Tatalaksana Ketoasidosis Diabetik di IGD
Mulai dengan resusitasi cairan agresif menggunakan NaCl 0,9% isotonis 15-20 mL/kg/jam (sekitar 1-1,5 L pada dewasa rata-rata) pada jam pertama, diikuti insulin IV kontinu 0,1 unit/kg/jam setelah status cairan diperbaiki dan kalium ≥3 mEq/L. 1
Penilaian Awal dan Diagnosis
Kriteria diagnostik KAD yang harus dipenuhi: 1
- Glukosa darah >250 mg/dL
- pH arteri <7,3
- Bikarbonat serum <15 mEq/L
- Ketonemia atau ketonuria positif
Pemeriksaan laboratorium wajib: 1
- Glukosa plasma, ureum/kreatinin, keton serum
- Elektrolit lengkap dengan anion gap terhitung
- Osmolalitas serum
- Analisis gas darah arteri
- Hitung darah lengkap dengan diferensial
- Urinalisis dan keton urin
- Elektrokardiogram
Identifikasi faktor pencetus: 1, 2
- Infeksi (paling sering) - ambil kultur darah, urin, tenggorokan jika dicurigai
- Infark miokard, stroke, pankreatitis
- Penghentian/ketidakcukupan insulin
- Trauma, penyalahgunaan alkohol
- Obat-obatan (termasuk inhibitor SGLT2)
Protokol Terapi Cairan
- NaCl 0,9% isotonis 15-20 mL/kg/jam
- Tujuan: mengembalikan volume intravaskular dan perfusi ginjal
Cairan selanjutnya: 1
- Pilihan bergantung pada status hidrasi, elektrolit, dan output urin
- Ketika glukosa mencapai 250 mg/dL: ganti ke dekstrosa 5% dengan NaCl 0,45-0,75% sambil melanjutkan insulin untuk mencegah hipoglikemia dan memastikan resolusi ketosis lengkap
- Target: koreksi defisit cairan dalam 24 jam
- Perubahan osmolalitas tidak boleh melebihi 3 mOsm/kg/jam untuk mencegah edema serebral 3
Peringatan penting: Solusi elektrolit seimbang (balanced solutions) menunjukkan resolusi KAD lebih cepat dibanding normal saline dalam beberapa studi, meskipun normal saline tetap standar 4
Terapi Insulin
Protokol standar untuk KAD sedang-berat: 1, 3
- Insulin reguler IV kontinu 0,1 unit/kg/jam (tanpa bolus awal untuk pasien kritis)
- Jangan mulai insulin jika kalium <3 mEq/L - koreksi kalium dulu untuk mencegah aritmia fatal 1
Jika glukosa tidak turun 50 mg/dL dalam jam pertama: 1
- Periksa status hidrasi
- Jika hidrasi adekuat, gandakan laju infus insulin setiap jam sampai penurunan glukosa stabil 50-75 mg/jam
- 100-180 mg/dL selama terapi
- Pertahankan 150-200 mg/dL sampai parameter resolusi KAD tercapai
Lanjutkan insulin IV sampai resolusi KAD lengkap (pH >7,3, bikarbonat ≥18 mEq/L, anion gap ≤12 mEq/L) terlepas dari kadar glukosa 1
Alternatif untuk KAD Ringan-Sedang Tanpa Komplikasi
Untuk pasien stabil hemodinamik dan sadar: 1, 3
- Insulin analog kerja cepat subkutan 0,15 unit/kg setiap 2-3 jam dengan manajemen cairan agresif
- Sama efektif, lebih aman, dan lebih cost-effective dibanding insulin IV
- Tetap gunakan insulin IV kontinu untuk pasien kritis atau penurunan kesadaran 1
Manajemen Elektrolit
Kalium - Prioritas Utama
Deplesi kalium total tubuh universal pada KAD (rata-rata 3-5 mEq/kg berat badan), meskipun kadar serum awal mungkin normal/tinggi karena asidosis 1
Protokol penggantian kalium: 1, 3
- Jika K+ <3 mEq/L: TUNDA insulin, ganti kalium agresif sampai ≥3 mEq/L untuk mencegah aritmia fatal dan kelemahan otot respirasi
- Jika K+ 3-5 mEq/L: tambahkan 20-40 mEq/L kalium dalam cairan IV (2/3 KCl dan 1/3 KPO₄) setelah output urin adekuat
- Jika K+ >5 mEq/L: tahan kalium awalnya, tapi monitor ketat karena akan turun cepat dengan terapi insulin
- Target: pertahankan K+ serum 4-5 mEq/L sepanjang terapi
Monitor kalium setiap 2-4 jam - hipokalemia adalah penyebab utama mortalitas pada KAD 1
Bikarbonat - Umumnya TIDAK Direkomendasikan
Bikarbonat TIDAK direkomendasikan untuk pH >6,9-7,0 karena: 1, 3
- Tidak ada perbedaan dalam resolusi asidosis atau lama rawat
- Dapat memperburuk ketosis
- Menyebabkan hipokalemia
- Meningkatkan risiko edema serebral
Pertimbangkan bikarbonat hanya jika: 4, 5
- pH <6,9 atau
- pH <7,2 dengan bikarbonat <10 mEq/L, terutama pra/pasca intubasi untuk mencegah kolaps hemodinamik
Dosis jika diberikan: 3
- pH <6,9: 100 mmol natrium bikarbonat dalam 400 mL air steril dengan kecepatan 200 mL/jam
- pH 6,9-7,0: 50 mmol natrium bikarbonat dalam 200 mL air steril dengan kecepatan 200 mL/jam
Fosfat
Penggantian fosfat rutin tidak direkomendasikan karena tidak menunjukkan manfaat klinis 3
Pertimbangkan hanya jika: 3
- Disfungsi jantung
- Anemia
- Depresi respirasi
- Fosfat serum <1,0 mg/dL
Monitoring Selama Terapi
Pemeriksaan darah setiap 2-4 jam: 1, 3
- Elektrolit serum, glukosa
- Ureum, kreatinin, osmolalitas
- pH vena (biasanya 0,03 unit lebih rendah dari pH arteri)
- Anion gap
Metode monitoring terbaik: β-hidroksibutirat darah langsung (lebih baik dari metode nitroprusside yang hanya mengukur asetoasetat dan aseton) 1, 3
- Input/output cairan
- Parameter hemodinamik
- Pemeriksaan klinis
- Monitoring jantung kontinu untuk deteksi aritmia dini
Parameter Resolusi KAD
KAD dianggap teratasi jika SEMUA kriteria terpenuhi: 1, 3
- Glukosa <200 mg/dL
- Bikarbonat serum ≥18 mEq/L
- pH vena >7,3
- Anion gap ≤12 mEq/L
Transisi ke Insulin Subkutan
Langkah kritis untuk mencegah rekurensi: 1, 3
- Berikan insulin basal (intermediate/long-acting) 2-4 JAM SEBELUM menghentikan insulin IV
- Ini mencegah rekurensi ketosis dan hiperglikemia rebound
- Studi terbaru menunjukkan menambahkan insulin basal dosis rendah selama infus IV dapat mencegah rebound tanpa meningkatkan risiko hipoglikemia 1
Setelah resolusi KAD dan pasien bisa makan: 1
- Mulai regimen multidosis kombinasi insulin kerja pendek/cepat dan intermediate/long-acting
- Untuk pasien baru: mulai ~0,5-1,0 unit/kg/hari 3
Jika pasien masih NPO setelah resolusi: 1
- Lanjutkan insulin IV dan penggantian cairan
- Suplemen dengan insulin reguler subkutan sesuai kebutuhan
Komplikasi yang Harus Diwaspadai
Edema Serebral
Komplikasi paling fatal, lebih sering pada anak dan remaja (0,7-1,0% kasus KAD anak) 3, 6
Faktor risiko: 6
- Keparahan asidosis
- Hipokapnia lebih besar (setelah penyesuaian derajat asidosis)
- BUN lebih tinggi saat presentasi
- Terapi bikarbonat
- Koreksi hiperglikemia terlalu cepat
- Koreksi glukosa dan osmolalitas bertahap
- Hindari koreksi berlebihan hiperglikemia
- Gunakan saline isotonis atau hipotonis dengan hati-hati
- Monitor tanda-tanda perubahan status mental, sakit kepala, atau deteriorasi neurologis 1
Hipoglikemia
- Penghentian prematur insulin sebelum resolusi ketosis lengkap
- Kegagalan menambahkan dekstrosa saat glukosa <250 mg/dL
- Terapi insulin terlalu agresif tanpa suplementasi glukosa
Pencegahan: Tambahkan dekstrosa 5% saat glukosa mencapai 250 mg/dL sambil melanjutkan insulin 1
Pertimbangan Khusus
- Hentikan segera jika pasien menggunakan
- Jangan restart sampai 3-4 hari setelah stabil metabolik
- Harus dihentikan 3-4 hari sebelum operasi terencana untuk mencegah KAD euglisemik
Nutrisi: 4
- Inisiasi nutrisi oral dini terbukti mengurangi lama rawat ICU dan rumah sakit
Manajemen jalan napas untuk gagal napas: 4
- Bilevel positive airway pressure TIDAK direkomendasikan (risiko aspirasi)
- Intubasi dan ventilasi mekanik dengan monitoring status asam-basa dan cairan
Perencanaan Pulang
Sebelum pulang, pastikan: 1, 3
- Identifikasi penyedia layanan diabetes rawat jalan
- Edukasi pasien tentang monitoring glukosa, administrasi insulin
- Pengenalan dan penanganan hiperglikemia/hipoglikemia
- Pencegahan dan manajemen KAD untuk mencegah readmisi
- Rekonsiliasi obat - pastikan tidak ada obat kronis yang dihentikan
- Perhatian pada akses dan keterjangkauan obat
- Jadwalkan follow-up sebelum pulang
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Penghentian prematur insulin IV sebelum resolusi ketosis lengkap - penyebab paling umum KAD persisten/memburuk 1
- Interupsi insulin saat glukosa turun tanpa menambahkan dekstrosa 1
- Memulai insulin saat kalium <3 mEq/L - dapat fatal 1
- Tidak memberikan insulin basal sebelum stop insulin IV - menyebabkan rebound 1
- Monitoring dan penggantian elektrolit tidak adekuat, terutama kalium 1
- Resusitasi cairan tidak adekuat dapat memperburuk KAD 2
- Penurunan tekanan darah terlalu agresif (jika ada hipertensi) dapat menyebabkan hipoperfusi organ 2