What is the management approach for a patient with hepatitis A presenting with hepatomegaly and icterus?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 28, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tatalaksana Hepatitis A dengan Hepatomegali dan Ikterik

Hepatitis A dengan hepatomegali dan ikterik memerlukan terapi suportif sebagai tatalaksana utama, karena penyakit ini bersifat self-limited dan hampir semua pasien mengalami pemulihan klinis dan biokimia lengkap dalam 6 bulan. 1, 2, 3

Prinsip Tatalaksana Utama

Terapi suportif adalah pendekatan standar untuk hepatitis A simptomatik, dengan mayoritas kasus dapat ditatalaksana di komunitas 1. Fokus utama adalah:

  • Istirahat dan hidrasi adekuat untuk mengatasi gejala prodromal seperti mual, anoreksia, dan letargi yang cenderung membaik setelah onset ikterus klinis 1, 2
  • Tidak ada terapi antiviral spesifik yang diindikasikan untuk hepatitis A 1, 2
  • Hindari hepatotoksin, termasuk alkohol dan obat-obatan yang dimetabolisme di hepar 2

Monitoring Klinis dan Laboratorium

Pemantauan ketat diperlukan untuk mendeteksi komplikasi dini, terutama gagal hati fulminan:

  • Periksa fungsi koagulasi secara serial, khususnya prothrombin time (PT) dan faktor V, yang merupakan parameter terbaik untuk memonitor risiko gagal hati fulminan 1
  • Monitor serum aminotransferase (AST/ALT) yang biasanya meningkat cepat selama periode prodromal, mencapai puncak, kemudian menurun sekitar 75% per minggu 2, 3
  • Serum bilirubin mencapai puncak lebih lambat dan menurun lebih lambat dibanding aminotransferase, namun periode ikterus berlangsung <2 minggu pada sekitar 85% kasus 2
  • Nilai laboratorium rata-rata pada presentasi: bilirubin total 5 mg/dL, alkaline phosphatase 269 unit/L, AST 1442 mIU/mL, dan ALT 1952 mIU/mL 3

Identifikasi Pasien Risiko Tinggi

Perhatian khusus diperlukan pada kelompok berisiko tinggi untuk gagal hati fulminan:

  • Pasien usia >40 tahun memiliki risiko lebih tinggi dan mungkin memerlukan transplantasi hati emergensi 1
  • Ikterus yang berlangsung >7 hari sebelum onset ensefalopati merupakan indikator prognosis buruk 1
  • Gagal hati fulminan terjadi pada 0,14-0,35% kasus yang dirawat, dengan diagnosis ditegakkan saat onset ensefalopati 1

Tatalaksana Komplikasi

Gagal Hati Fulminan

Pasien dengan gagal hati fulminan memerlukan manajemen intensif:

  • Rawat di pusat rujukan dengan fasilitas transplantasi hati 1
  • Manajemen medis dapat mencapai survival rate hingga 67% pada pasien dengan ensefalopati grade 4, meskipun terdapat komplikasi seperti edema serebral, gagal ginjal, gagal napas, dan sekuele metabolik 1
  • Transplantasi hati emergensi diindikasikan terutama pada pasien usia >40 tahun dan mereka dengan ikterus >7 hari sebelum ensefalopati, dengan parameter tambahan berupa serum bilirubin dan PT 1

Manifestasi Atipikal

Waspadai manifestasi atipikal yang memerlukan pendekatan khusus:

  • Kolestasis berkepanjangan ditandai pruritus, demam, diare, penurunan berat badan, dan bilirubin serum >10 mg/dL dengan perjalanan klinis minimal 12 minggu; akan resolusi spontan meskipun kortikosteroid dapat mempercepat resolusi namun berisiko menyebabkan relaps 4, 3
  • Hepatitis relaps terjadi pada 6-10% kasus dengan episode awal berlangsung 3-5 minggu, diikuti remisi 4-5 minggu, kemudian relaps yang meniru episode akut awal; durasi total penyakit 16-40 minggu dengan IgM anti-HAV persisten 4, 3
  • Manifestasi ekstrahepatik termasuk ruam kulit, artralgia, artritis, dan vaskulitis kutaneus yang jarang 4, 3

Pertimbangan Khusus

Evaluasi untuk kondisi komorbid atau komplikasi:

  • Singkirkan etiologi lain melalui serologi untuk virus hepatotropik (HAV, HBV, HCV, HEV) dan non-hepatotropik (EBV, CMV, HSV), serta evaluasi pohon hepatobilier dengan ultrasonografi abdomen 5
  • Waspadai hepatitis autoimun tipe I konkomitan, yang dapat terjadi bersamaan dengan hepatitis A dan memerlukan terapi imunosupresif 3
  • Pada kehamilan, hepatitis A tidak menyebabkan peningkatan aminotransferase atau IgM anti-HAV pada bayi, dengan pemulihan lengkap pada semua ibu 3

Prognosis dan Follow-up

Hampir semua pasien dewasa dengan penyakit klinis nyata mengalami pemulihan klinis lengkap:

  • Normalisasi bilirubin dan aminotransferase terjadi dalam 6 bulan pada semua kasus 2, 3
  • Hepatitis kronik tidak pernah terjadi pada hepatitis A 2, 4
  • Follow-up berkala diperlukan hingga normalisasi lengkap parameter laboratorium tercapai 3

Peringatan Penting

  • Jangan berikan kortikosteroid rutin kecuali pada kasus kolestasis berkepanjangan yang sangat simptomatik, karena dapat memicu relaps 4
  • Jangan abaikan tanda-tanda gagal hati fulminan seperti perubahan status mental, koagulopati progresif, atau ikterus yang memburuk 1
  • Jangan tunda rujukan ke pusat transplantasi pada pasien dengan ensefalopati atau koagulopati berat 1

Related Questions

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.