From the Guidelines
Penggunaan cytarabine dengan dosis intermediate (1 g/m2 setiap 12 jam selama 6 hari) dapat menjadi alternatif yang layak untuk konsolidasi pada pasien dengan leukemia mieloid akut (AML). Hal ini didukung oleh studi HOVON/SAKK yang membandingkan antara dosis intermediate dan dosis tinggi cytarabine pada pasien AML baru didiagnosis 1. Beberapa poin penting yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan cytarabine untuk kemoterapi adalah:
- Cytarabine bekerja dengan mengganggu sintesis DNA pada sel yang membelah dengan cepat, sehingga efektif melawan sel kanker tetapi juga menyebabkan efek sampingan pada jaringan normal yang membelah dengan cepat.
- Penggunaan cytarabine dengan dosis yang tepat dan protokol yang benar sangat penting untuk meminimalkan efek sampingan dan memaksimalkan efektivitas terapi.
- Pemantauan ketat terhadap kondisi pasien dan penyesuaian dosis atau protokol pengobatan berdasarkan respons pasien dan efek sampingan yang timbul sangat diperlukan.
- Studi-studi terbaru seperti yang dilaporkan oleh NCCN menekankan pentingnya mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia pasien, kondisi kesehatan, dan karakteristik biologis tumor dalam menentukan strategi terapi yang optimal 1. Dalam praktek klinis, penggunaan cytarabine dengan dosis intermediate dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terapi pada pasien AML yang tidak dapat mentolerir dosis tinggi atau memiliki kondisi kesehatan yang membatasi penggunaan dosis tinggi. Namun, keputusan akhir harus dibuat berdasarkan evaluasi komprehensif terhadap kondisi pasien dan dengan mempertimbangkan semua opsi terapi yang tersedia.
From the FDA Drug Label
DOSAGE AND ADMINISTRATION Cytarabine injection (non-preserved) can be administered by intravenous injection or infusion, subcutaneously, or intrathecally. In the induction therapy of acute non-lymphocytic leukemia, the usual cytarabine injection dose in combination with other anti-cancer drugs is 100 mg/m2/day by continuous intravenous infusion (Days 1 to 7) or 100 mg/m2 intravenously every 12 hours (Days 1 to 7).
Pencampuran Cytarabin untuk Kemoterapi:
- Cytarabin dapat diberikan melalui infus intravena, injeksi intravena, subkutan, atau intratekal.
- Dosis yang umum digunakan dalam terapi induksi leukemia non-limfositik akut adalah 100 mg/m2/hari dengan infus intravena kontinu (Hari 1-7) atau 100 mg/m2 intravena setiap 12 jam (Hari 1-7) 2.
From the Research
Pencampuran Cytarabin untuk Kemoterapi
- Pencampuran cytarabin dengan obat lain seperti mitoxantrone, daunorubicin, atau idarubicin digunakan sebagai terapi induksi untuk pasien dengan leukemia mieloid akut (AML) 3, 4, 5, 6, 7.
- Studi telah menunjukkan bahwa pencampuran cytarabin dengan idarubicin (IA) memiliki efikasi yang lebih baik dibandingkan dengan pencampuran cytarabin dengan daunorubicin (DA) dalam mencapai remisi lengkap (CR) pada pasien AML 4, 7.
- Pencampuran cytarabin dengan daunorubicin (7+3) masih merupakan terapi induksi standar untuk pasien AML, namun beberapa studi telah menunjukkan bahwa pencampuran cytarabin dengan idarubicin atau mitoxantrone dapat memiliki efikasi yang lebih baik pada pasien tertentu 3, 5, 6.
- CPX-351, sebuah formulasi liposom yang mengandung daunorubicin dan cytarabine, telah menunjukkan efikasi yang lebih baik dibandingkan dengan terapi 7+3 pada pasien AML yang lebih tua dengan risiko tinggi atau sekunder 6.
Efikasi dan Keamanan
- Pencampuran cytarabin dengan idarubicin telah menunjukkan efikasi yang lebih baik dalam mencapai remisi lengkap dan meningkatkan kelangsungan hidup pada pasien AML dibandingkan dengan pencampuran cytarabin dengan daunorubicin 4, 7.
- Namun, perlu diingat bahwa efikasi dan keamanan dari pencampuran cytarabin dengan obat lain dapat bervariasi tergantung pada karakteristik pasien dan jenis leukemia yang diderita 3, 5, 6.
- Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan karakteristik pasien dan jenis leukemia yang diderita sebelum memutuskan terapi induksi yang tepat 3, 5, 6.