What is the recommended treatment approach for an older adult patient with blepharospasm using trihexyphenidyl (THP)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 27, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Blefarospasme dengan Trihexyphenidyl (THP)

Trihexyphenidyl tidak direkomendasikan sebagai terapi untuk blefarospasme karena toksin botulinum tipe A adalah pengobatan definitif pilihan pertama dengan tingkat perbaikan klinis 93%, sementara THP memiliki efektivitas yang sangat terbatas dan profil efek samping yang signifikan, terutama pada pasien usia lanjut. 1, 2

Terapi Lini Pertama: Toksin Botulinum Tipe A

  • Toksin botulinum tipe A adalah pengobatan definitif pilihan untuk blefarospasme, memberikan perbaikan klinis yang signifikan pada sekitar 93% pasien dengan efek yang berlangsung 10-20 minggu 1
  • Semua tiga formulasi utama toksin botulinum tipe A (OnabotulinumtoxinA/Botox, IncobotulinumtoxinA/Xeomin, dan AbobotulinumtoxinA/Dysport) sama efektifnya untuk mengobati blefarospasme 1, 3
  • Durasi rata-rata perbaikan adalah 3,6 bulan dengan profil keamanan yang sangat baik (frekuensi efek samping hanya 3,0%, semuanya lokal, ringan, dan sementara) 1
  • Data jangka panjang hingga 29 tahun menunjukkan keamanan dan efikasi yang konsisten 4

Posisi Trihexyphenidyl dalam Algoritma Pengobatan

Kapan THP Dapat Dipertimbangkan

  • THP hanya dipertimbangkan pada minoritas pasien yang tidak responsif atau tidak dapat mentoleransi toksin botulinum 2
  • Urutan percobaan obat oral yang direkomendasikan jika toksin botulinum gagal: trihexyphenidyl → baclofen → clonazepam → tetrabenazine 2
  • Setiap obat harus diberikan pada dosis tertinggi yang dapat ditoleransi selama periode 1-2 bulan sebelum beralih ke obat berikutnya 2

Peringatan Penting untuk THP pada Pasien Usia Lanjut

Trihexyphenidyl memiliki risiko khusus pada pasien usia lanjut dan harus dihindari dalam konteks tertentu:

  • Sensitivitas terhadap obat parasimpatolitik meningkat dengan usia, terutama di atas 60 tahun, sehingga pasien usia lanjut harus dimulai dengan dosis rendah dan diobservasi ketat 5
  • THP telah terbukti menyebabkan disfungsi kognitif pada usia lanjut, termasuk konfusi dan gangguan memori 5
  • Dalam konteks Alzheimer dan demensia, penggunaan benztropine atau trihexyphenidyl harus dihindari karena efek antikolinergik yang memperburuk fungsi kognitif 6

Kontraindikasi dan Peringatan Kritis

  • Glaukoma sudut sempit: Pasien harus menjalani evaluasi gonioskopi sebelum memulai terapi dan pemantauan tekanan intraokular yang ketat; kebutaan telah dilaporkan akibat perburukan glaukoma sudut sempit 5
  • Penyakit obstruktif saluran gastrointestinal atau genitourinari 5
  • Hipertrofi prostat pada pria usia lanjut 5
  • Penyakit jantung, hati, atau ginjal memerlukan pemantauan ketat 5

Risiko Penghentian Mendadak

  • Penghentian mendadak THP dapat mengancam jiwa pada pasien dengan distonia kranial berat, bahkan pada kasus di mana tidak ada manfaat yang terlihat 7
  • Penghentian mendadak dapat memicu eksaserbasi berat distonia kranial dengan stridor inspirasi dan kesulitan pernapasan akut 7
  • Penghentian mendadak pengobatan parkinsonisme dapat menyebabkan eksaserbasi akut gejala parkinsonisme 5

Efek Samping dan Interaksi Obat

  • THP dapat mengganggu kemampuan mental dan/atau fisik untuk melakukan tugas berbahaya seperti mengoperasikan mesin atau mengemudi 5
  • Efek sedatif meningkat dengan alkohol atau depresan SSP lainnya 5
  • Dapat meningkatkan kerentanan terhadap heat stroke (masalah GI, demam, intoleransi panas), terutama saat cuaca panas 5
  • Inhibitor MAO dan antidepresan trisiklik dapat mengintensifkan efek antikolinergik 5
  • Tidak direkomendasikan untuk pencegahan parkinsonisme akibat obat selama terapi neuroleptik karena peningkatan risiko tardive dyskinesia 5

Bukti Efektivitas THP yang Terbatas

  • Satu studi kasus menunjukkan bahwa THP (Artane) tidak memiliki efek pada aktivitas EMG atau jumlah kedipan mata pada pasien blefarospasme, sementara biofeedback EMG menunjukkan efek pengobatan yang dramatis 8
  • Bukti efektivitas THP untuk blefarospasme sangat terbatas dan sebagian besar anekdotal 2

Algoritma Pengobatan yang Direkomendasikan

  1. Mulai dengan toksin botulinum tipe A sebagai terapi lini pertama 1, 2
  2. Jika toksin botulinum tidak efektif atau tidak dapat ditoleransi setelah beberapa sesi, pertimbangkan percobaan obat oral dalam urutan: THP → baclofen → clonazepam → tetrabenazine 2
  3. Jika semua upaya farmakologis gagal dan pasien terlalu terganggu untuk tetap tidak diobati, rujuk ke ahli bedah plastik berpengalaman untuk miektomi protractor kelopak mata 2

Peringatan Khusus

  • Jangan pernah menggunakan THP sebagai terapi lini pertama untuk blefarospasme 1, 2
  • Pada pasien usia lanjut dengan gangguan kognitif atau risiko demensia, hindari THP sama sekali 6, 5
  • Jika THP digunakan dan perlu dihentikan, lakukan tapering bertahap, bukan penghentian mendadak 5, 7
  • Pantau tekanan intraokular secara ketat pada semua pasien yang menerima THP 5

References

Guideline

Treatment of Blepharospasm

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Blepharospasm and Hemifacial Spasm.

Current treatment options in neurology, 2000

Guideline

Treatment of Blepharospasm with Xeomin

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Life-threatening cranial dystonia following trihexyphenidyl withdrawal.

Movement disorders : official journal of the Movement Disorder Society, 1989

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.