakan otot 5
- Jika kombinasi tidak dapat dihindari, pertimbangkan menghentikan statin sementara selama terapi klaritromisin atau gunakan makrolid alternatif seperti azithromycin yang tidak menghambat CYP3A4 5
Kombinasi dengan Calcium Channel Blockers (Risiko Tinggi)
- Penggunaan bersamaan klaritromisin dengan calcium channel blockers (terutama nifedipine, amlodipine, diltiazem, verapamil) meningkatkan risiko acute kidney injury hingga 2 kali lipat 6
- Risiko hospitalisasi karena AKI meningkat dari 0.22% menjadi 0.44% (absolute risk increase 0.22%) dibandingkan dengan azithromycin 6
- Risiko tertinggi terjadi dengan dihydropyridines, khususnya nifedipine (OR 5.33) 6
- Kombinasi ini juga meningkatkan risiko hipotensi dan mortalitas dalam 30 hari 6
Kombinasi dengan Theophylline
- Klaritromisin meningkatkan konsentrasi serum theophylline melalui inhibisi jalur sitokrom P450 7
- Toksisitas theophylline dapat menyebabkan rhabdomyolysis dan acute renal failure, terutama pada pasien lanjut usia dengan dehidrasi 7
Monitoring yang Diperlukan
Pemantauan Fungsi Ginjal
- Monitor eGFR, elektrolit, dan kreatinin serum pada pasien CKD yang menerima klaritromisin, terutama jika dikombinasikan dengan obat nefrotoksik lain 5
- Pemantauan harus dilakukan sebelum memulai terapi dan secara berkala selama pengobatan 5
Evaluasi Nefrotoksin
- Hindari kombinasi multiple nefrotoksin karena setiap nefrotoksin tambahan meningkatkan odds AKI sebesar 53% 5
- Kombinasi 3 atau lebih nefrotoksin meningkatkan risiko AKI lebih dari dua kali lipat 5
Pertimbangan Khusus pada Populasi Rentan
Pasien Lanjut Usia
- Pasien lanjut usia lebih rentan terhadap toksisitas obat karena penurunan fungsi ginjal terkait usia 1
- Risiko interaksi obat dengan calcium channel blockers dan colchicine lebih tinggi pada populasi ini 1
- Beberapa kasus kematian dilaporkan pada pasien lanjut usia yang menerima kombinasi klaritromisin dengan colchicine, terutama dengan insufisiensi ginjal 1
Pasien dengan Gangguan Hepar dan Ginjal Bersamaan
- Pada pasien dengan gangguan ginjal berat disertai gangguan hepar, penyesuaian dosis atau perpanjangan interval lebih konservatif diperlukan 1
Alternatif yang Lebih Aman
- Pertimbangkan azithromycin sebagai alternatif pada pasien CKD yang juga menggunakan statin atau calcium channel blockers karena azithromycin tidak menghambat CYP3A4 secara signifikan 5, 6
- Azithromycin menunjukkan profil keamanan yang lebih baik dalam hal interaksi obat dan risiko nefrotoksisitas 6
Peringatan Penting
- Evaluasi kebutuhan klinis klaritromisin versus risiko pada setiap pasien CKD, terutama jika ada alternatif antibiotik yang lebih aman 5
- Hindari penggunaan klaritromisin jika pasien sudah menerima 2 atau lebih nefrotoksin lain 5
- Edukasi pasien untuk melaporkan gejala seperti kelemahan otot, urin berwarna gelap, atau penurunan output urin yang dapat mengindikasikan komplikasi 5