What is the difference between STEMI (ST-Elevation Myocardial Infarction) and OMI (Occlusion Myocardial Infarction) anterior on an EKG (Electrocardiogram)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 26, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Perbedaan STEMI dan OMI Anterior pada Gambaran EKG

OMI (Occlusion Myocardial Infarction) adalah paradigma yang lebih akurat daripada STEMI karena fokus pada oklusi arteri koroner aktual, bukan hanya elevasi ST-segmen—sekitar 25% pasien dengan oklusi arteri koroner tidak memenuhi kriteria STEMI tradisional namun memiliki mortalitas lebih tinggi dan memerlukan reperfusi emergensi yang sama. 1, 2

Konsep Dasar: Paradigma STEMI vs OMI

Definisi STEMI Anterior

  • STEMI anterior didefinisikan sebagai elevasi ST-segmen ≥2 mm (0,2 mV) pada pria ≥40 tahun atau ≥2,5 mm pada pria <40 tahun di lead V2-V3, atau ≥1,5 mm pada wanita di lead V2-V3, dengan ≥1 mm di lead lainnya, yang harus ada di minimal 2 lead yang berdekatan 3, 4
  • Elevasi ST diukur pada J-point (titik pertemuan kompleks QRS dengan segmen ST) 4
  • Kriteria ini mengasumsikan bahwa elevasi ST adalah penanda oklusi arteri koroner akut 2

Definisi OMI Anterior

  • OMI didefinisikan berdasarkan oklusi arteri koroner aktual yang dikonfirmasi pada angiografi (TIMI flow 0-2, atau TIMI 3 dengan troponin T puncak >1,0 ng/mL), bukan hanya berdasarkan gambaran EKG 1
  • OMI dapat terjadi dengan atau tanpa elevasi ST-segmen yang memenuhi kriteria STEMI 5, 2
  • Sekitar 40% pasien OMI tidak memenuhi kriteria STEMI tradisional namun tetap memiliki oklusi arteri koroner total 1

Perbedaan Kunci pada Gambaran EKG

Gambaran EKG yang Dapat Mengindikasikan OMI Meskipun Tidak Memenuhi Kriteria STEMI

Fitur EKG Subtle OMI Anterior:

  • Elevasi ST yang tidak memenuhi kriteria voltage STEMI namun disertai dengan gelombang T hiperakut (tall, peaked T-waves) yang proporsional lebih besar dari gelombang R 3, 5

  • Rasio amplitudo gelombang T terhadap gelombang R (T/R ratio) yang tinggi di lead V2-V4, terutama jika disertai dengan penurunan amplitudo gelombang R 6

  • QTc yang memanjang (>450 ms pada pria, >460 ms pada wanita) dapat membedakan OMI dari early repolarization normal 6

  • Depresi ST resiprokal di lead inferior (II, III, aVF) atau lateral (I, aVL) yang menyertai elevasi ST anterior minimal 3, 5

  • Elevasi ST di lead aVR dengan depresi ST multilead (≥8 lead) menunjukkan oklusi left main atau proksimal LAD 3

Formula Prediksi untuk OMI Anterior Subtle

  • Sebuah formula yang telah divalidasi dapat membantu membedakan STEMI anterior subtle dari early repolarization: [1,196 × elevasi ST 60 ms setelah J-point di V3 (mm)] + [0,059 × QTc (ms)] - [0,326 × amplitudo gelombang R di V4 (mm)] 6
  • Jika nilai >23,4 memprediksi STEMI dengan sensitivitas 86% dan spesifisitas 91% 6
  • Formula ini menunjukkan bahwa amplitudo gelombang R yang rendah adalah pembeda penting antara OMI dan early repolarization 6

Implikasi Klinis Penting

Keterlambatan Reperfusi pada OMI Tanpa Kriteria STEMI

  • Pasien dengan OMI yang tidak memenuhi kriteria STEMI mengalami keterlambatan signifikan ke kateterisasi: median 437 menit vs 41 menit untuk STEMI(+) OMI 1
  • Hanya 28% pasien STEMI(-) OMI menjalani kateterisasi dalam 90 menit, dibandingkan 76% pada STEMI(+) OMI 1
  • Keterlambatan ini terjadi meskipun mortalitas dan troponin puncak pada STEMI(-) OMI lebih mirip dengan STEMI(+) OMI daripada pasien tanpa oklusi 1

Pitfall yang Harus Dihindari

  • Jangan mengandalkan kriteria STEMI tradisional saja—sekitar 25-30% pasien dengan oklusi arteri koroner akut tidak memenuhi kriteria voltage STEMI 1, 2

  • Jangan mengabaikan elevasi ST "minimal" jika disertai gejala iskemia persisten, terutama jika ada gelombang T hiperakut, depresi ST resiprokal, atau QTc memanjang 5

  • Jangan menunda angiografi emergensi pada pasien dengan gejala iskemia refrakter meskipun EKG tidak memenuhi kriteria STEMI, terutama jika ekokardiografi menunjukkan abnormalitas gerakan dinding regional 3, 5

  • Perhatikan perubahan dinamis pada EKG serial—11% pasien dengan diagnosis akhir STEMI memiliki EKG awal non-diagnostik, dengan 72,4% menunjukkan perubahan diagnostik dalam 90 menit 4

Algoritma Pendekatan Praktis

Langkah 1: Evaluasi EKG 12-Lead Segera

  • Ukur elevasi ST pada J-point di lead V2-V4 untuk anterior 4
  • Periksa lead tambahan V7-V9 jika curiga posterior MI (depresi ST di V1-V3 dengan gelombang T terminal positif) 3, 4

Langkah 2: Identifikasi Fitur OMI Subtle

  • Evaluasi rasio T/R di lead V2-V4 6, 5
  • Hitung QTc (normal <450 ms pria, <460 ms wanita) 6
  • Cari depresi ST resiprokal di lead inferior atau lateral 5
  • Perhatikan gelombang T hiperakut meskipun elevasi ST minimal 3, 5

Langkah 3: Korelasi Klinis

  • Jika gejala iskemia persisten dengan fitur EKG yang mencurigakan (meskipun tidak memenuhi kriteria STEMI), aktivasi tim kateterisasi emergensi tetap diindikasikan 5, 2
  • Ekokardiografi bedside dapat mengidentifikasi abnormalitas gerakan dinding regional yang terjadi dalam menit setelah oklusi 3

Langkah 4: EKG Serial

  • Ulangi EKG setiap 15-30 menit jika EKG awal ekuivokal namun kecurigaan klinis tinggi 4
  • Perubahan dinamis mendukung diagnosis OMI 4, 5

Kesimpulan Praktis

Paradigma OMI menekankan bahwa keputusan reperfusi emergensi harus berdasarkan oklusi arteri koroner aktual (atau kecurigaan klinis tinggi terhadapnya), bukan hanya kriteria voltage EKG. 2 Pada OMI anterior, kombinasi elevasi ST (bahkan jika minimal), gelombang T hiperakut, rasio T/R tinggi, QTc memanjang, amplitudo R rendah, dan depresi ST resiprokal harus meningkatkan kecurigaan untuk oklusi LAD yang memerlukan angiografi emergensi, meskipun tidak memenuhi kriteria STEMI tradisional. 6, 5, 1

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.