What is leptospirosis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 27, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit infeksi zoonosis yang disebabkan oleh bakteri spirochete genus Leptospira, ditularkan melalui kontak dengan urin hewan yang terinfeksi atau air/tanah yang terkontaminasi, dan dapat bermanifestasi dari penyakit mirip flu ringan hingga penyakit berat dengan gagal ginjal, ikterus, dan perdarahan paru yang mengancam jiwa. 1, 2

Etiologi dan Transmisi

  • Leptospirosis disebabkan oleh spirochete gram negatif aerobik dari genus Leptospira yang bersifat patogenik 3
  • Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan urin atau cairan reproduksi hewan yang terinfeksi, atau secara tidak langsung melalui air atau tanah yang terkontaminasi 4, 3
  • Bakteri masuk ke tubuh melalui penetrasi membran mukosa atau luka di kulit, kemudian menyebar melalui jalur hematogen 2
  • Tikus coklat (Rattus norvegicus) merupakan sumber infeksi manusia yang paling penting, meskipun banyak hewan liar dan domestik dapat menjadi reservoir 4

Faktor Risiko dan Populasi Berisiko Tinggi

  • Paparan berisiko tinggi meliputi: olahraga air di air tawar, paparan okupasional terhadap hewan atau air yang terkontaminasi, banjir dengan kontak air, atau kontak dengan tikus, anjing, sapi, atau hewan domestik/liar lainnya 1
  • Populasi berisiko mencakup: petugas kesehatan, perawat hewan, petani dan pekerja pertanian, nelayan, penangkap tikus, atlet olahraga air, personel tanggap darurat bencana, relawan operasi penyelamatan di daerah banjir, petugas sanitasi, dan pekerja saluran pembuangan 5
  • Individu yang tinggal di lingkungan kumuh perkotaan dengan sanitasi tidak memadai dan perumahan buruk memiliki risiko tinggi terpapar tikus dan leptospirosis 4

Manifestasi Klinis

Perjalanan Penyakit Bifasik

  • Sebagian besar kasus memiliki presentasi klinis bifasik, dimulai dengan fase septikemia diikuti oleh manifestasi imun 2
  • Fase septikemia atau bakteremia berlangsung 4-7 hari dan ditandai dengan: 1
    • Demam tinggi (biasanya ≥39°C)
    • Mialgia difus, terutama di betis
    • Sakit kepala
    • Konjungtiva sufusi (tanda yang sangat sugestif)

Bentuk Klinis

  • WHO merekomendasikan klasifikasi leptospirosis menjadi dua bentuk klinis utama: bentuk ringan hingga sedang dengan gejala mirip flu, dan bentuk berat yang ditandai dengan perdarahan, ikterus, dan gagal hepato-renal (penyakit Weil) 1
  • Bentuk ringan hingga sedang adalah presentasi paling umum 1
  • Bentuk berat (penyakit Weil) terjadi pada sekitar 5-10% individu yang terinfeksi 1

Manifestasi Organ Spesifik

  • Ginjal: Insufisiensi ginjal, proteinuria dan hematuria pada urinalisis 6, 1
  • Hati: Ikterus dengan peningkatan bilirubin dan peningkatan ringan transaminase 1
  • Paru: Gejala batuk dan respirasi, sindrom perdarahan paru berat dengan tingkat kematian >50% 1, 4
  • Neurologis: Meningitis aseptik terjadi pada sekitar 19% kasus 1
  • Jantung: Miokarditis atau perikarditis yang merupakan prediktor independen penyakit berat 1
  • Hematologi: Anemia dapat terjadi jika ada perdarahan signifikan, leukositosis dengan sel polimorfonuklear 1

Diagnosis

Kriteria Klinis CDC

  • Penyakit yang ditandai dengan demam, sakit kepala, menggigil, mialgia, konjungtiva sufusi, dan lebih jarang oleh meningitis, ruam, ikterus, atau insufisiensi ginjal 6
  • Gejala dapat bersifat bifasik 6

Riwayat Paparan

  • Riwayat paparan dalam 2-20 hari terakhir, termasuk kontak dengan air banjir atau air tawar yang terkontaminasi, merupakan fitur historis kunci 7
  • Pola gejala dengan perjalanan bifasik, termasuk fase bakteremia awal dengan demam tinggi, mialgia berat, dan sakit kepala 7

Pemeriksaan Fisik

  • Konjungtiva sufusi adalah temuan fisik yang sangat sugestif 7
  • Ikterus, tanda perdarahan, hepatomegali, dan tanda distres respirasi atau hipoksemia adalah temuan fisik kritis untuk dinilai 7

Konfirmasi Laboratorium

Kriteria laboratorium CDC untuk diagnosis: 6

  • Isolasi Leptospira dari spesimen klinis, atau
  • Peningkatan titer aglutinasi Leptospira ≥4 kali lipat antara spesimen serum fase akut dan konvalesen yang diperoleh dengan jarak ≥2 minggu dan diperiksa di laboratorium yang sama, atau
  • Demonstrasi Leptospira dalam spesimen klinis dengan imunofluoresensi

Serologi: 1, 7

  • Metode paling umum untuk konfirmasi diagnosis
  • Titer IgM >1:320 adalah diagnostik
  • Titer IgM 1:80 hingga 1:160 konsisten dengan infeksi dini
  • Serologi konvalesen (>10 hari setelah onset gejala) dapat mengkonfirmasi diagnosis
  • Peningkatan titer ≥4 kali lipat antara spesimen akut dan konvalesen mengkonfirmasi diagnosis 1

Kultur darah: 1, 7

  • Dapat digunakan untuk konfirmasi diagnosis, terutama jika diambil dalam 5 hari pertama, sebelum antibiotik
  • Harus diperoleh sebelum antibiotik jika tidak menyebabkan penundaan signifikan (<45 menit)
  • Tiga atau lebih kultur darah harus diambil dengan jarak minimal 1 jam 1

Pemeriksaan laboratorium lainnya: 7

  • Hitung darah lengkap, panel metabolik komprehensif, dan urinalisis

Peringatan penting: 7

  • Jangan menunggu konfirmasi serologis sebelum memulai antibiotik, karena serologi sering negatif pada minggu pertama
  • Jangan menggunakan urin untuk kultur, karena tidak cocok untuk isolasi leptospira

Klasifikasi Kasus CDC

Probable: 6

  • Kasus yang kompatibel secara klinis dengan temuan serologis yang mendukung (titer aglutinasi Leptospira ≥200 pada satu atau lebih spesimen serum)

Confirmed: 6

  • Kasus yang kompatibel secara klinis yang dikonfirmasi laboratorium

Tatalaksana

Prinsip Umum

  • Pengobatan harus dimulai segera setelah kecurigaan klinis leptospirosis, karena penundaan meningkatkan mortalitas 7
  • Jangan menunggu konfirmasi serologis sebelum memulai antibiotik 7
  • Jangan menghentikan antibiotik terlalu dini; selesaikan kursus penuh bahkan dengan perbaikan klinis 1

Penyakit Ringan hingga Sedang

Antibiotik pilihan: 1, 7

  • Doksisiklin 100 mg oral dua kali sehari selama 7 hari adalah pengobatan pilihan
  • Antibiotik oral alternatif termasuk amoksisilin atau tetrasiklin jika doksisiklin tidak tersedia 7

Keputusan rawat inap: 1

  • Rawat inap direkomendasikan untuk leptospirosis sedang dengan tanda sistemik infeksi, bahkan tanpa kriteria penyakit berat

Pemantauan: 7

  • Efek klinis harus diharapkan dalam 3 hari setelah inisiasi antibiotik
  • Pasien sakit serius harus ditindaklanjuti 2 hari setelah kunjungan pertama
  • Pasien harus kembali jika gejala bertahan lebih dari 3 minggu

Penyakit Berat (Penyakit Weil)

Inisiasi antibiotik segera: 1

  • Mulai antibiotik dalam 1 jam pertama setelah mengenali syok septik (Grade 1B) atau sepsis berat tanpa syok septik (Grade 1C)
  • Inisiasi segera sangat penting, dan pengobatan tidak boleh ditunda sambil menunggu konfirmasi laboratorium, karena ini meningkatkan mortalitas
  • Pengobatan yang dimulai setelah 4 hari gejala mungkin kurang efektif

Regimen antibiotik untuk penyakit berat: 7

  • Ceftriaxone 2g IV setiap hari selama 7 hari adalah regimen yang disukai
  • Penisilin G 1,5 juta unit IV setiap 6 jam adalah alternatif
  • Kursus standar terapi antibiotik adalah 7 hari, tetapi mungkin perlu diperpanjang hingga 10 hari pada pasien dengan respons klinis lambat 1

Perawatan suportif: 1, 7

  • Resusitasi cairan dengan perfusi jaringan yang adekuat sebagai titik akhir utama, menargetkan tekanan darah arteri sistolik >90 mmHg pada orang dewasa
  • Terapi cairan IV agresif jika ada tanda syok, dengan larutan kristaloid isotonik atau koloid hingga 60 ml/kg sebagai tiga bolus 20 ml/kg, dan menilai kembali setelah setiap bolus 7
  • Pemantauan untuk perkembangan krepitasi yang menunjukkan kelebihan cairan atau gangguan fungsi jantung selama resusitasi 1
  • Observasi berkelanjutan dan pemeriksaan klinis yang sering diperlukan untuk pasien septik 1
  • Konsultasi ICU dini jika pasien memerlukan bolus cairan berulang atau menunjukkan tanda kegagalan sirkulasi 7
  • Pertimbangan tindakan kontrol sumber dalam 12 jam jika berlaku (Grade 1C) 1
  • Metilprednisolon 0,5-1,0 mg/kg IV setiap hari selama 1-2 minggu dapat digunakan untuk komplikasi respirasi 7

Menilai kembali regimen antimikroba setiap hari untuk potensi de-eskalasi direkomendasikan (Grade 1B) 1

Populasi Khusus

Anak-anak <8 tahun: 7

  • Hindari doksisiklin karena risiko perubahan warna gigi permanen
  • Gunakan penisilin atau ceftriaxone sebagai gantinya

Wanita hamil: 7

  • Hindari azol dan tetrasiklin
  • Gunakan penisilin atau ceftriaxone untuk pengobatan leptospirosis

Profilaksis

Pencegahan Umum

  • Hindari kontak dengan air yang terkontaminasi, terutama selama banjir 8
  • Hindari berenang atau berendam di air yang kemungkinan terkontaminasi dengan urin hewan 8
  • Gunakan alat pelindung seperti sepatu bot dan sarung tangan selama aktivitas pertanian atau okupasional berisiko tinggi 8
  • Terapkan tindakan pengendalian tikus di daerah endemik 8

Profilaksis Farmakologis

Indikasi: 8

  • WHO merekomendasikan menyimpan profilaksis doksisiklin untuk pengaturan di mana tingkat serangan melebihi 10 kasus per 100 orang-tahun
  • Profilaksis dapat dibenarkan untuk latihan militer di daerah sangat endemik dengan tingkat serangan terdokumentasi, atau paparan okupasional jangka pendek dengan kontak air berkepanjangan yang tidak dapat dihindari

Regimen profilaksis: 8

  • Dosis tunggal 200 mg doksisiklin oral dapat memberikan efikasi protektif 76,8% terhadap infeksi leptospira dan 86,3% terhadap leptospirosis klinis pada korban banjir
  • Efikasi meningkat untuk mereka yang memiliki luka laserasi

Kontraindikasi pada anak-anak: 8

  • Tetrasiklin, termasuk doksisiklin, dikontraindikasikan pada anak-anak di bawah 8 tahun karena risiko perubahan warna gigi permanen dan hipoplasia enamel
  • Jangan meresepkan tetrasiklin seperti doksisiklin kepada anak-anak di bawah 8 tahun untuk indikasi apa pun terkait paparan banjir

Peringatan Penting

  • Jangan salah mengira leptospirosis sebagai hepatitis virus pada pasien dengan demam dan ikterus 7
  • Ikterus adalah fitur klinis kunci yang menunjukkan penyakit berat 1
  • Pasien dengan leptospirosis berat mungkin memerlukan rawat ICU jika mereka memiliki hipoperfusi jaringan yang persisten atau memburuk meskipun resusitasi cairan awal 1
  • Beban global leptospirosis diperkirakan akan meningkat dengan pergeseran demografis yang mendukung peningkatan jumlah penduduk miskin perkotaan di daerah tropis yang mengalami badai yang memburuk dan banjir perkotaan akibat perubahan iklim 4

References

Guideline

Leptospirosis Classification and Treatment

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Pathology and pathogenesis of human leptospirosis: a commented review.

Revista do Instituto de Medicina Tropical de Sao Paulo, 2018

Research

Leptospirosis in humans.

Current topics in microbiology and immunology, 2015

Research

Leptospirosis: a neglected tropical zoonotic infection of public health importance-an updated review.

European journal of clinical microbiology & infectious diseases : official publication of the European Society of Clinical Microbiology, 2020

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Leptospirosis Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Leptospirosis Prophylaxis Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.