Is it safe for a patient with flu symptoms to take pseudoephedrine before undergoing surgery with general anesthesia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 29, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penggunaan Pseudoefedrin Sebelum Operasi dengan Anestesi Umum

Pseudoefedrin sebaiknya dihentikan minimal 24-48 jam sebelum operasi elektif dengan anestesi umum karena risiko interaksi kardiovaskular dengan obat anestesi, meskipun pada dosis terapeutik standar obat ini tidak meningkatkan tekanan darah secara signifikan pada pasien dengan hipertensi terkontrol.

Risiko Kardiovaskular dan Hemodinamik

Efek pada Tekanan Darah

  • Pseudoefedrin pada dosis standar tidak menyebabkan perubahan signifikan pada tekanan darah sistolik atau diastolik pada pasien dengan hipertensi terkontrol, dengan tekanan darah rata-rata tetap 133/82 mmHg baik pada kelompok pseudoefedrin maupun plasebo 1
  • Tidak ada perbedaan bermakna pada denyut nadi antara pasien yang menerima pseudoefedrin (76,8 denyut/menit) dibandingkan plasebo (75,2 denyut/menit) 1

Interaksi dengan Obat Anestesi

  • Pasien yang menggunakan obat vasoaktif (seperti antagonis reseptor angiotensin II dan alpha-blocker) mengalami hipotensi berat setelah induksi anestesi umum dengan propofol dan fentanil, yang tidak responsif terhadap injeksi ephedrine berulang 2
  • Setelah penghentian obat vasoaktif, hipotensi yang terjadi menjadi ringan dan responsif terhadap ephedrine intravena 2

Pertimbangan Perioperatif Khusus

Manajemen Vasopressor Intraoperatif

  • Ephedrine profilaksis (0,1 mg/kg) efektif mempertahankan tekanan darah sistolik, denyut jantung, dan cardiac output dalam 5 menit pertama setelah induksi dengan propofol dan remifentanil 3
  • Ephedrine menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik paling kecil (-27 mmHg) dibandingkan phenylephrine (-40 mmHg), norepinephrine (-41 mmHg), atau plasebo (-42 mmHg) 3
  • Cardiac output paling baik dipertahankan dengan ephedrine (-22%), sementara phenylephrine dan norepinephrine menyebabkan penurunan lebih besar (-38% dan -42%) 3

Risiko pada Pasien dengan Infeksi Saluran Napas

  • Anak-anak dengan infeksi virus pernapasan (RSV atau influenza) yang menjalani anestesi umum memiliki risiko peningkatan lama rawat inap pascaoperasi dan peningkatan risiko masuk PICU tidak terencana 4
  • Pasien dengan influenza memiliki lama rawat inap pascaoperasi yang lebih panjang secara signifikan (p < 0,001) dibandingkan kontrol yang sesuai 4

Algoritma Keputusan Klinis

Untuk Operasi Elektif

  1. Hentikan pseudoefedrin 24-48 jam sebelum operasi untuk menghindari interaksi dengan obat anestesi dan vasopressor intraoperatif
  2. Evaluasi gejala flu aktif - jika terdapat demam, batuk produktif, atau gejala respirasi signifikan, tunda operasi elektif hingga pemulihan lengkap 5
  3. Ukur suhu tubuh secara objektif pada konsultasi pra-anestesi dan kunjungan pra-operasi, serta tanyakan penggunaan antipiretik yang dapat menutupi demam 5

Untuk Operasi Darurat

  1. Lanjutkan operasi dengan kewaspadaan tinggi terhadap respons hemodinamik abnormal selama induksi anestesi
  2. Siapkan vasopressor alternatif (ephedrine intravena) untuk manajemen hipotensi intraoperatif 3, 2
  3. Monitor ketat parameter kardiovaskular termasuk cardiac output dan resistensi vaskular sistemik 3

Peringatan Penting

Kontraindikasi Relatif

  • Pasien dengan penyakit kardiovaskular iskemik, penyakit koroner vasospastik, atau hipertensi tidak terkontrol sebaiknya menghindari kombinasi pseudoefedrin dengan anestesi umum
  • Pasien yang menggunakan obat antihipertensi multipel (terutama antagonis reseptor angiotensin II dan alpha-blocker) memiliki risiko tinggi hipotensi refrakter 2

Monitoring Pascaoperasi

  • Pasien dengan riwayat penggunaan pseudoefedrin baru-baru ini memerlukan monitoring hemodinamik lebih ketat selama periode pemulihan
  • Ephedrine menunjukkan profil yang lebih menguntungkan untuk mempertahankan saturasi oksigen serebral regional (rSO2) dan cardiac output dibandingkan phenylephrine, yang dapat mengurangi risiko delirium pascaoperasi pada pasien lanjut usia 6

Related Questions

How long should elective surgery be postponed in a 3-year-old patient who had influenza (flu) one week ago?
Is it safe to administer pseudoephedrine to a 44-year-old male with Eustachian tube dysfunction and a history of ablation for premature ventricular contractions (PVCs)?
What is the best next step to control hypertension in a patient with elevated blood pressure and tachycardia, currently taking loratadine-pseudoephedrine (pseudoephedrine) and with a positive blood toxicology screen for amphetamine?
What is the best next step to control hypertension in a patient with tachycardia, palpitations, and a positive blood toxicology screen for amphetamines, who is taking loratadine (antihistamine) pseudoephedrine (sympathomimetic agent) tablets?
What is the dose of norepinephrine (NA) at an infusion rate of 0.9ml/hr?
What is the best secondary prevention strategy for an elderly woman with heart failure, diabetes, and chronic kidney disease?
Is it okay to have a Transvaginal Scan (TVS) while menstruating?
What is the initial treatment approach for a patient diagnosed with Classic Hodgkin Lymphoma (CHL)?
What is the diagnosis and appropriate management for a patient over 40 with a history of splenectomy, presenting with fever, cough, expectoration, and radiographic evidence of bibasilar consolidation, alongside signs of organ dysfunction including impaired renal function and significant leukocytosis?
How does salicylic acid destroy abnormal cells, such as those found in warts or acne?
What is the mechanism of pleural effusion in patients with a history of cancer, heart failure, or autoimmune diseases?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.