Can primary immunodeficiency (PID) manifest in a child after the age of 6?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 30, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Apakah Imunodefisiensi Primer Dapat Muncul Setelah Usia 6 Tahun?

Ya, imunodefisiensi primer (PID) dapat dan sering muncul setelah usia 6 tahun, bahkan hingga dewasa. Sebagian besar pasien dengan PID sebenarnya adalah orang dewasa, dengan proporsi besar mengalami onset gejala setelah masa kanak-kanak 1.

Pola Onset Berdasarkan Usia

Onset pada Anak yang Lebih Besar dan Remaja

  • Common Variable Immunodeficiency (CVID) tidak boleh didiagnosis sebelum usia 4 tahun karena hipogammaglobulinemia pada anak kecil dapat sembuh seiring bertambahnya usia 2.
  • Diagnosis CVID paling sering ditegakkan pada anak yang lebih besar dan dewasa muda, bukan pada bayi atau anak kecil 2.
  • Defisiensi antibodi, yang merupakan bentuk PID paling umum, dapat bermanifestasi kapan saja dari masa kanak-kanak hingga dewasa 1, 3.

Onset pada Dewasa

  • Mayoritas pasien dengan PID yang terklasifikasi memang muncul pada masa kanak-kanak, namun sebagian besar pasien PID secara keseluruhan adalah orang dewasa 1.
  • Proporsi besar pasien dewasa mengalami onset gejala pertama kali setelah masa kanak-kanak mereka 1.
  • Tidak hanya defek antibodi, tetapi kelainan seluler dan gangguan lainnya juga semakin banyak diidentifikasi pada pasien yang lebih tua 1.

Jenis PID yang Sering Muncul Setelah Usia 6 Tahun

Defisiensi Antibodi

  • CVID adalah bentuk PID yang paling sering didiagnosis pada anak yang lebih besar dan dewasa, ditandai dengan hipogammaglobulinemia dan gangguan produksi antibodi spesifik 2.
  • Selective IgA Deficiency (SIGAD) dapat berkembang seiring bertambahnya usia, bahkan pada anak yang sebelumnya memiliki kadar imunoglobulin normal 4.
  • IgG Subclass Deficiency dapat bermanifestasi pada usia sekolah dengan infeksi pernapasan berulang 2.

Kelainan Lainnya

  • Abnormalitas sel T sering ditemukan pada pasien dengan CVID, termasuk pengurangan populasi sel T perifer dan defek fungsional 2.
  • Beberapa anak dengan kadar IgG rendah dapat berkembang menjadi SIGAD, CVID, atau bentuk disgammaglobulinemia lainnya seiring bertambahnya usia 4.

Presentasi Klinis pada Onset Lambat

Pola Infeksi

  • Anak dengan defek antibodi yang muncul setelah usia 6 tahun biasanya mengalami infeksi bakteri berulang pada saluran pernapasan, bukan infeksi oportunistik 2, 5.
  • Infeksi yang parah, berulang, atau disebabkan oleh organisme dengan virulensi rendah harus meningkatkan kecurigaan terhadap PID 6, 7.

Manifestasi Non-Infeksi

  • Pasien dengan CVID dapat mengalami penyakit granulomatosa, splenomegali, dan limfadenopati yang berkembang seiring waktu 2.
  • Peningkatan risiko keganasan dan penyakit autoimun dapat muncul pada pasien PID yang lebih tua 3.

Pendekatan Diagnostik

Skrining Awal

  • Pemeriksaan kadar imunoglobulin serum (IgG, IgA, IgM) adalah langkah pertama untuk mengevaluasi kemungkinan defisiensi antibodi 2, 7.
  • Complete blood count dengan diferensial untuk mendeteksi limfositopenia atau neutropenia 7.
  • Pengukuran respons antibodi spesifik terhadap antigen protein dan polisakarida sangat penting untuk diagnosis 2.

Evaluasi Lanjutan

  • Enumerasi subset sel B perifer menggunakan flow cytometry dapat membantu mengklasifikasikan pasien CVID dan memprediksi fenotipe klinis 2.
  • Evaluasi fungsi sel T harus dipertimbangkan karena abnormalitas sel T sering ditemukan pada CVID 2.
  • Kadar komplemen dan evaluasi fungsi fagosit jika presentasi klinis menunjukkan kelainan tersebut 7.

Peringatan Penting

  • Jangan menunda evaluasi hanya karena anak sudah melewati usia bayi - PID dapat muncul kapan saja hingga dewasa 1, 3.
  • Jangan mengabaikan riwayat keluarga - riwayat keluarga dengan PID adalah prediktor terkuat untuk penyakit ini 7.
  • Jangan hanya mengandalkan kadar imunoglobulin total - pengukuran respons antibodi spesifik terhadap vaksin sangat penting untuk diagnosis yang akurat 2, 4.
  • Jangan mengabaikan manifestasi non-infeksi seperti autoimunitas atau keganasan yang dapat menjadi presentasi pertama PID pada pasien yang lebih tua 3.

References

Research

Primary Immune Deficiencies in the Adult: A Previously Underrecognized Common Condition.

The journal of allergy and clinical immunology. In practice, 2016

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Primary Immunodeficiencies: Diseases of Children and Adults - A Review.

Advances in experimental medicine and biology, 2021

Guideline

Immunoglobulin Levels in Children

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Diagnosis and Management of X-linked Agammaglobulinemia

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Evaluation of Immunodeficiency in Neonates with Severe Infections

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.