From the Guidelines
Pilihan regimen kemoterapi non-Hodgkin pada geriatri yang relaps adalah rituximab/chemotherapy yang disesuaikan dengan kebugaran pasien, dengan rituximab maintenance sebagai pilihan. Hal ini berdasarkan rekomendasi dari ESMO Consensus Conference on Malignant Lymphoma tahun 2018 1. Rekomendasi ini memiliki level of evidence I dan strength of recommendation A, dengan konsensus 100% dari 23 voter.
Beberapa pilihan regimen kemoterapi yang dapat digunakan pada pasien geriatri dengan non-Hodgkin lymphoma relaps adalah:
- R-bendamustine
- Dose-reduced R-CHOP jika pasien sebelumnya merespons baik terhadapnya
- Single-agent seperti rituximab, lenalidomide, atau ibrutinib untuk pasien yang lemah
Pemilihan regimen kemoterapi harus berdasarkan pada status performa pasien, komorbiditas, terapi sebelumnya, dan riwayat toksisitas. Asesmen geriatri komprehensif sangat penting sebelum memulai pengobatan. Modifikasi dosis seringkali diperlukan, biasanya dimulai dengan reduksi 25-50% dari dosis standar dengan eskalasi bertahap jika toleransi baik. Perawatan pendukung termasuk faktor pertumbuhan, antiemik, dan antibiotik profilaksis harus dimasukkan. Tujuan pengobatan harus fokus pada kualitas hidup dan kontrol gejala daripada penyembuhan pada pasien yang sangat tua atau lemah. Pemantauan yang ketat terhadap toksisitas sangat penting karena pasien lanjut usia memiliki cadangan sumsum tulang yang berkurang dan fungsi organ yang terganggu, membuat mereka lebih rentan terhadap komplikasi terkait pengobatan.
From the FDA Drug Label
- 5 Geriatric Use No overall differences in safety were observed between patients ≥65 years of age and younger patients. Efficacy was lower in patients 65 and over with CLL receiving bendamustine hydrochloride based upon an overall response rate of 47% for patients 65 and over and 70% for younger patients Progression free survival was also longer in younger patients with CLL receiving bendamustine (19 months vs. 12 months). No overall differences in efficacy in patients with non-Hodgkin Lymphoma were observed between geriatric patients and younger patients.
Pilihan regimen kemoterapi non-Hodgkin pada geriatri yang relaps tidak secara langsung disebutkan dalam label obat. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, bendamustine dapat digunakan pada pasien geriatri dengan non-Hodgkin Lymphoma, karena tidak ada perbedaan efikasi yang signifikan antara pasien geriatri dan pasien yang lebih muda.
- Kemoterapi: Pilihan kemoterapi harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan karakteristik penyakit.
- Bendamustine: Dapat digunakan pada pasien geriatri dengan non-Hodgkin Lymphoma, tetapi perlu dipertimbangkan secara hati-hati karena efikasi yang lebih rendah pada pasien dengan CLL yang berusia 65 tahun ke atas 2.
From the Research
Pilihan Regimen Kemoterapi Non-Hodgkin pada Geriatri yang Relaps
- Pada pasien geriatri dengan limfoma non-Hodgkin yang relaps, pilihan regimen kemoterapi yang efektif dan aman sangat penting 3, 4, 5, 6, 7.
- Beberapa studi menunjukkan bahwa kombinasi bendamustine dan rituximab (BR) dapat menjadi pilihan yang baik untuk pasien geriatri dengan limfoma non-Hodgkin yang relaps, karena regimen ini memiliki efikasi yang baik dan profil keamanan yang dapat diterima 3, 7.
- Rituximab, sebuah antibodi monoklonal yang menargetkan antigen CD20, telah terbukti efektif dalam mengobati berbagai jenis limfoma non-Hodgkin, termasuk limfoma agresif dan indolen 4, 6.
- Kombinasi rituximab dengan kemoterapi lain, seperti CHOP (siklofosfamid, doksorubisin, vinkristin, dan prednison), juga telah terbukti efektif dalam mengobati limfoma non-Hodgkin pada pasien geriatri 4, 6.
- Namun, perlu diingat bahwa pasien geriatri dengan limfoma non-Hodgkin yang relaps memiliki kebutuhan yang unik dan harus dievaluasi secara individual untuk menentukan pilihan regimen kemoterapi yang paling tepat 6, 7.
Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Regimen Kemoterapi
- Usia dan kondisi fisik pasien merupakan faktor penting dalam menentukan pilihan regimen kemoterapi 3, 6, 7.
- Pasien geriatri dengan limfoma non-Hodgkin yang relaps harus dievaluasi secara individual untuk menentukan apakah mereka dapat mentolerir regimen kemoterapi yang lebih agresif atau tidak 6, 7.
- Kombinasi bendamustine dan rituximab (BR) dapat menjadi pilihan yang baik untuk pasien geriatri dengan limfoma non-Hodgkin yang relaps, karena regimen ini memiliki efikasi yang baik dan profil keamanan yang dapat diterima 3, 7.
Kesimpulan tentang Pilihan Regimen Kemoterapi
- Pilihan regimen kemoterapi untuk pasien geriatri dengan limfoma non-Hodgkin yang relaps harus disesuaikan dengan kebutuhan individual pasien dan harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, kondisi fisik, dan jenis limfoma 3, 4, 5, 6, 7.
- Kombinasi bendamustine dan rituximab (BR) dapat menjadi pilihan yang baik untuk pasien geriatri dengan limfoma non-Hodgkin yang relaps, karena regimen ini memiliki efikasi yang baik dan profil keamanan yang dapat diterima 3, 7.