What are the causes of recurrent squamous cell carcinoma of the tongue post-operatively, despite previous non-detection with Positron Emission Tomography (PET) scan?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: April 17, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Penyebab rekuren squamous cell carcinoma pada lidah post operasi, yang sebelumnya sudah tidak terdeteksi dengan PET scan, adalah karena beberapa faktor, termasuk pengangkatan tumor yang tidak lengkap, field cancerization, keterbatasan PET scan dalam mendeteksi tumor kecil, dan kemungkinan adanya sel kanker yang dorman. Menurut studi yang dipublikasikan di Annals of Oncology pada tahun 2020 1, pengobatan yang optimal harus dibahas dalam tim multidisiplin, termasuk tidak hanya dokter yang mengobati tetapi juga semua spesialis pendukung.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan rekuren squamous cell carcinoma pada lidah post operasi antara lain:

  • Pengangkatan tumor yang tidak lengkap, sehingga sel kanker mikroskopis tetap ada dan dapat tumbuh kembali
  • Field cancerization, di mana jaringan sekitar telah mengalami perubahan premalignan karena paparan karsinogen seperti tembakau dan alkohol
  • Keterbatasan PET scan dalam mendeteksi tumor kecil, sehingga mikrometastasis dapat tidak terdeteksi
  • Kemungkinan adanya sel kanker yang dorman, yang dapat aktif kembali setelah beberapa waktu
  • Perineural invasion, di mana sel kanker dapat bergerak sepanjang jalur saraf
  • Lymphovascular invasion, yang memungkinkan sel kanker menyebar melalui pembuluh darah atau limfatik
  • Pengembangan populasi sel kanker yang resisten terhadap pengobatan

Pengobatan rekuren squamous cell carcinoma pada lidah post operasi memerlukan evaluasi komprehensif, termasuk pemindaian gambar yang terperinci dan possibly re-biopsy, diikuti dengan pendekatan pengobatan multidisiplin yang dapat meliputi operasi tambahan, radioterapi, kemoterapi, atau terapi target, tergantung pada keadaan spesifik pasien. Menurut studi yang sama 1, postoperative RT atau CRT harus dimulai dalam 6-7 minggu setelah operasi, dan pembrolizumab dalam kombinasi dengan platinum/5-FU dan pembrolizumab monoterapi adalah dua rejimen yang disetujui untuk pasien dengan rekuren/metastatik SCCHN yang mengungkapkan PD-L1 (CPS 1).

From the Research

Penyebab Recurent Squamous Cell Carcinoma pada Lidah Post Operasi

Beberapa faktor dapat menyebabkan kambuhnya squamous cell carcinoma pada lidah setelah operasi, meskipun sebelumnya tidak terdeteksi dengan PET scan. Berikut beberapa kemungkinan penyebab:

  • Keterbatasan PET scan: PET scan memiliki keterbatasan dalam mendeteksi tumor kecil atau mikroskopik, sehingga mungkin tidak dapat mendeteksi sel-sel kanker yang masih tersisa setelah operasi 2.
  • Penggunaan modalitas imaging yang tidak tepat: Pemilihan modalitas imaging yang tidak tepat dapat mempengaruhi akurasi diagnosis dan staging, sehingga mempengaruhi hasil pengobatan 3.
  • Keterlibatan kelenjar getah bening: Keterlibatan kelenjar getah bening dapat mempengaruhi prognosis dan meningkatkan risiko kambuhnya kanker 4.
  • Faktor patologis: Faktor patologis seperti ukuran tumor, diferensiasi, dan invasi dapat mempengaruhi risiko kambuhnya kanker 4.
  • Pengobatan yang tidak adekuat: Pengobatan yang tidak adekuat, seperti radioterapi atau kemoterapi yang tidak cukup, dapat mempengaruhi hasil pengobatan dan meningkatkan risiko kambuhnya kanker 4.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kambuhnya Kanker

Beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi kambuhnya kanker adalah:

  • Ukuran tumor: Ukuran tumor yang besar dapat meningkatkan risiko kambuhnya kanker 4.
  • Diferensiasi: Diferensiasi yang buruk dapat meningkatkan risiko kambuhnya kanker 4.
  • Invasi: Invasi ke jaringan sekitar dapat meningkatkan risiko kambuhnya kanker 4.
  • Keterlibatan kelenjar getah bening: Keterlibatan kelenjar getah bening dapat mempengaruhi prognosis dan meningkatkan risiko kambuhnya kanker 4.

Peran Modalitas Imaging dalam Diagnosis dan Staging

Modalitas imaging seperti PET/CT dan PET/MRI dapat memainkan peran penting dalam diagnosis dan staging kanker, serta dalam pemantauan pasca-pengobatan 2, 3, 5, 6.

Related Questions

Is imaging recommended for pathology-confirmed superficial squamous cell carcinoma (SCC) of the inner thigh?
What are the treatment options for a patient with metastatic squamous cell carcinoma diagnosed via pleural (pleura) biopsy?
Should a computed tomography (CT) chest scan be performed in addition to contrast-enhanced imaging for head and neck cancer diagnosis?
What is the management of newly diagnosed squamous cell carcinoma (SCC)?
What is the cause of recurrent squamous cell carcinoma in a patient with initial stage T2N0, who underwent surgery and had a subsequent PET (Positron Emission Tomography) scan showing no residual malignant disease, only to have the tumor recur after 4 months?
What is the treatment algorithm for rosacea?
What is the workup for elevated Liver Function Tests (LFTs)?
What is Micronor (norethindrone), a form of oral contraceptive?
What is the potential drug-drug interaction between azelastine (Azelastine) nasal spray, emtricitabine-tenofovir disoproxil fumarate (Emtricitabine-Tenofovir Disoproxil Fumarate) tablet, estradiol valerate (Estradiol Valerate) intramuscular oil, famotidine (Famotidine) tablet, finasteride (Finasteride) tablet, hydrochlorothiazide (Hydrochlorothiazide) capsule, lisinopril (Lisinopril) tablet, metformin extended-release (Metformin) tablet, potassium citrate extended-release (Potassium Citrate) tablet, and tadalafil (Tadalafil) tablet in a 39-year-old male patient with Irritable Bowel Syndrome (IBS) and potential hyperkalemia (elevated potassium levels)?
What is the administration route of Sunitinib (Sutent)?
What is the role of Entresto (sacubitril/valsartan) in the management of Non-ST-Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI)?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.