Perbedaan STEMI dan OMI Anterior pada Gambaran EKG
OMI (Occlusion Myocardial Infarction) adalah paradigma yang lebih akurat daripada STEMI karena fokus pada oklusi arteri koroner aktual, bukan hanya elevasi ST-segmen—sekitar 25% pasien dengan oklusi arteri koroner tidak memenuhi kriteria STEMI tradisional namun memiliki mortalitas lebih tinggi dan memerlukan reperfusi emergensi yang sama. 1, 2
Konsep Dasar: Paradigma STEMI vs OMI
Definisi STEMI Anterior
- STEMI anterior didefinisikan sebagai elevasi ST-segmen ≥2 mm (0,2 mV) pada pria ≥40 tahun atau ≥2,5 mm pada pria <40 tahun di lead V2-V3, atau ≥1,5 mm pada wanita di lead V2-V3, dengan ≥1 mm di lead lainnya, yang harus ada di minimal 2 lead yang berdekatan 3, 4
- Elevasi ST diukur pada J-point (titik pertemuan kompleks QRS dengan segmen ST) 4
- Kriteria ini mengasumsikan bahwa elevasi ST adalah penanda oklusi arteri koroner akut 2
Definisi OMI Anterior
- OMI didefinisikan berdasarkan oklusi arteri koroner aktual yang dikonfirmasi pada angiografi (TIMI flow 0-2, atau TIMI 3 dengan troponin T puncak >1,0 ng/mL), bukan hanya berdasarkan gambaran EKG 1
- OMI dapat terjadi dengan atau tanpa elevasi ST-segmen yang memenuhi kriteria STEMI 5, 2
- Sekitar 40% pasien OMI tidak memenuhi kriteria STEMI tradisional namun tetap memiliki oklusi arteri koroner total 1
Perbedaan Kunci pada Gambaran EKG
Gambaran EKG yang Dapat Mengindikasikan OMI Meskipun Tidak Memenuhi Kriteria STEMI
Fitur EKG Subtle OMI Anterior:
Elevasi ST yang tidak memenuhi kriteria voltage STEMI namun disertai dengan gelombang T hiperakut (tall, peaked T-waves) yang proporsional lebih besar dari gelombang R 3, 5
Rasio amplitudo gelombang T terhadap gelombang R (T/R ratio) yang tinggi di lead V2-V4, terutama jika disertai dengan penurunan amplitudo gelombang R 6
QTc yang memanjang (>450 ms pada pria, >460 ms pada wanita) dapat membedakan OMI dari early repolarization normal 6
Depresi ST resiprokal di lead inferior (II, III, aVF) atau lateral (I, aVL) yang menyertai elevasi ST anterior minimal 3, 5
Elevasi ST di lead aVR dengan depresi ST multilead (≥8 lead) menunjukkan oklusi left main atau proksimal LAD 3
Formula Prediksi untuk OMI Anterior Subtle
- Sebuah formula yang telah divalidasi dapat membantu membedakan STEMI anterior subtle dari early repolarization: [1,196 × elevasi ST 60 ms setelah J-point di V3 (mm)] + [0,059 × QTc (ms)] - [0,326 × amplitudo gelombang R di V4 (mm)] 6
- Jika nilai >23,4 memprediksi STEMI dengan sensitivitas 86% dan spesifisitas 91% 6
- Formula ini menunjukkan bahwa amplitudo gelombang R yang rendah adalah pembeda penting antara OMI dan early repolarization 6
Implikasi Klinis Penting
Keterlambatan Reperfusi pada OMI Tanpa Kriteria STEMI
- Pasien dengan OMI yang tidak memenuhi kriteria STEMI mengalami keterlambatan signifikan ke kateterisasi: median 437 menit vs 41 menit untuk STEMI(+) OMI 1
- Hanya 28% pasien STEMI(-) OMI menjalani kateterisasi dalam 90 menit, dibandingkan 76% pada STEMI(+) OMI 1
- Keterlambatan ini terjadi meskipun mortalitas dan troponin puncak pada STEMI(-) OMI lebih mirip dengan STEMI(+) OMI daripada pasien tanpa oklusi 1
Pitfall yang Harus Dihindari
Jangan mengandalkan kriteria STEMI tradisional saja—sekitar 25-30% pasien dengan oklusi arteri koroner akut tidak memenuhi kriteria voltage STEMI 1, 2
Jangan mengabaikan elevasi ST "minimal" jika disertai gejala iskemia persisten, terutama jika ada gelombang T hiperakut, depresi ST resiprokal, atau QTc memanjang 5
Jangan menunda angiografi emergensi pada pasien dengan gejala iskemia refrakter meskipun EKG tidak memenuhi kriteria STEMI, terutama jika ekokardiografi menunjukkan abnormalitas gerakan dinding regional 3, 5
Perhatikan perubahan dinamis pada EKG serial—11% pasien dengan diagnosis akhir STEMI memiliki EKG awal non-diagnostik, dengan 72,4% menunjukkan perubahan diagnostik dalam 90 menit 4
Algoritma Pendekatan Praktis
Langkah 1: Evaluasi EKG 12-Lead Segera
- Ukur elevasi ST pada J-point di lead V2-V4 untuk anterior 4
- Periksa lead tambahan V7-V9 jika curiga posterior MI (depresi ST di V1-V3 dengan gelombang T terminal positif) 3, 4
Langkah 2: Identifikasi Fitur OMI Subtle
- Evaluasi rasio T/R di lead V2-V4 6, 5
- Hitung QTc (normal <450 ms pria, <460 ms wanita) 6
- Cari depresi ST resiprokal di lead inferior atau lateral 5
- Perhatikan gelombang T hiperakut meskipun elevasi ST minimal 3, 5
Langkah 3: Korelasi Klinis
- Jika gejala iskemia persisten dengan fitur EKG yang mencurigakan (meskipun tidak memenuhi kriteria STEMI), aktivasi tim kateterisasi emergensi tetap diindikasikan 5, 2
- Ekokardiografi bedside dapat mengidentifikasi abnormalitas gerakan dinding regional yang terjadi dalam menit setelah oklusi 3
Langkah 4: EKG Serial
- Ulangi EKG setiap 15-30 menit jika EKG awal ekuivokal namun kecurigaan klinis tinggi 4
- Perubahan dinamis mendukung diagnosis OMI 4, 5
Kesimpulan Praktis
Paradigma OMI menekankan bahwa keputusan reperfusi emergensi harus berdasarkan oklusi arteri koroner aktual (atau kecurigaan klinis tinggi terhadapnya), bukan hanya kriteria voltage EKG. 2 Pada OMI anterior, kombinasi elevasi ST (bahkan jika minimal), gelombang T hiperakut, rasio T/R tinggi, QTc memanjang, amplitudo R rendah, dan depresi ST resiprokal harus meningkatkan kecurigaan untuk oklusi LAD yang memerlukan angiografi emergensi, meskipun tidak memenuhi kriteria STEMI tradisional. 6, 5, 1