Efektivitas Maizena pada Hipoglikemia Neonatal
Maizena (tepung jagung/cornstarch) tidak memiliki peran dalam penatalaksanaan hipoglikemia neonatal akut dan tidak didukung oleh pedoman klinis manapun. Penatalaksanaan hipoglikemia neonatal harus menggunakan dekstrosa intravena untuk kasus persisten atau simptomatik, dengan pemberian makan (ASI atau formula) untuk kasus ringan pada bayi yang dapat menyusu 1.
Definisi dan Ambang Batas Hipoglikemia Neonatal
- Hipoglikemia neonatal didefinisikan sebagai glukosa darah ≤2,5 mmol/L (45 mg/dL) yang berulang dan/atau berkepanjangan, yang harus dihindari pada semua pasien ICU neonatal 2, 1.
- Beberapa pedoman mendefinisikan hipoglikemia sebagai <2-2,5 mmol/L (<40-45 mg/dL) pada bayi baru lahir 2, 1.
- Ambang batas operasional untuk intervensi klinis pada neonatus (≥35 minggu) meliputi: pengukuran tunggal <1 mmol/L (18 mg/dL); kadar glukosa <2 mmol/L (36 mg/dL) yang tetap rendah pada pengukuran berikutnya; atau pengukuran tunggal <2,5 mmol/L (45 mg/dL) pada bayi dengan tanda klinis abnormal 2.
Protokol Penatalaksanaan yang Tepat
Untuk Hipoglikemia Persisten atau Simptomatik:
- Mulai terapi dekstrosa intravena dengan larutan D10% isotonik pada kecepatan maintenance untuk memberikan pengiriman glukosa sesuai usia, dengan target glucose infusion rate (GIR) awal 4-8 mg/kg/menit 1.
- Monitor konsentrasi glukosa darah setiap 30-60 menit hingga stabil 1.
- Pertahankan glukosa darah ≥2,5 mmol/L (45 mg/dL) secara konsisten untuk menghindari hipoglikemia berulang yang berhubungan dengan cedera neurologis 1.
Peringatan Penting dalam Penatalaksanaan:
- Hindari peningkatan glukosa yang cepat setelah pemberian dekstrosa IV, karena paradoksnya hal ini berhubungan dengan luaran neurodevelopmental yang lebih buruk 1, 3.
- Sesuaikan kecepatan infus glukosa ketika adaptasi yang wajar tidak mencukupi 1.
Bayi Berisiko yang Memerlukan Skrining
- Bayi dari ibu dengan diabetes (31,5% dari kasus skrining) 4.
- Bayi besar untuk usia kehamilan/large for gestational age (26,2%) 4.
- Bayi kecil untuk usia kehamilan/small for gestational age (24,5%) 4.
- Bayi prematur (<37 minggu kehamilan) (13,2%) 4.
- Bayi berat lahir rendah (<2500g) dan berat lahir tinggi (>4500g) 4.
- Bayi post-term (>42 minggu kehamilan) 4.
- Sekitar 26,3% dari bayi baru lahir yang sehat memerlukan skrining hipoglikemia berdasarkan faktor risiko, dan hingga 50% dari bayi berisiko mengalami konsentrasi glukosa darah rendah 4, 1.
Metode Pengukuran yang Akurat
- Glukosa darah sebaiknya diukur menggunakan blood gas analyzer dengan modul glukosa, yang memberikan kombinasi terbaik antara hasil cepat dan akurasi pada neonatus 4, 1.
- Glukometer point-of-care genggam kurang akurat pada neonatus karena interferensi dari kadar hemoglobin dan bilirubin yang tinggi 4, 1.
- Pemeriksaan laboratorium standar tidak direkomendasikan karena keterlambatan dan hasil yang salah rendah akibat glikolisis yang berlangsung dalam sampel 1.
Konsekuensi Jangka Panjang
- Hipoglikemia berat dan berkepanjangan berhubungan dengan cedera neurologis, termasuk gangguan pemrosesan visual-motorik, defisit fungsi eksekutif, dan penurunan kemampuan literasi dan numerasi pada usia pertengahan anak-anak 1, 3.
- Hipoglikemia hiperinsulinemik sangat berhubungan dengan cedera otak, dengan risiko tertinggi pada diabetes tipe 1 maternal, makrosomia, dan prematuritas 1.
- Cedera otak dapat terjadi pada rentang nilai glukosa darah, bukan hanya pada satu nilai tunggal, dengan cedera neurologis diamati pada usia sekolah awal dengan nilai glukosa <36 mg/dL (<2 mmol/L) dan pada pertengahan masa kanak-kanak <30-36 mg/dL (<1,7-2 mmol/L) 5.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Tidak ada bukti atau rekomendasi pedoman untuk penggunaan maizena (tepung jagung) dalam penatalaksanaan hipoglikemia neonatal akut.
- Praktik skrining dapat mengganggu pembentukan menyusui 4.
- Glukometer point-of-care mungkin tidak akurat dalam mendeteksi hipoglikemia neonatal 4.
- Peningkatan glukosa yang cepat setelah pengobatan dapat berhubungan dengan luaran neurodevelopmental yang lebih buruk 4, 3.
Evaluasi untuk Hipoglikemia Persisten
- Untuk bayi yang memerlukan GIR tinggi atau dengan kecurigaan hiperinsulinisme, pertimbangkan hidrokortison jika dicurigai insufisiensi adrenal, evaluasi untuk inborn errors of metabolism, dan nilai hipotiroidisme 1.
- Monitor konsentrasi glukosa normal dan kalsium terionisasi sebagai endpoint terapeutik 1.