From the Guidelines
Penyebab rekuren squamous cell carcinoma pada lidah post operasi, yang sebelumnya sudah tidak terdeteksi dengan PET scan, adalah karena beberapa faktor, termasuk pengangkatan tumor yang tidak lengkap, field cancerization, keterbatasan PET scan dalam mendeteksi tumor kecil, dan kemungkinan adanya sel kanker yang dorman. Menurut studi yang dipublikasikan di Annals of Oncology pada tahun 2020 1, pengobatan yang optimal harus dibahas dalam tim multidisiplin, termasuk tidak hanya dokter yang mengobati tetapi juga semua spesialis pendukung.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan rekuren squamous cell carcinoma pada lidah post operasi antara lain:
- Pengangkatan tumor yang tidak lengkap, sehingga sel kanker mikroskopis tetap ada dan dapat tumbuh kembali
- Field cancerization, di mana jaringan sekitar telah mengalami perubahan premalignan karena paparan karsinogen seperti tembakau dan alkohol
- Keterbatasan PET scan dalam mendeteksi tumor kecil, sehingga mikrometastasis dapat tidak terdeteksi
- Kemungkinan adanya sel kanker yang dorman, yang dapat aktif kembali setelah beberapa waktu
- Perineural invasion, di mana sel kanker dapat bergerak sepanjang jalur saraf
- Lymphovascular invasion, yang memungkinkan sel kanker menyebar melalui pembuluh darah atau limfatik
- Pengembangan populasi sel kanker yang resisten terhadap pengobatan
Pengobatan rekuren squamous cell carcinoma pada lidah post operasi memerlukan evaluasi komprehensif, termasuk pemindaian gambar yang terperinci dan possibly re-biopsy, diikuti dengan pendekatan pengobatan multidisiplin yang dapat meliputi operasi tambahan, radioterapi, kemoterapi, atau terapi target, tergantung pada keadaan spesifik pasien. Menurut studi yang sama 1, postoperative RT atau CRT harus dimulai dalam 6-7 minggu setelah operasi, dan pembrolizumab dalam kombinasi dengan platinum/5-FU dan pembrolizumab monoterapi adalah dua rejimen yang disetujui untuk pasien dengan rekuren/metastatik SCCHN yang mengungkapkan PD-L1 (CPS 1).
From the Research
Penyebab Recurent Squamous Cell Carcinoma pada Lidah Post Operasi
Beberapa faktor dapat menyebabkan kambuhnya squamous cell carcinoma pada lidah setelah operasi, meskipun sebelumnya tidak terdeteksi dengan PET scan. Berikut beberapa kemungkinan penyebab:
- Keterbatasan PET scan: PET scan memiliki keterbatasan dalam mendeteksi tumor kecil atau mikroskopik, sehingga mungkin tidak dapat mendeteksi sel-sel kanker yang masih tersisa setelah operasi 2.
- Penggunaan modalitas imaging yang tidak tepat: Pemilihan modalitas imaging yang tidak tepat dapat mempengaruhi akurasi diagnosis dan staging, sehingga mempengaruhi hasil pengobatan 3.
- Keterlibatan kelenjar getah bening: Keterlibatan kelenjar getah bening dapat mempengaruhi prognosis dan meningkatkan risiko kambuhnya kanker 4.
- Faktor patologis: Faktor patologis seperti ukuran tumor, diferensiasi, dan invasi dapat mempengaruhi risiko kambuhnya kanker 4.
- Pengobatan yang tidak adekuat: Pengobatan yang tidak adekuat, seperti radioterapi atau kemoterapi yang tidak cukup, dapat mempengaruhi hasil pengobatan dan meningkatkan risiko kambuhnya kanker 4.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kambuhnya Kanker
Beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi kambuhnya kanker adalah:
- Ukuran tumor: Ukuran tumor yang besar dapat meningkatkan risiko kambuhnya kanker 4.
- Diferensiasi: Diferensiasi yang buruk dapat meningkatkan risiko kambuhnya kanker 4.
- Invasi: Invasi ke jaringan sekitar dapat meningkatkan risiko kambuhnya kanker 4.
- Keterlibatan kelenjar getah bening: Keterlibatan kelenjar getah bening dapat mempengaruhi prognosis dan meningkatkan risiko kambuhnya kanker 4.
Peran Modalitas Imaging dalam Diagnosis dan Staging
Modalitas imaging seperti PET/CT dan PET/MRI dapat memainkan peran penting dalam diagnosis dan staging kanker, serta dalam pemantauan pasca-pengobatan 2, 3, 5, 6.