What is the recommended initial pharmacological treatment for an adult patient with newly diagnosed type 2 diabetes mellitus, particularly those with cardiovascular risk factors or established cardiovascular disease?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 27, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Terapi Farmakologi Lini Pertama untuk Diabetes Melitus Tipe 2

Metformin adalah agen farmakologi lini pertama yang wajib digunakan untuk semua pasien dewasa dengan diabetes melitus tipe 2 yang baru didiagnosis, dikombinasikan dengan modifikasi gaya hidup, kecuali terdapat kontraindikasi atau tidak dapat ditoleransi. 1, 2

Mengapa Metformin Menjadi Pilihan Utama

  • Metformin mengurangi mortalitas semua penyebab sebesar 36% dan infark miokard sebesar 39% berdasarkan data uji klinis UKPDS 2
  • Metformin efektif, aman, murah, dan dapat mengurangi risiko kejadian kardiovaskular dan kematian 1
  • Metformin harus dilanjutkan selama dapat ditoleransi dan tidak ada kontraindikasi, bahkan ketika agen lain (termasuk insulin) ditambahkan 1

Cara Memulai Terapi Metformin

  • Mulai dengan dosis rendah dan titrasi bertahap untuk meminimalkan efek samping gastrointestinal seperti kembung, ketidaknyamanan perut, dan diare 1, 2
  • Metformin dapat digunakan dengan aman pada pasien dengan eGFR ≥30 mL/min/1.73 m² sesuai revisi label FDA 2
  • Monitor defisiensi vitamin B12 pada penggunaan jangka panjang, terutama pada pasien dengan anemia atau neuropati perifer 1

Kapan TIDAK Memulai dengan Metformin (Langsung ke Insulin)

Jika HbA1c ≥10% atau glukosa darah ≥300 mg/dL dengan gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsia, penurunan berat badan), mulai terapi insulin segera tanpa menunggu uji coba metformin. 1, 2

  • Insulin wajib diberikan ketika terdapat bukti katabolisme berkelanjutan (penurunan berat badan), gejala hiperglikemia, atau ketonuria 1, 2

Menambahkan Agen Kedua: Algoritma Berbasis Komorbiditas

Jika HbA1c tetap di atas target setelah 3 bulan terapi metformin, tambahkan SGLT-2 inhibitor atau GLP-1 agonist—ini adalah satu-satunya dua kelas obat yang mengurangi mortalitas semua penyebab dan kejadian kardiovaskular mayor. 3, 2, 4

Pilih SGLT-2 Inhibitor Jika Pasien Memiliki:

  • Gagal jantung atau risiko tinggi gagal jantung (SGLT-2 inhibitor secara unik mengurangi hospitalisasi gagal jantung) 1, 3
  • Penyakit ginjal kronik dengan eGFR ≥30 mL/min/1.73 m² (SGLT-2 inhibitor memperlambat progresivitas CKD) 3
  • Penyakit kardiovaskular aterosklerotik yang sudah ada (SGLT-2 inhibitor mengurangi MACE dan mortalitas semua penyebab) 1, 3

Pilih GLP-1 Agonist Jika Pasien Memiliki:

  • Risiko stroke yang meningkat (GLP-1 agonist secara spesifik mengurangi risiko stroke) 3, 2
  • Kebutuhan penurunan berat badan yang signifikan (GLP-1 agonist menghasilkan penurunan berat badan lebih besar daripada SGLT-2 inhibitor) 3, 2
  • Preferensi untuk menghindari infeksi mikotik genital (efek samping umum SGLT-2 inhibitor) 3

Apa yang TIDAK Boleh Ditambahkan

Jangan tambahkan DPP-4 inhibitor sebagai terapi lini kedua—terdapat bukti berkepastian tinggi bahwa DPP-4 inhibitor tidak memberikan manfaat mortalitas atau morbiditas meskipun menurunkan HbA1c. 3, 2, 4

Target Glikemik dan Monitoring

  • Target HbA1c antara 7-8% untuk sebagian besar pasien dewasa dengan diabetes tipe 2 3, 2, 4
  • Deintensifikasi pengobatan jika HbA1c turun di bawah 6,5% untuk menghindari hipoglikemia 3, 2, 4
  • Pemantauan glukosa darah mandiri kemungkinan tidak diperlukan pada pasien yang menerima metformin dikombinasikan dengan SGLT-2 inhibitor atau GLP-1 agonist, karena kombinasi ini memiliki risiko hipoglikemia minimal 3, 2, 4

Tindakan Keamanan Kritis Setelah Menambahkan Agen Kedua

Ketika SGLT-2 inhibitor atau GLP-1 agonist mencapai kontrol glikemik yang memadai, segera kurangi atau hentikan sulfonilurea atau insulin kerja panjang untuk mencegah hipoglikemia berat. 3, 2, 4

  • Jangan menghentikan metformin ketika menambahkan agen kedua, kecuali eGFR turun di bawah 30 mL/min/1.73 m² atau timbul kontraindikasi lain 3
  • Evaluasi ulang regimen obat setiap 3-6 bulan dan sesuaikan berdasarkan kontrol glikemik, tolerabilitas, dan tujuan pengobatan 4

Perangkap Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan menunda penambahan agen kedua—tambahkan setelah 3 bulan jika HbA1c tidak mencapai target 3, 2
  • Jangan memilih obat hanya berdasarkan penurunan HbA1c; prioritaskan agen yang mengurangi mortalitas dan kejadian kardiovaskular 3, 2
  • Jangan melanjutkan sulfonilurea dosis penuh atau insulin ketika menambahkan SGLT-2 inhibitor atau GLP-1 agonist tanpa pengurangan dosis 3, 2
  • Jangan menghentikan metformin ketika menambahkan agen kedua kecuali ada kontraindikasi spesifik 1, 3

Pertimbangan Biaya

  • Diskusikan biaya obat dengan pasien dan jelajahi program bantuan pasien ketika biaya menjadi penghalang, karena SGLT-2 inhibitor dan GLP-1 agonist saat ini tidak tersedia sebagai generik dan mungkin lebih mahal daripada agen lama 3
  • Sulfonilurea dan insulin kerja panjang inferior terhadap SGLT-2 inhibitor dan GLP-1 agonist untuk mengurangi mortalitas dan morbiditas, tetapi masih dapat memberikan nilai kontrol glikemik dalam situasi dengan keterbatasan biaya 4

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

First-Line Therapy for Type 2 Diabetes

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Treatment Escalation for Type 2 Diabetes on Maximum Metformin

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Treatment Guidelines for Type 2 Diabetes

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Related Questions

What is the best cellular therapy scheme for current type 2 diabetes mellitus (T2DM) treatment?
What is the initial treatment approach for type 2 diabetes (T2D)?
What is the initial pharmacological management for a patient with type 2 diabetes mellitus (DM) in Indian clinical practice?
What is the recommended first-line therapy for a typical adult patient with type 2 diabetes (T2D)?
What is the initial management approach for a patient with newly diagnosed type 2 diabetes?
How should a productive cough be managed in a pregnant woman?
Can GLP-1 (Glucagon-like peptide-1) receptor agonists be used as monotherapy for managing diabetes mellitus (DM) and cardiovascular disease in adults with type 2 diabetes at high risk for cardiovascular events?
What is the better treatment option for a patient with stage IVB cervical cancer and multiple pulmonary metastases who has failed first-line platinum-based combination chemotherapy: pembrolizumab (immune checkpoint inhibitor) and chemotherapy or bevacizumab (anti-angiogenic agent) and chemotherapy?
When should a patient with chronic obstructive pulmonary disease (COPD) and symptoms of an upper respiratory infection be treated with antibiotics, such as amoxicillin (amoxicillin), doxycycline (doxycycline), or azithromycin (azithromycin)?
What is the management and treatment approach for a patient suspected of having Steven Johnson syndrome?
What is the appropriate management for a patient presenting with bicytopenia (reduction in two blood cell lines), including potential underlying conditions such as vitamin deficiencies, autoimmune disorders, or bone marrow failure syndromes?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.