Dosis Methylprednisolon untuk Abses Bucal
Untuk abses bucal (peritonsillar abscess), berikan methylprednisolone dosis tunggal 40 mg intravena atau intramuskular segera setelah drainase abses, dikombinasikan dengan antibiotik intravena.
Dasar Rekomendasi
Bukti terkuat untuk penggunaan kortikosteroid pada abses bucal berasal dari penelitian pada peritonsillar abscess, yang merupakan kondisi analog dengan abses bucal:
- Dosis tunggal methylprednisolone 40 mg terbukti secara signifikan mengurangi nyeri tenggorokan, trismus, demam, dan mempercepat waktu untuk intake oral dibandingkan antibiotik saja 1
- Pemberian steroid dosis tinggi tunggal setelah drainase abses menunjukkan perbaikan klinis yang bermakna secara statistik (p < 0.01) dalam durasi hospitalisasi dan resolusi gejala 1
Protokol Pemberian
Timing dan Rute Pemberian
- Berikan methylprednisolone segera setelah prosedur drainase (aspirasi jarum atau insisi) 2, 1
- Rute intravena atau intramuskular keduanya efektif 1, 3
- Untuk injeksi intramuskular pada area oral, injeksi ke otot masseter pada sisi yang teranestesi sama efektifnya dengan injeksi gluteal, namun lebih nyaman untuk pasien dan dokter 4
Dosis Spesifik
- Methylprednisolone 40 mg dosis tunggal adalah dosis yang paling banyak diteliti dan terbukti efektif 1, 4
- Alternatif: dexamethasone juga dapat digunakan, namun methylprednisolone memiliki bukti lebih kuat untuk kondisi ini 3
Manfaat Klinis yang Terbukti
Systematic review menunjukkan bahwa pemberian adjuvant kortikosteroid setelah drainase abses peritonsillar menghasilkan 3:
- Penurunan suhu tubuh yang signifikan pada semua RCT yang dievaluasi
- Perbaikan skor nyeri yang bermakna dalam 24 jam pertama 2
- Pengurangan trismus yang signifikan pada hari pertama 2
- Waktu hospitalisasi lebih singkat dibandingkan kontrol 2, 1
- Waktu untuk oral intake yang lebih cepat 2
Pertimbangan Keamanan
Kontraindikasi Relatif
- Dosis tunggal kortikosteroid memiliki profil keamanan yang sangat baik, tanpa efek samping yang dilaporkan dalam studi 3
- Tidak ada peningkatan risiko infeksi dengan dosis tunggal 1, 3
Peringatan Penting
- Jangan gunakan kortikosteroid sebagai monoterapi - selalu kombinasikan dengan antibiotik intravena yang sesuai 1
- Drainase abses harus dilakukan terlebih dahulu - kortikosteroid adalah terapi adjuvant, bukan pengganti drainase 2, 1
- Penelitian pada model hewan menunjukkan bahwa dosis tunggal masif steroid tidak mempengaruhi enkapsulasi abses, namun pemberian berkepanjangan dapat mengurangi respons inflamasi 5
Algoritma Praktis
- Konfirmasi diagnosis abses bucal secara klinis atau imaging
- Lakukan drainase (aspirasi atau insisi-drainase)
- Berikan methylprednisolone 40 mg IV/IM segera setelah drainase
- Mulai antibiotik intravena spektrum luas
- Monitor respons dalam 24 jam pertama - perbaikan nyeri, trismus, dan demam harus terlihat
- Tidak perlu dosis steroid tambahan - dosis tunggal sudah cukup 2, 1