Can GLP-1 (Glucagon-like peptide-1) receptor agonists be used as monotherapy for managing diabetes mellitus (DM) and cardiovascular disease in adults with type 2 diabetes at high risk for cardiovascular events?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 27, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Apakah Obat GLP-1 Dapat Digunakan sebagai Monoterapi untuk DM dan Sekaligus Kardiovaskular?

Ya, agonis reseptor GLP-1 dapat dan harus digunakan sebagai monoterapi untuk pasien diabetes tipe 2 dengan penyakit kardiovaskular yang sudah ada atau risiko kardiovaskular tinggi, karena obat ini secara bersamaan mengendalikan glikemia dan mengurangi kejadian kardiovaskular mayor (MACE) sebesar 12-26%, terlepas dari kadar HbA1c awal. 1, 2

Dasar Rekomendasi Monoterapi GLP-1

Keputusan untuk menggunakan agonis reseptor GLP-1 harus dipertimbangkan secara independen dari kadar HbA1c awal atau target HbA1c yang diindividualisasi. 1 Ini merupakan perubahan paradigma penting - Anda tidak perlu menunggu kegagalan metformin atau terapi lain sebelum memulai GLP-1 jika pasien memiliki penyakit kardiovaskular atau risiko tinggi.

Indikasi Spesifik untuk Monoterapi GLP-1

Pasien dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik yang sudah ada:

  • Riwayat infark miokard, stroke iskemik, atau angina tidak stabil dengan perubahan EKG 1
  • European Society of Cardiology memberikan rekomendasi Kelas I, Level A untuk penggunaan GLP-1 pada pasien dengan chronic coronary syndrome dan diabetes tipe 2, terlepas dari pengobatan penurun glukosa lainnya 1

Pasien dengan indikator risiko kardiovaskular tinggi (tanpa penyakit kardiovaskular yang sudah ada):

  • Usia ≥55 tahun dengan stenosis arteri koroner, karotis, atau ekstremitas bawah >50% 2, 3
  • Hipertrofi ventrikel kiri 2, 3
  • eGFR <60 mL/min/1.73m² 2, 3
  • Albuminuria (UACR ≥30 mg/g) 2, 3

Manfaat Ganda: Glikemik dan Kardiovaskular

Kontrol Glikemik:

  • Penurunan HbA1c sebesar 0.8-1.5% 3
  • Risiko hipoglikemia sangat rendah ketika digunakan sendiri karena mekanisme yang bergantung pada glukosa 3, 4

Perlindungan Kardiovaskular:

  • Pengurangan MACE sebesar 14% (HR 0.86,95% CI 0.80-0.93) 5
  • Pengurangan kematian kardiovaskular 5, 6
  • Pengurangan infark miokard dan stroke 5, 6
  • Pengurangan kematian semua penyebab sebesar 12% (HR 0.88,95% CI 0.82-0.94) 5

Manfaat tambahan:

  • Penurunan berat badan 1.5-3.5 kg (hingga 15-17% dengan semaglutide) 2, 3
  • Pengurangan rawat inap gagal jantung sebesar 11% 5
  • Pengurangan outcome ginjal komposit sebesar 21% 5

Pemilihan Agen GLP-1 Spesifik

Untuk perlindungan kardiovaskular maksimal, gunakan hanya agen dengan bukti MACE yang terbukti:

  • Semaglutide (pilihan pertama untuk penurunan berat badan maksimal dan data MACE terkuat) 2, 3
  • Liraglutide 2, 3
  • Dulaglutide 2, 3

Label FDA mengonfirmasi bahwa semaglutide dan dulaglutide diindikasikan untuk "mengurangi risiko kejadian kardiovaskular mayor pada orang dewasa dengan diabetes melitus tipe 2 dan penyakit kardiovaskular yang sudah ada." 7, 8

Algoritma Praktis untuk Memulai Monoterapi GLP-1

Langkah 1: Identifikasi Pasien yang Tepat

  • Diabetes tipe 2 DENGAN penyakit kardiovaskular aterosklerotik yang sudah ada, ATAU
  • Diabetes tipe 2 DENGAN ≥2 indikator risiko tinggi yang disebutkan di atas

Langkah 2: Pilih Agen

  • Semaglutide jika BMI >35 kg/m² atau obesitas dominan 2, 3
  • Liraglutide atau dulaglutide sebagai alternatif 2, 3

Langkah 3: Titrasi Dosis

  • Mulai dengan dosis terendah 3
  • Titrasi perlahan selama 4-8 minggu untuk meminimalkan efek samping gastrointestinal 2
  • Untuk semaglutide: mulai 0.25 mg sekali seminggu, tingkatkan menjadi 0.5 mg setelah 4 minggu, kemudian 1 mg jika diperlukan 7

Pertimbangan Penting dan Peringatan

Kapan SGLT2 inhibitor lebih diutamakan daripada GLP-1:

  • Gagal jantung dengan fraksi ejeksi berkurang (HFrEF) - SGLT2 inhibitor mengurangi rawat inap gagal jantung sebesar 23-31% 2
  • Penyakit ginjal kronis sedang hingga berat 2
  • Jika gagal jantung lebih dominan daripada penyakit aterosklerotik 3

Kontraindikasi:

  • Riwayat pribadi atau keluarga karsinoma tiroid meduler 7
  • Multiple Endocrine Neoplasia syndrome tipe 2 7
  • Riwayat pankreatitis (pertimbangkan terapi lain) 7

Efek Samping:

  • Gejala gastrointestinal (mual, muntah, diare) terjadi pada 15-20% pasien, biasanya transien 3, 7
  • Komplikasi retinopati diabetik (pantau pasien dengan riwayat retinopati) 7

Peringatan Khusus:

  • Pada HFrEF dengan dekompensasi baru-baru ini, gunakan dengan hati-hati karena liraglutide menunjukkan peningkatan risiko numerik kematian dan rawat inap gagal jantung dalam uji coba kecil 3
  • Pantau fungsi ginjal pada pasien dengan gangguan ginjal yang melaporkan reaksi gastrointestinal berat 7

Kesimpulan Praktis

Monoterapi GLP-1 adalah pilihan yang valid dan sering optimal untuk pasien diabetes tipe 2 dengan penyakit kardiovaskular atau risiko tinggi, karena memberikan manfaat ganda yang simultan: kontrol glikemik dan perlindungan kardiovaskular. 1 Keputusan untuk menggunakan GLP-1 harus memprioritaskan pengurangan mortalitas dan morbiditas kardiovaskular, bukan hanya kontrol HbA1c. 1, 2

Related Questions

What is the role of GLP-1 (Glucagon-like peptide-1) receptor agonists in managing coronary disease, particularly in patients with type 2 diabetes?
What are the criteria for prescribing Glucagon-Like Peptide-1 (GLP-1) Receptor Agonists (GLP-1 RAs) for patients with type 2 diabetes at high risk for cardiovascular events?
Can a Glucagon-like peptide-1 (GLP-1) receptor agonist cause interstitial nephritis?
Do Glucagon-like peptide-1 (GLP-1) receptor agonists (RAs) reduce the development of diabetes?
What are the clinical advantages and therapeutic benefits of Glucagon-like peptide-1 receptor agonists (GLP-1RAs) in patients with type 2 diabetes, particularly those with established cardiovascular disease or at high risk of cardiovascular events?
How long should a patient with chronic obstructive pulmonary disease (COPD) be observed before starting antibiotic therapy for a common cold?
What is the appropriate treatment and management for a working-age adult with no significant medical history, presenting with worsening symptoms of spreading redness, swelling, pain, burning, nausea, headaches, and feeling unwell over four days, following a suspected spider or bug bite?
How should a productive cough be managed in a pregnant woman?
What is the better treatment option for a patient with stage IVB cervical cancer and multiple pulmonary metastases who has failed first-line platinum-based combination chemotherapy: pembrolizumab (immune checkpoint inhibitor) and chemotherapy or bevacizumab (anti-angiogenic agent) and chemotherapy?
What is the recommended initial pharmacological treatment for an adult patient with newly diagnosed type 2 diabetes mellitus, particularly those with cardiovascular risk factors or established cardiovascular disease?
When should a patient with chronic obstructive pulmonary disease (COPD) and symptoms of an upper respiratory infection be treated with antibiotics, such as amoxicillin (amoxicillin), doxycycline (doxycycline), or azithromycin (azithromycin)?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.