From the Guidelines
Penilaian infeksi sebelum kemoterapi harus dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah komplikasi pada pasien yang immunokompromis. Evaluasi ini harus mencakup pemeriksaan fisik yang komprehensif, hitung darah lengkap dengan diferensial, panel metabolik komprehensif, dan skrining untuk infeksi laten. Tes spesifik harus mencakup serologi hepatitis B dan C, tes HIV, skrining tuberkulosis (PPD atau IGRA), dan foto rontgen dada. Pasien harus dievaluasi untuk infeksi aktif, termasuk gejala pernapasan, infeksi saluran kemih, infeksi kulit, atau mukositis oral. Status vaksinasi harus ditinjau dan diperbarui jika memungkinkan, idealnya 2-4 minggu sebelum kemoterapi dimulai. Antibiotik profilaksis dapat dipertimbangkan untuk pasien berisiko tinggi, seperti fluoroquinolone untuk pasien neutropenia atau trimethoprim-sulfamethoxazole untuk pencegahan pneumonia Pneumocystis jirovecii pada jenis kanker tertentu, seperti yang disarankan oleh pedoman klinis terbaru dari NCCN 1. Pendidikan pasien tentang langkah-langkah pencegahan infeksi sangat penting, termasuk kebersihan tangan, menghindari kerumunan dan kontak dengan orang sakit, praktik keamanan makanan, dan pelaporan demam (>38°C) atau gejala infeksi lainnya secara tepat waktu. Pendekatan komprehensif ini membantu mengidentifikasi dan mengobati infeksi sebelum mereka dapat memburuk selama immunosupresi yang diinduksi oleh kemoterapi, secara signifikan mengurangi risiko morbiditas dan mortalitas, seperti yang dijelaskan dalam pedoman klinis ASCO dan IDSA 1.
Beberapa poin penting yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian infeksi sebelum kemoterapi adalah:
- Evaluasi risiko infeksi berdasarkan jenis kanker, durasi neutropenia, dan intensitas terapi immunosupresif
- Penggunaan antimikroba profilaksis yang tepat berdasarkan risiko infeksi, seperti yang disarankan oleh pedoman NCCN 1
- Pendidikan pasien tentang langkah-langkah pencegahan infeksi dan pentingnya pelaporan gejala infeksi secara tepat waktu
- Penggunaan vaksinasi yang tepat untuk mencegah infeksi, seperti vaksin influenza dan vaksin pneumokokus.
From the Research
Penilaian Infeksi Sebelum Kemoterapi
Penilaian infeksi sebelum kemoterapi sangat penting untuk mencegah komplikasi yang berat. Berikut beberapa poin penting yang perlu dipertimbangkan:
- Penilaian risiko infeksi sebelum kemoterapi dapat membantu mengidentifikasi pasien yang berisiko tinggi mengalami infeksi berat 2, 3.
- Pemeriksaan darah yang rutin dapat membantu mendeteksi infeksi bakteri yang mungkin terjadi selama kemoterapi 4, 5.
- Penggunaan antibiotik yang tepat dan waktu yang tepat dapat membantu mencegah infeksi berat dan mengurangi risiko kematian 2, 6.
- Peran perawat sangat penting dalam mengidentifikasi dan mengobati pasien yang berisiko tinggi mengalami infeksi, serta dalam memberikan edukasi kepada pasien tentang faktor risiko, langkah pencegahan, dan gejala infeksi pada pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah 6.
Faktor Risiko Infeksi
Beberapa faktor risiko infeksi yang perlu dipertimbangkan sebelum kemoterapi antara lain:
- Riwayat infeksi sebelumnya 4
- Kondisi medis yang mendasari, seperti penyakit hematologi maligna 5
- Penggunaan kemoterapi yang intensif 4, 3
- Kondisi kekebalan tubuh yang lemah 2, 6
Pencegahan dan Pengobatan Infeksi
Pencegahan dan pengobatan infeksi yang tepat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi yang berat. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain: