What is the dosage of methylprednisolone for a buccal abscess?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 26, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Methylprednisolon untuk Abses Bucal

Untuk abses bucal (peritonsillar abscess), berikan methylprednisolone dosis tunggal 40 mg intravena atau intramuskular segera setelah drainase abses, dikombinasikan dengan antibiotik intravena.

Dasar Rekomendasi

Bukti terkuat untuk penggunaan kortikosteroid pada abses bucal berasal dari penelitian pada peritonsillar abscess, yang merupakan kondisi analog dengan abses bucal:

  • Dosis tunggal methylprednisolone 40 mg terbukti secara signifikan mengurangi nyeri tenggorokan, trismus, demam, dan mempercepat waktu untuk intake oral dibandingkan antibiotik saja 1
  • Pemberian steroid dosis tinggi tunggal setelah drainase abses menunjukkan perbaikan klinis yang bermakna secara statistik (p < 0.01) dalam durasi hospitalisasi dan resolusi gejala 1

Protokol Pemberian

Timing dan Rute Pemberian

  • Berikan methylprednisolone segera setelah prosedur drainase (aspirasi jarum atau insisi) 2, 1
  • Rute intravena atau intramuskular keduanya efektif 1, 3
  • Untuk injeksi intramuskular pada area oral, injeksi ke otot masseter pada sisi yang teranestesi sama efektifnya dengan injeksi gluteal, namun lebih nyaman untuk pasien dan dokter 4

Dosis Spesifik

  • Methylprednisolone 40 mg dosis tunggal adalah dosis yang paling banyak diteliti dan terbukti efektif 1, 4
  • Alternatif: dexamethasone juga dapat digunakan, namun methylprednisolone memiliki bukti lebih kuat untuk kondisi ini 3

Manfaat Klinis yang Terbukti

Systematic review menunjukkan bahwa pemberian adjuvant kortikosteroid setelah drainase abses peritonsillar menghasilkan 3:

  • Penurunan suhu tubuh yang signifikan pada semua RCT yang dievaluasi
  • Perbaikan skor nyeri yang bermakna dalam 24 jam pertama 2
  • Pengurangan trismus yang signifikan pada hari pertama 2
  • Waktu hospitalisasi lebih singkat dibandingkan kontrol 2, 1
  • Waktu untuk oral intake yang lebih cepat 2

Pertimbangan Keamanan

Kontraindikasi Relatif

  • Dosis tunggal kortikosteroid memiliki profil keamanan yang sangat baik, tanpa efek samping yang dilaporkan dalam studi 3
  • Tidak ada peningkatan risiko infeksi dengan dosis tunggal 1, 3

Peringatan Penting

  • Jangan gunakan kortikosteroid sebagai monoterapi - selalu kombinasikan dengan antibiotik intravena yang sesuai 1
  • Drainase abses harus dilakukan terlebih dahulu - kortikosteroid adalah terapi adjuvant, bukan pengganti drainase 2, 1
  • Penelitian pada model hewan menunjukkan bahwa dosis tunggal masif steroid tidak mempengaruhi enkapsulasi abses, namun pemberian berkepanjangan dapat mengurangi respons inflamasi 5

Algoritma Praktis

  1. Konfirmasi diagnosis abses bucal secara klinis atau imaging
  2. Lakukan drainase (aspirasi atau insisi-drainase)
  3. Berikan methylprednisolone 40 mg IV/IM segera setelah drainase
  4. Mulai antibiotik intravena spektrum luas
  5. Monitor respons dalam 24 jam pertama - perbaikan nyeri, trismus, dan demam harus terlihat
  6. Tidak perlu dosis steroid tambahan - dosis tunggal sudah cukup 2, 1

Catatan Klinis Penting

  • Efek maksimal terlihat dalam 24 jam pertama setelah pemberian 2
  • Perbedaan antara kelompok steroid dan kontrol menghilang pada hari ke-7, menunjukkan steroid mempercepat recovery tanpa mengubah outcome akhir 2
  • Dosis tunggal tidak menyebabkan supresi adrenal yang bermakna secara klinis 3

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.