Fenitoin (Phenytoin) TIDAK Direkomendasikan untuk Myoclonic Jerks
Phenytoin tidak boleh digunakan untuk mengobati myoclonic jerks karena obat ini dapat memperburuk kejang mioklonik dan bahkan dapat memicu status mioklonik. 1, 2, 3
Mengapa Phenytoin Kontraindikasi
Phenytoin memiliki efek memperburuk myoclonic jerks yang telah terdokumentasi dengan baik, terutama pada pasien dengan juvenile myoclonic epilepsy dan epilepsi umum idiopatik lainnya. 2, 3
Dalam studi retrospektif terhadap 170 pasien dengan juvenile myoclonic epilepsy, 16 pasien yang menerima phenytoin mengalami perburukan gejala pada 38% kasus, dengan hanya 12% yang membaik. 3
Carbamazepine dan phenytoin secara khusus disebutkan sebagai obat yang harus dihindari karena dapat memperburuk absence seizures dan myoclonus. 2, 4
Phenytoin dapat menyebabkan peningkatan myoclonic jerks sebagai manifestasi utama dari perburukan klinis. 3
Pilihan Pengobatan yang Tepat untuk Myoclonic Jerks
Lini Pertama (Pilihan Utama)
Levetiracetam adalah agen pilihan pertama yang direkomendasikan oleh American Academy of Neurology, dimulai dengan dosis 500 mg dua kali sehari dan ditingkatkan 1000 mg/hari setiap 2 minggu hingga dosis target 3000 mg/hari (1500 mg dua kali sehari). 5
Sodium valproate adalah terapi lini pertama yang sama efektifnya, terutama untuk cortical myoclonus, meskipun memerlukan monitoring hepatotoksisitas. 5, 1, 2
Clonazepam merupakan pilihan lini pertama ketiga, yang dapat membantu semua jenis myoclonus (kortikal, subkortikal, batang otak, dan spinal). 5, 1
Pertimbangan Khusus: Myoclonus Pasca-Anoksia
Untuk post-anoxic myoclonus (seperti setelah cardiac arrest), propofol sangat efektif sebagai agen lini pertama untuk menekan mioklonus dan aktivitas epileptiform pada EEG. 6
Valproate, levetiracetam, dan clonazepam juga efektif untuk myoclonus pasca-anoksia. 6
Phenytoin sering tidak efektif untuk mioklonus pasca-anoksia dan tidak boleh dianggap sebagai agen lini pertama. 6
Pertimbangan Khusus: Myoclonus Akibat Opioid
Jika pasien menggunakan terapi opioid kronis, tinjau daftar obat segera untuk mengidentifikasi myoclonus yang diinduksi obat, karena ini dapat reversibel dengan pengurangan dosis atau rotasi opioid. 5, 7
Rotasi opioid atau pengurangan dosis adalah intervensi primer jika pasien mengalami myoclonic jerks saat terapi opioid. 5
Peringatan Penting
Hindari phenytoin, carbamazepine, oxcarbazepine, gabapentin, pregabalin, tiagabine, dan vigabatrin karena dapat memperburuk kejang mioklonik. 2, 4
Phenytoin hanya efektif untuk generalized tonic-clonic seizures dan partial seizures, bukan untuk myoclonic seizures. 8
Penggunaan jangka panjang phenytoin dapat menyebabkan phenytoin encephalopathy dengan gangguan kognitif dan sindrom serebelar. 8