Blefarospasme dengan Trihexyphenidyl (THP)
Trihexyphenidyl tidak direkomendasikan sebagai terapi untuk blefarospasme karena toksin botulinum tipe A adalah pengobatan definitif pilihan pertama dengan tingkat perbaikan klinis 93%, sementara THP memiliki efektivitas yang sangat terbatas dan profil efek samping yang signifikan, terutama pada pasien usia lanjut. 1, 2
Terapi Lini Pertama: Toksin Botulinum Tipe A
- Toksin botulinum tipe A adalah pengobatan definitif pilihan untuk blefarospasme, memberikan perbaikan klinis yang signifikan pada sekitar 93% pasien dengan efek yang berlangsung 10-20 minggu 1
- Semua tiga formulasi utama toksin botulinum tipe A (OnabotulinumtoxinA/Botox, IncobotulinumtoxinA/Xeomin, dan AbobotulinumtoxinA/Dysport) sama efektifnya untuk mengobati blefarospasme 1, 3
- Durasi rata-rata perbaikan adalah 3,6 bulan dengan profil keamanan yang sangat baik (frekuensi efek samping hanya 3,0%, semuanya lokal, ringan, dan sementara) 1
- Data jangka panjang hingga 29 tahun menunjukkan keamanan dan efikasi yang konsisten 4
Posisi Trihexyphenidyl dalam Algoritma Pengobatan
Kapan THP Dapat Dipertimbangkan
- THP hanya dipertimbangkan pada minoritas pasien yang tidak responsif atau tidak dapat mentoleransi toksin botulinum 2
- Urutan percobaan obat oral yang direkomendasikan jika toksin botulinum gagal: trihexyphenidyl → baclofen → clonazepam → tetrabenazine 2
- Setiap obat harus diberikan pada dosis tertinggi yang dapat ditoleransi selama periode 1-2 bulan sebelum beralih ke obat berikutnya 2
Peringatan Penting untuk THP pada Pasien Usia Lanjut
Trihexyphenidyl memiliki risiko khusus pada pasien usia lanjut dan harus dihindari dalam konteks tertentu:
- Sensitivitas terhadap obat parasimpatolitik meningkat dengan usia, terutama di atas 60 tahun, sehingga pasien usia lanjut harus dimulai dengan dosis rendah dan diobservasi ketat 5
- THP telah terbukti menyebabkan disfungsi kognitif pada usia lanjut, termasuk konfusi dan gangguan memori 5
- Dalam konteks Alzheimer dan demensia, penggunaan benztropine atau trihexyphenidyl harus dihindari karena efek antikolinergik yang memperburuk fungsi kognitif 6
Kontraindikasi dan Peringatan Kritis
- Glaukoma sudut sempit: Pasien harus menjalani evaluasi gonioskopi sebelum memulai terapi dan pemantauan tekanan intraokular yang ketat; kebutaan telah dilaporkan akibat perburukan glaukoma sudut sempit 5
- Penyakit obstruktif saluran gastrointestinal atau genitourinari 5
- Hipertrofi prostat pada pria usia lanjut 5
- Penyakit jantung, hati, atau ginjal memerlukan pemantauan ketat 5
Risiko Penghentian Mendadak
- Penghentian mendadak THP dapat mengancam jiwa pada pasien dengan distonia kranial berat, bahkan pada kasus di mana tidak ada manfaat yang terlihat 7
- Penghentian mendadak dapat memicu eksaserbasi berat distonia kranial dengan stridor inspirasi dan kesulitan pernapasan akut 7
- Penghentian mendadak pengobatan parkinsonisme dapat menyebabkan eksaserbasi akut gejala parkinsonisme 5
Efek Samping dan Interaksi Obat
- THP dapat mengganggu kemampuan mental dan/atau fisik untuk melakukan tugas berbahaya seperti mengoperasikan mesin atau mengemudi 5
- Efek sedatif meningkat dengan alkohol atau depresan SSP lainnya 5
- Dapat meningkatkan kerentanan terhadap heat stroke (masalah GI, demam, intoleransi panas), terutama saat cuaca panas 5
- Inhibitor MAO dan antidepresan trisiklik dapat mengintensifkan efek antikolinergik 5
- Tidak direkomendasikan untuk pencegahan parkinsonisme akibat obat selama terapi neuroleptik karena peningkatan risiko tardive dyskinesia 5
Bukti Efektivitas THP yang Terbatas
- Satu studi kasus menunjukkan bahwa THP (Artane) tidak memiliki efek pada aktivitas EMG atau jumlah kedipan mata pada pasien blefarospasme, sementara biofeedback EMG menunjukkan efek pengobatan yang dramatis 8
- Bukti efektivitas THP untuk blefarospasme sangat terbatas dan sebagian besar anekdotal 2
Algoritma Pengobatan yang Direkomendasikan
- Mulai dengan toksin botulinum tipe A sebagai terapi lini pertama 1, 2
- Jika toksin botulinum tidak efektif atau tidak dapat ditoleransi setelah beberapa sesi, pertimbangkan percobaan obat oral dalam urutan: THP → baclofen → clonazepam → tetrabenazine 2
- Jika semua upaya farmakologis gagal dan pasien terlalu terganggu untuk tetap tidak diobati, rujuk ke ahli bedah plastik berpengalaman untuk miektomi protractor kelopak mata 2
Peringatan Khusus
- Jangan pernah menggunakan THP sebagai terapi lini pertama untuk blefarospasme 1, 2
- Pada pasien usia lanjut dengan gangguan kognitif atau risiko demensia, hindari THP sama sekali 6, 5
- Jika THP digunakan dan perlu dihentikan, lakukan tapering bertahap, bukan penghentian mendadak 5, 7
- Pantau tekanan intraokular secara ketat pada semua pasien yang menerima THP 5