Dosis Methylprednisolone untuk Abses Bukal pada Anak
Methylprednisolone tidak direkomendasikan sebagai terapi utama untuk abses bukal pediatrik; antibiotik dan drainase adalah terapi primer, dengan kortikosteroid hanya sebagai terapi adjuvan untuk mengurangi gejala pasca-drainase.
Terapi Primer: Antibiotik dan Drainase
Pendekatan utama untuk abses bukal pada anak adalah insisi dan drainase dikombinasikan dengan antibiotik, bukan kortikosteroid. 1
Antibiotik yang Direkomendasikan
Untuk kasus rawat jalan: Trimethoprim-sulfamethoxazole (TMP-SMX) 1-2 tablet double-strength oral dua kali sehari atau doxycycline 100 mg oral dua kali sehari sebagai pilihan lini pertama untuk cakupan MRSA 1
Clindamycin 300-450 mg oral tiga kali sehari memberikan cakupan ganda untuk MRSA dan streptokokus β-hemolitik, yang relevan untuk infeksi rongga mulut 1
Untuk kasus rawat inap yang berat: Vancomycin 15-20 mg/kg IV setiap 8-12 jam sebagai terapi lini pertama 1
Durasi terapi: 4-7 hari setelah drainase berhasil untuk abses kulit yang tidak berkomplikasi 1
Pertimbangan Khusus untuk Abses Oral
Metronidazole 10-20 mg/kg/hari atau ciprofloxacin 20 mg/kg/hari dapat dipertimbangkan untuk infeksi dengan komponen anaerob atau fistula 2
Abses kecil tanpa fistula pada pasien yang belum pernah mendapat imunomodulator dapat merespons antibiotik saja 2
Kortikosteroid sebagai Terapi Adjuvan
Jika kortikosteroid digunakan sebagai adjuvan pasca-drainase, dosis tunggal dapat diberikan untuk mengurangi gejala, bukan sebagai terapi berkelanjutan.
Dosis Methylprednisolone (Berdasarkan Extrapolasi dari Studi Abses Peritonsilar)
Dosis tunggal methylprednisolone yang pernah digunakan dalam studi abses peritonsilar: Tidak ada dosis pediatrik spesifik yang terdokumentasi dalam literatur yang tersedia 3, 4
Dexamethasone lebih sering diteliti untuk abses peritonsilar dengan hasil yang menunjukkan perbaikan suhu tubuh, nyeri, dan trismus 4
Manfaat Potensial Kortikosteroid Adjuvan
- Mengurangi keparahan nyeri dan trismus pada hari pertama pasca-drainase 3
- Mempercepat waktu untuk asupan oral 3
- Mengurangi durasi rawat inap 3
- Memperbaiki suhu tubuh lebih cepat 4
Peringatan Penting
Kortikosteroid TIDAK boleh digunakan sebagai terapi pemeliharaan atau jangka panjang 2
Pemberian dosis tunggal di pagi hari mengurangi potensi supresi pertumbuhan 2
Tidak ada efek samping yang dilaporkan dari pemberian steroid adjuvan dalam studi abses peritonsilar 4
Algoritma Pengobatan yang Direkomendasikan
Evaluasi ukuran abses dan kondisi sistemik pasien
Lakukan drainase jika indikasi terpenuhi (abses >5 cm, tanda sistemik, komorbiditas) 1
Mulai antibiotik empirik dengan cakupan MRSA karena prevalensi tinggi CA-MRSA pada abses kulit 1, 6
Pertimbangkan kortikosteroid adjuvan dosis tunggal hanya setelah drainase untuk mempercepat pemulihan gejala 3, 4
Durasi antibiotik 4-7 hari dengan evaluasi respons klinis 1
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Jangan menggunakan cephalexin atau beta-laktam lain sebagai monoterapi karena tidak efektif terhadap MRSA yang umum pada abses komunitas 1, 7
Jangan menunda drainase pada abses besar dengan harapan antibiotik saja akan berhasil 2
Jangan memberikan kortikosteroid tanpa drainase yang adekuat - drainase adalah terapi definitif 1, 8
Jangan menggunakan kortikosteroid sebagai terapi tunggal atau jangka panjang untuk abses 2