Penggunaan Pseudoefedrin Sebelum Operasi dengan Anestesi Umum
Pseudoefedrin sebaiknya dihentikan minimal 24-48 jam sebelum operasi elektif dengan anestesi umum karena risiko interaksi kardiovaskular dengan obat anestesi, meskipun pada dosis terapeutik standar obat ini tidak meningkatkan tekanan darah secara signifikan pada pasien dengan hipertensi terkontrol.
Risiko Kardiovaskular dan Hemodinamik
Efek pada Tekanan Darah
- Pseudoefedrin pada dosis standar tidak menyebabkan perubahan signifikan pada tekanan darah sistolik atau diastolik pada pasien dengan hipertensi terkontrol, dengan tekanan darah rata-rata tetap 133/82 mmHg baik pada kelompok pseudoefedrin maupun plasebo 1
- Tidak ada perbedaan bermakna pada denyut nadi antara pasien yang menerima pseudoefedrin (76,8 denyut/menit) dibandingkan plasebo (75,2 denyut/menit) 1
Interaksi dengan Obat Anestesi
- Pasien yang menggunakan obat vasoaktif (seperti antagonis reseptor angiotensin II dan alpha-blocker) mengalami hipotensi berat setelah induksi anestesi umum dengan propofol dan fentanil, yang tidak responsif terhadap injeksi ephedrine berulang 2
- Setelah penghentian obat vasoaktif, hipotensi yang terjadi menjadi ringan dan responsif terhadap ephedrine intravena 2
Pertimbangan Perioperatif Khusus
Manajemen Vasopressor Intraoperatif
- Ephedrine profilaksis (0,1 mg/kg) efektif mempertahankan tekanan darah sistolik, denyut jantung, dan cardiac output dalam 5 menit pertama setelah induksi dengan propofol dan remifentanil 3
- Ephedrine menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik paling kecil (-27 mmHg) dibandingkan phenylephrine (-40 mmHg), norepinephrine (-41 mmHg), atau plasebo (-42 mmHg) 3
- Cardiac output paling baik dipertahankan dengan ephedrine (-22%), sementara phenylephrine dan norepinephrine menyebabkan penurunan lebih besar (-38% dan -42%) 3
Risiko pada Pasien dengan Infeksi Saluran Napas
- Anak-anak dengan infeksi virus pernapasan (RSV atau influenza) yang menjalani anestesi umum memiliki risiko peningkatan lama rawat inap pascaoperasi dan peningkatan risiko masuk PICU tidak terencana 4
- Pasien dengan influenza memiliki lama rawat inap pascaoperasi yang lebih panjang secara signifikan (p < 0,001) dibandingkan kontrol yang sesuai 4
Algoritma Keputusan Klinis
Untuk Operasi Elektif
- Hentikan pseudoefedrin 24-48 jam sebelum operasi untuk menghindari interaksi dengan obat anestesi dan vasopressor intraoperatif
- Evaluasi gejala flu aktif - jika terdapat demam, batuk produktif, atau gejala respirasi signifikan, tunda operasi elektif hingga pemulihan lengkap 5
- Ukur suhu tubuh secara objektif pada konsultasi pra-anestesi dan kunjungan pra-operasi, serta tanyakan penggunaan antipiretik yang dapat menutupi demam 5
Untuk Operasi Darurat
- Lanjutkan operasi dengan kewaspadaan tinggi terhadap respons hemodinamik abnormal selama induksi anestesi
- Siapkan vasopressor alternatif (ephedrine intravena) untuk manajemen hipotensi intraoperatif 3, 2
- Monitor ketat parameter kardiovaskular termasuk cardiac output dan resistensi vaskular sistemik 3
Peringatan Penting
Kontraindikasi Relatif
- Pasien dengan penyakit kardiovaskular iskemik, penyakit koroner vasospastik, atau hipertensi tidak terkontrol sebaiknya menghindari kombinasi pseudoefedrin dengan anestesi umum
- Pasien yang menggunakan obat antihipertensi multipel (terutama antagonis reseptor angiotensin II dan alpha-blocker) memiliki risiko tinggi hipotensi refrakter 2
Monitoring Pascaoperasi
- Pasien dengan riwayat penggunaan pseudoefedrin baru-baru ini memerlukan monitoring hemodinamik lebih ketat selama periode pemulihan
- Ephedrine menunjukkan profil yang lebih menguntungkan untuk mempertahankan saturasi oksigen serebral regional (rSO2) dan cardiac output dibandingkan phenylephrine, yang dapat mengurangi risiko delirium pascaoperasi pada pasien lanjut usia 6