What is the management approach for a patient with diabetic ketoacidosis in the emergency department?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 27, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tatalaksana Ketoasidosis Diabetik di IGD

Mulai dengan resusitasi cairan agresif menggunakan NaCl 0,9% isotonis 15-20 mL/kg/jam (sekitar 1-1,5 L pada dewasa rata-rata) pada jam pertama, diikuti insulin IV kontinu 0,1 unit/kg/jam setelah status cairan diperbaiki dan kalium ≥3 mEq/L. 1

Penilaian Awal dan Diagnosis

Kriteria diagnostik KAD yang harus dipenuhi: 1

  • Glukosa darah >250 mg/dL
  • pH arteri <7,3
  • Bikarbonat serum <15 mEq/L
  • Ketonemia atau ketonuria positif

Pemeriksaan laboratorium wajib: 1

  • Glukosa plasma, ureum/kreatinin, keton serum
  • Elektrolit lengkap dengan anion gap terhitung
  • Osmolalitas serum
  • Analisis gas darah arteri
  • Hitung darah lengkap dengan diferensial
  • Urinalisis dan keton urin
  • Elektrokardiogram

Identifikasi faktor pencetus: 1, 2

  • Infeksi (paling sering) - ambil kultur darah, urin, tenggorokan jika dicurigai
  • Infark miokard, stroke, pankreatitis
  • Penghentian/ketidakcukupan insulin
  • Trauma, penyalahgunaan alkohol
  • Obat-obatan (termasuk inhibitor SGLT2)

Protokol Terapi Cairan

Jam pertama: 1, 3

  • NaCl 0,9% isotonis 15-20 mL/kg/jam
  • Tujuan: mengembalikan volume intravaskular dan perfusi ginjal

Cairan selanjutnya: 1

  • Pilihan bergantung pada status hidrasi, elektrolit, dan output urin
  • Ketika glukosa mencapai 250 mg/dL: ganti ke dekstrosa 5% dengan NaCl 0,45-0,75% sambil melanjutkan insulin untuk mencegah hipoglikemia dan memastikan resolusi ketosis lengkap
  • Target: koreksi defisit cairan dalam 24 jam
  • Perubahan osmolalitas tidak boleh melebihi 3 mOsm/kg/jam untuk mencegah edema serebral 3

Peringatan penting: Solusi elektrolit seimbang (balanced solutions) menunjukkan resolusi KAD lebih cepat dibanding normal saline dalam beberapa studi, meskipun normal saline tetap standar 4

Terapi Insulin

Protokol standar untuk KAD sedang-berat: 1, 3

  • Insulin reguler IV kontinu 0,1 unit/kg/jam (tanpa bolus awal untuk pasien kritis)
  • Jangan mulai insulin jika kalium <3 mEq/L - koreksi kalium dulu untuk mencegah aritmia fatal 1

Jika glukosa tidak turun 50 mg/dL dalam jam pertama: 1

  • Periksa status hidrasi
  • Jika hidrasi adekuat, gandakan laju infus insulin setiap jam sampai penurunan glukosa stabil 50-75 mg/jam

Target glukosa: 2, 3

  • 100-180 mg/dL selama terapi
  • Pertahankan 150-200 mg/dL sampai parameter resolusi KAD tercapai

Lanjutkan insulin IV sampai resolusi KAD lengkap (pH >7,3, bikarbonat ≥18 mEq/L, anion gap ≤12 mEq/L) terlepas dari kadar glukosa 1

Alternatif untuk KAD Ringan-Sedang Tanpa Komplikasi

Untuk pasien stabil hemodinamik dan sadar: 1, 3

  • Insulin analog kerja cepat subkutan 0,15 unit/kg setiap 2-3 jam dengan manajemen cairan agresif
  • Sama efektif, lebih aman, dan lebih cost-effective dibanding insulin IV
  • Tetap gunakan insulin IV kontinu untuk pasien kritis atau penurunan kesadaran 1

Manajemen Elektrolit

Kalium - Prioritas Utama

Deplesi kalium total tubuh universal pada KAD (rata-rata 3-5 mEq/kg berat badan), meskipun kadar serum awal mungkin normal/tinggi karena asidosis 1

Protokol penggantian kalium: 1, 3

  • Jika K+ <3 mEq/L: TUNDA insulin, ganti kalium agresif sampai ≥3 mEq/L untuk mencegah aritmia fatal dan kelemahan otot respirasi
  • Jika K+ 3-5 mEq/L: tambahkan 20-40 mEq/L kalium dalam cairan IV (2/3 KCl dan 1/3 KPO₄) setelah output urin adekuat
  • Jika K+ >5 mEq/L: tahan kalium awalnya, tapi monitor ketat karena akan turun cepat dengan terapi insulin
  • Target: pertahankan K+ serum 4-5 mEq/L sepanjang terapi

Monitor kalium setiap 2-4 jam - hipokalemia adalah penyebab utama mortalitas pada KAD 1

Bikarbonat - Umumnya TIDAK Direkomendasikan

Bikarbonat TIDAK direkomendasikan untuk pH >6,9-7,0 karena: 1, 3

  • Tidak ada perbedaan dalam resolusi asidosis atau lama rawat
  • Dapat memperburuk ketosis
  • Menyebabkan hipokalemia
  • Meningkatkan risiko edema serebral

Pertimbangkan bikarbonat hanya jika: 4, 5

  • pH <6,9 atau
  • pH <7,2 dengan bikarbonat <10 mEq/L, terutama pra/pasca intubasi untuk mencegah kolaps hemodinamik

Dosis jika diberikan: 3

  • pH <6,9: 100 mmol natrium bikarbonat dalam 400 mL air steril dengan kecepatan 200 mL/jam
  • pH 6,9-7,0: 50 mmol natrium bikarbonat dalam 200 mL air steril dengan kecepatan 200 mL/jam

Fosfat

Penggantian fosfat rutin tidak direkomendasikan karena tidak menunjukkan manfaat klinis 3

Pertimbangkan hanya jika: 3

  • Disfungsi jantung
  • Anemia
  • Depresi respirasi
  • Fosfat serum <1,0 mg/dL

Monitoring Selama Terapi

Pemeriksaan darah setiap 2-4 jam: 1, 3

  • Elektrolit serum, glukosa
  • Ureum, kreatinin, osmolalitas
  • pH vena (biasanya 0,03 unit lebih rendah dari pH arteri)
  • Anion gap

Metode monitoring terbaik: β-hidroksibutirat darah langsung (lebih baik dari metode nitroprusside yang hanya mengukur asetoasetat dan aseton) 1, 3

Monitor juga: 2, 3

  • Input/output cairan
  • Parameter hemodinamik
  • Pemeriksaan klinis
  • Monitoring jantung kontinu untuk deteksi aritmia dini

Parameter Resolusi KAD

KAD dianggap teratasi jika SEMUA kriteria terpenuhi: 1, 3

  • Glukosa <200 mg/dL
  • Bikarbonat serum ≥18 mEq/L
  • pH vena >7,3
  • Anion gap ≤12 mEq/L

Transisi ke Insulin Subkutan

Langkah kritis untuk mencegah rekurensi: 1, 3

  • Berikan insulin basal (intermediate/long-acting) 2-4 JAM SEBELUM menghentikan insulin IV
  • Ini mencegah rekurensi ketosis dan hiperglikemia rebound
  • Studi terbaru menunjukkan menambahkan insulin basal dosis rendah selama infus IV dapat mencegah rebound tanpa meningkatkan risiko hipoglikemia 1

Setelah resolusi KAD dan pasien bisa makan: 1

  • Mulai regimen multidosis kombinasi insulin kerja pendek/cepat dan intermediate/long-acting
  • Untuk pasien baru: mulai ~0,5-1,0 unit/kg/hari 3

Jika pasien masih NPO setelah resolusi: 1

  • Lanjutkan insulin IV dan penggantian cairan
  • Suplemen dengan insulin reguler subkutan sesuai kebutuhan

Komplikasi yang Harus Diwaspadai

Edema Serebral

Komplikasi paling fatal, lebih sering pada anak dan remaja (0,7-1,0% kasus KAD anak) 3, 6

Faktor risiko: 6

  • Keparahan asidosis
  • Hipokapnia lebih besar (setelah penyesuaian derajat asidosis)
  • BUN lebih tinggi saat presentasi
  • Terapi bikarbonat
  • Koreksi hiperglikemia terlalu cepat

Pencegahan: 3, 4

  • Koreksi glukosa dan osmolalitas bertahap
  • Hindari koreksi berlebihan hiperglikemia
  • Gunakan saline isotonis atau hipotonis dengan hati-hati
  • Monitor tanda-tanda perubahan status mental, sakit kepala, atau deteriorasi neurologis 1

Hipoglikemia

Penyebab: 1, 7

  • Penghentian prematur insulin sebelum resolusi ketosis lengkap
  • Kegagalan menambahkan dekstrosa saat glukosa <250 mg/dL
  • Terapi insulin terlalu agresif tanpa suplementasi glukosa

Pencegahan: Tambahkan dekstrosa 5% saat glukosa mencapai 250 mg/dL sambil melanjutkan insulin 1

Pertimbangan Khusus

Inhibitor SGLT2: 1, 3

  • Hentikan segera jika pasien menggunakan
  • Jangan restart sampai 3-4 hari setelah stabil metabolik
  • Harus dihentikan 3-4 hari sebelum operasi terencana untuk mencegah KAD euglisemik

Nutrisi: 4

  • Inisiasi nutrisi oral dini terbukti mengurangi lama rawat ICU dan rumah sakit

Manajemen jalan napas untuk gagal napas: 4

  • Bilevel positive airway pressure TIDAK direkomendasikan (risiko aspirasi)
  • Intubasi dan ventilasi mekanik dengan monitoring status asam-basa dan cairan

Perencanaan Pulang

Sebelum pulang, pastikan: 1, 3

  • Identifikasi penyedia layanan diabetes rawat jalan
  • Edukasi pasien tentang monitoring glukosa, administrasi insulin
  • Pengenalan dan penanganan hiperglikemia/hipoglikemia
  • Pencegahan dan manajemen KAD untuk mencegah readmisi
  • Rekonsiliasi obat - pastikan tidak ada obat kronis yang dihentikan
  • Perhatian pada akses dan keterjangkauan obat
  • Jadwalkan follow-up sebelum pulang

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Penghentian prematur insulin IV sebelum resolusi ketosis lengkap - penyebab paling umum KAD persisten/memburuk 1
  • Interupsi insulin saat glukosa turun tanpa menambahkan dekstrosa 1
  • Memulai insulin saat kalium <3 mEq/L - dapat fatal 1
  • Tidak memberikan insulin basal sebelum stop insulin IV - menyebabkan rebound 1
  • Monitoring dan penggantian elektrolit tidak adekuat, terutama kalium 1
  • Resusitasi cairan tidak adekuat dapat memperburuk KAD 2
  • Penurunan tekanan darah terlalu agresif (jika ada hipertensi) dapat menyebabkan hipoperfusi organ 2

References

Guideline

Assessment and Management of Diabetic Ketoacidosis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Management of Diabetic Ketoacidosis with Hypertensive Emergency

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Management of Diabetic Ketoacidosis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Diabetic ketoacidosis--pathogenesis, prevention and therapy.

Clinics in endocrinology and metabolism, 1983

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.