Cairan Perioperatif untuk Pasien Anak yang Menjalani Pembedahan
Cairan kristaloid isotonik seimbang (balanced isotonic crystalloid) seperti Ringer's Lactate dengan penambahan glukosa 1-2,5% merupakan pilihan terbaik untuk manajemen cairan perioperatif pada pasien anak.
Jenis Cairan yang Direkomendasikan
Kristaloid Isotonik Seimbang sebagai Pilihan Utama
- Larutan kristaloid isotonik seimbang (balanced isotonic crystalloid) harus lebih dipilih dibandingkan larutan hipotonik atau hipertonik untuk cairan maintenance intravena pada anak 1
- Ringer's Lactate lebih disukai dibandingkan normal saline karena mengurangi risiko asidosis metabolik hiperchloremik dan cedera ginjal akut 2, 3
- Larutan seimbang memiliki komposisi elektrolit yang lebih mendekati plasma dibandingkan normal saline, dengan rasio Na+:Cl- yang lebih fisiologis 1
Penambahan Glukosa
- Penambahan glukosa 1-2,5% ke dalam cairan maintenance sangat penting untuk mencegah hipoglikemia, mobilisasi lipid, ketosis, dan hiperglikemia pada anak 2
- Konsentrasi glukosa 1-2,5% sesuai dengan rekomendasi Sümpelmann untuk cairan perioperatif 1
- Larutan isotonik seimbang yang mengandung glukosa 4-10% dengan kalium terbatas (±4 mmol/L) akan memenuhi kebutuhan sebagian besar anak 1
Algoritma Pemilihan Cairan Berdasarkan Kondisi Klinis
Untuk Pembedahan Umum (Non-Neurologi)
- Gunakan Ringer's Lactate dengan glukosa 1-2,5% sebagai cairan maintenance 1, 2
- Target keseimbangan cairan sedikit positif (1-2 liter pada akhir operasi) untuk mengurangi mual muntah pascaoperasi 1, 4
- Laju infusi 1-2 ml/kg/jam selama operasi untuk meminimalkan risiko cedera paru pascaoperasi 4
Untuk Pembedahan Neurologi atau Trauma Kepala Berat
- Hindari Ringer's Lactate karena bersifat hipotonik (273-277 mOsm/L) yang dapat memperburuk edema serebral 1, 5
- Gunakan normal saline 0,9% sebagai terapi lini pertama pada pasien dengan cedera otak traumatik 1
- Hindari semua larutan hipotonik pada pasien bedah saraf 1
Untuk Resusitasi Cairan pada Syok atau Hipotensi
- Berikan bolus awal 20 mL/kg kristaloid isotonik (normal saline atau Ringer's Lactate) 6
- Bolus selanjutnya 10-20 mL/kg berdasarkan respons klinis, hingga total 40-60 mL/kg dalam jam pertama jika tersedia perawatan intensif 6
- Evaluasi ulang wajib dilakukan setelah setiap bolus untuk mencegah kelebihan cairan, termasuk pemantauan tekanan darah, laju jantung, waktu pengisian kapiler, status mental, dan produksi urin 6
Bukti Keunggulan Ringer's Lactate vs Normal Saline
Keuntungan Metabolik
- Pada 122 anak yang menjalani operasi kraniofasial, asidosis lebih sering terjadi pada kelompok normal saline (66-80%) dibandingkan Ringer's Lactate (26-37%) 3
- Asidosis berat (pH ≤7,25) lebih sering pada kelompok normal saline (39%) dibandingkan Ringer's Lactate (8%) 3
- Insiden hiponatremia serupa antara kedua kelompok, menunjukkan tidak ada peningkatan risiko hiponatremia dengan Ringer's Lactate 3
Keamanan Ginjal
- Volume besar normal saline menyebabkan asidosis metabolik hiperchloremik, vasokonstriksi ginjal, dan cedera ginjal akut 4
- Kristaloid seimbang mengurangi kejadian ginjal akut mayor dibandingkan normal saline 5
Larutan yang Harus Dihindari
Koloid Sintetik
- Hindari penggunaan rutin koloid sintetik karena sinyal bahaya terkait fungsi ginjal 1
- Dua uji klinis besar menunjukkan sinyal bahaya terkait penggunaan koloid sintetik di ICU 1
Albumin
- Hindari penggunaan rutin albumin pada pasien bedah anak 1
- Albumin tidak direkomendasikan secara rutin kecuali dalam keadaan klinis tertentu 1
- Pada pasien dengan cedera otak traumatik, mortalitas lebih tinggi ketika albumin digunakan untuk resusitasi 1
Larutan Hipotonik
- Larutan hipotonik secara signifikan meningkatkan risiko hiponatremia pascaoperasi (40,8% vs 22,7% dengan larutan isotonik) 7
- Larutan isotonik secara signifikan lebih aman dalam melindungi terhadap hiponatremia akut pascaoperasi pada anak 7
Pertimbangan Khusus Pascaoperasi
Manajemen Cairan Pascaoperasi
- Kurangi laju infusi larutan isotonik seimbang untuk menghindari hiponatremia dilusi selama periode pascaoperasi karena retensi air bebas yang diinduksi oleh sekresi hormon antidiuretik 2
- Transisi ke asupan oral dini dan minimalkan cairan intravena pascaoperasi untuk mempertahankan normovolemia 4
- Perhitungan keseimbangan cairan harian sangat penting untuk setiap anak yang menerima cairan maintenance intravena 1
Pemantauan
- Pemantauan glukosa dan elektrolit plasma sangat penting 1
- Komposisi cairan intravena penting dan harus disesuaikan berdasarkan hasil pemantauan 1
Peringatan Penting dan Jebakan Umum
Kelebihan Cairan
- Bahaya kelebihan cairan dan volume overload harus dihindari 1
- Kelebihan cairan (>2,5 kg peningkatan berat badan perioperatif) secara signifikan meningkatkan komplikasi termasuk kebocoran anastomosis, komplikasi paru, ketergantungan ventilator, edema usus, dan penyembuhan luka yang buruk 4
- Hindari pemberian lebih dari 60 mL/kg/hari kristaloid, karena volume melebihi ambang ini dikaitkan dengan hasil yang jauh lebih buruk pada pasien trauma anak 6
Populasi Khusus yang Memerlukan Kehati-hatian
- Anak dengan gagal jantung kongestif, penyakit ginjal kronis, atau penyakit hati memerlukan pengurangan volume dan pemantauan ketat 6
- Pasien ini memiliki toleransi cairan yang lebih rendah dan risiko akumulasi cairan yang lebih tinggi 4