What is the best course of action for a patient presenting with abdominal colic symptoms resembling appendicitis (inflammation of the appendix), but without a Murphy sign (tenderness in the right upper quadrant of the abdomen), and no clear evidence of appendicitis or other conditions?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 28, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pendekatan Diagnostik untuk Pasien dengan Kolik Abdomen Menyerupai Apendisitis Tanpa Murphy Sign

Pasien ini kemungkinan besar BUKAN mengalami kolesistitis akut karena Murphy sign negatif, dan harus segera menjalani CT abdomen-pelvis dengan kontras intravena untuk mengonfirmasi atau menyingkirkan apendisitis akut serta diagnosis alternatif lainnya. 1, 2

Klarifikasi Penting tentang Murphy Sign

Murphy sign adalah tanda spesifik untuk kolesistitis akut (peradangan kandung empedu), BUKAN untuk apendisitis. 1 Murphy sign positif terjadi ketika pasien menghentikan inspirasi secara tiba-tiba akibat nyeri saat palpasi kuadran kanan atas abdomen, yang menunjukkan kandung empedu yang meradang menyentuh tangan pemeriksa. 1, 3

  • Tidak adanya Murphy sign pada pasien ini sebenarnya membantu menyingkirkan kolesistitis akut sebagai diagnosis, bukan apendisitis. 1
  • Untuk apendisitis, tanda-tanda klinis yang relevan adalah Rovsing sign, psoas sign, obturator sign, nyeri tekan titik McBurney, dan rigiditas abdomen—bukan Murphy sign. 2, 3, 4

Algoritma Diagnostik yang Direkomendasikan

Langkah 1: Evaluasi Klinis dan Stratifikasi Risiko

Lakukan penilaian sistematis menggunakan kombinasi gejala, pemeriksaan fisik, dan laboratorium: 2, 4

Gejala klasik apendisitis yang harus dicari: 3, 5, 4

  • Nyeri periumbilikal yang berpindah ke kuadran kanan bawah (tanda diskriminator terkuat)
  • Anoreksia, mual, muntah intermiten
  • Demam derajat rendah (30-80% kasus)
  • Nyeri tekan kuadran kanan bawah dengan guarding

Pemeriksaan fisik kunci untuk apendisitis: 2, 3, 4

  • Rovsing sign: Palpasi kuadran kiri bawah menimbulkan nyeri di kuadran kanan bawah
  • Psoas sign: Nyeri saat ekstensi panggul kanan (menunjukkan apendiks retrosekal)
  • Obturator sign: Nyeri saat rotasi internal panggul yang difleksikan (menunjukkan apendiks pelvik)
  • Nyeri tekan titik McBurney: Lokasi 1/3 jarak dari spina iliaka anterior superior ke umbilikus
  • Rigiditas abdomen dan nyeri lepas: Menunjukkan peritonitis yang sudah terjadi

Pemeriksaan laboratorium: 2, 4

  • Leukosit dengan hitung jenis: Leukositosis >10.000/mm³ memiliki likelihood ratio positif 1.59-2.7
  • C-reactive protein (CRP): CRP ≥10 mg/L memiliki likelihood ratio positif 4.24
  • Kombinasi leukosit >10.000/mm³ DAN CRP ≥8 mg/L memiliki likelihood ratio positif 23.32 dan likelihood ratio negatif 0.03 (paling kuat)

Langkah 2: Gunakan Skor Klinis untuk Stratifikasi Risiko

Untuk pasien dewasa, gunakan AIR score atau Appendicitis Inflammatory Response score (bukan Alvarado score, yang tidak cukup spesifik untuk konfirmasi diagnosis): 2

  • Risiko rendah: Pulangkan dengan follow-up 24 jam, minimal atau tanpa pemeriksaan tambahan
  • Risiko sedang: Lakukan pencitraan diagnostik (CT atau USG)
  • Risiko tinggi: Rujuk langsung ke ahli bedah dengan minimal pemeriksaan

Langkah 3: Pencitraan Diagnostik

Untuk pasien dewasa non-hamil dengan kecurigaan klinis sedang hingga tinggi: 1, 2, 5

  • CT abdomen-pelvis dengan kontras intravena adalah modalitas pilihan pertama
  • Sensitivitas: 96-100%
  • Spesifisitas: 93-95%
  • Kontras oral TIDAK diperlukan dan dapat menunda diagnosis
  • CT sangat baik untuk mendeteksi apendisitis DAN diagnosis alternatif (gastroenteritis, kolitis, penyakit radang usus, massa adneksa, konstipasi, dll.)

Temuan CT yang menunjukkan apendisitis: 2, 5

  • Diameter apendiks ≥7 mm
  • Penebalan dinding apendiks
  • Stranding lemak periapendikular
  • Appendicolith (menunjukkan risiko perforasi lebih tinggi)
  • Abses, udara ekstraluminal, atau defek enhancement dinding (menunjukkan apendisitis komplikata)

Untuk populasi khusus: 2

  • Anak-anak dan remaja: USG sebagai modalitas pertama (sensitivitas 76%, spesifisitas 95%) untuk menghindari radiasi
  • Wanita hamil: USG pertama, kemudian MRI tanpa kontras IV jika USG tidak konklusif (sensitivitas 94%, spesifisitas 96%)
  • Pasien lansia: CT dengan kontras IV sangat direkomendasikan karena tingkat apendisitis komplikata dan mortalitas lebih tinggi

Langkah 4: Manajemen Berdasarkan Hasil Pencitraan

Jika CT mengonfirmasi apendisitis: 2, 6

  • Berikan antibiotik spektrum luas segera (mencakup gram negatif aerob dan anaerob)
  • Lakukan apendektomi sesegera mungkin (laparoskopi atau terbuka)
  • Untuk apendisitis komplikata dengan abses besar, pertimbangkan drainase perkutan sebelum operasi

Jika CT negatif tetapi kecurigaan klinis tetap tinggi: 1, 2

  • Observasi dan perawatan suportif dengan atau tanpa antibiotik
  • Follow-up wajib dalam 24 jam karena risiko hasil false-negative yang terukur
  • Pertimbangkan intervensi bedah jika kecurigaan klinis sangat tinggi meskipun pencitraan negatif

Jika CT menunjukkan diagnosis alternatif: 1

  • Kelola sesuai dengan diagnosis yang ditemukan
  • CT mengidentifikasi penyebab nyeri kuadran kanan bawah pada 94.3% kasus non-apendisitis

Peringatan Klinis Penting

Jangan mengandalkan pemeriksaan fisik saja untuk diagnosis: 2, 3

  • Presentasi atipikal terjadi pada sekitar 50% pasien
  • Triad klasik (nyeri berpindah, demam, leukositosis) hanya ada pada minoritas pasien
  • Pasien lansia sering memiliki presentasi atipikal dengan tanda peritonitis yang lebih menonjol

Jangan menggunakan Alvarado score sendirian untuk mengonfirmasi apendisitis: 2

  • Alvarado score berguna untuk menyingkirkan apendisitis (skor rendah), tetapi tidak cukup spesifik untuk konfirmasi
  • Studi menunjukkan 8.4% pasien dengan apendisitis memiliki skor Alvarado <5
  • Satu studi menemukan 72% pasien dengan skor sangat rendah (1-4) ternyata memiliki apendisitis

Waspada pada populasi khusus: 2, 3

  • Wanita usia subur: Presentasi lebih atipikal, akurasi USG lebih rendah (tingkat false-positive 35.5% vs 6.2% pada pria)
  • Pasien obesitas: Akurasi USG menurun signifikan (tingkat diagnosis salah 34.4% pada pria obesitas vs 6.2% pada pria non-obesitas)
  • Pasien lansia: Presentasi lebih lambat dengan tingkat perforasi lebih tinggi, memerlukan ambang batas lebih rendah untuk pencitraan

Diagnosis alternatif yang harus dipertimbangkan jika Murphy sign negatif dan presentasi tidak khas: 1, 7, 8

  • Epiploic appendagitis (dapat meniru apendisitis atau kolesistitis, self-limiting, terlihat pada CT sebagai massa lemak ovoid dengan rim hiperatensi)
  • Gastroenteritis atau kolitis
  • Penyakit radang usus
  • Konstipasi
  • Massa atau kista adneksa (pada wanita)
  • Batu ureter (jika nyeri pinggang ada)

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Diagnostic Approach for Appendicitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Appendicitis Diagnosis Using Rovsing Sign

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Acute Appendicitis: Efficient Diagnosis and Management.

American family physician, 2018

Research

Current management of acute appendicitis in adults: What you need to know.

The journal of trauma and acute care surgery, 2025

Related Questions

What are the clinical signs of acute appendicitis?
What is the recommended treatment for acute appendicitis in a 5-year-old?
What is the best course of treatment for a 28-year-old male with nausea (N) and vomiting (V), abdominal pain for 1 week, and no oral intake for 1 day, diagnosed with appendicitis based on a computed tomography (CT) scan of the abdomen and pelvis with contrast?
What is the initial treatment for acute appendicitis upon hospital admission?
What is the management of acute appendicitis without perforation (perf) or abscess and without leukocytosis, as diagnosed on computed tomography (CT)?
What is the starting dose of propranolol (beta blocker) for a tachycardic patient with hyperthyroidism?
What is the best second-line treatment option for a patient with uncontrolled diabetes mellitus (DM) who is already on metformin (biguanide)?
Is a coronary angiogram required in all patients with Heart Failure with Preserved Ejection Fraction (HFPEF) to rule out Coronary Artery Disease (CAD), or can a stress test be done initially?
What is the appropriate dosing of Levofloxacin (Levoflox) for patients with Chronic Kidney Disease (CKD) and impaired renal function?
Can a patient with currently normal celiac disease labs (serum immunoglobulin A (IgA) tissue transglutaminase antibody (tTGA), etc.) and no prior diagnosis of celiac disease still develop the condition in the future?
What is the recommended dosing for Lubiprostone (cyclopropane heptonic acid, beta-methyl-gamma-(2-(1-piperidinyl)ethoxy)) in adults with constipation, considering factors such as age, weight, and impaired renal function?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.