Sumber Data untuk Tingkat Kelangsungan Hidup dalam Kedokteran
Tingkat kelangsungan hidup (survival rate) dalam kedokteran biasanya diambil dari registri kanker berbasis populasi, database surveilans nasional, kohort studi klinis prospektif, dan tabel kehidupan populasi umum yang disesuaikan dengan karakteristik demografis pasien. 1, 2
Sumber Data Utama
Registri Kanker Berbasis Populasi
- Program SEER (Surveillance, Epidemiology, and End Results) dari National Cancer Institute AS merupakan sumber data survival paling komprehensif, dengan database yang mencakup jutaan pasien kanker sejak 1973 hingga sekarang 2, 3
- Registri kanker nasional dan regional seperti National Lung Cancer Audit di Inggris yang mengumpulkan data prospektif dari ribuan kasus insiden yang tidak terseleksi, memberikan gambaran survival yang lebih representatif dibanding kohort uji klinis 1
- Database registri ini mencatat karakteristik pasien, stadium penyakit, pengobatan yang diterima, dan status vital dengan follow-up jangka panjang 2, 4
Tabel Kehidupan Populasi (Life Tables)
- Human Mortality Database (www.mortality.org) menyediakan tabel kehidupan nasional yang distratifikasi berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tahun kalender secara gratis 1
- Tabel kehidupan ini digunakan untuk menghitung relative survival, yang membandingkan survival observasi pasien kanker dengan survival yang diharapkan dari populasi umum yang sebanding 1, 3
- Metode ini mengatasi kebutuhan informasi akurat tentang penyebab kematian dengan mengestimasi kelebihan mortalitas pada populasi studi dibanding populasi umum 1
Kohort Studi Klinis
- Uji klinis prospektif menyediakan data survival dengan follow-up terstruktur dan definisi endpoint yang jelas 1
- Namun, populasi uji klinis sering tidak representatif karena kriteria inklusi/eksklusi yang ketat, sehingga survival rate dari registri populasi lebih mencerminkan praktik dunia nyata 1
Metode Analisis Survival yang Digunakan
Kaplan-Meier Method
- Kurva Kaplan-Meier adalah metode visual paling umum untuk merangkum data survival, memerlukan dua komponen: interval waktu dari titik awal hingga kematian/follow-up terakhir, dan indikator apakah pasien meninggal atau masih hidup 1, 5
- Median waktu follow-up harus diestimasi menggunakan estimator Kaplan-Meier dengan indikator event dan censoring dibalik untuk memberikan estimasi yang lebih tepat 1, 5
Jenis Survival Rate yang Dilaporkan
Overall Survival (OS):
- Mengukur survival dari semua penyebab kematian tanpa membedakan penyebab spesifik 1, 4
- Paling mudah dihitung tetapi dapat dipengaruhi oleh kematian dari penyebab lain 4
Cause-Specific Survival:
- Hanya menghitung kematian yang disebabkan oleh kanker spesifik yang diteliti 3, 4
- Memerlukan informasi akurat tentang penyebab kematian dari sertifikat kematian, yang dapat bermasalah karena ketidakakuratan 3
- Untuk kanker paru atau liver dengan proporsi kematian terkait kanker tinggi, perbedaan dengan overall survival kecil; untuk kanker prostat atau stadium awal dengan proporsi kematian dari penyebab lain tinggi, perbedaannya besar 4
Relative Survival:
- Didefinisikan sebagai survival observasi pasien kanker dibagi dengan survival yang diharapkan dari kelompok sebanding dari populasi umum 1, 3
- Metode ini menghindari kebutuhan informasi akurat tentang penyebab kematian dengan mengestimasi kelebihan mortalitas 1
- Dapat memberikan estimasi yang lebih akurat untuk kanker tertentu, terutama ketika tabel kehidupan yang sesuai tidak tersedia 3
Periode Analisis untuk Estimasi Terkini
- Period analysis memberikan estimasi survival jangka panjang yang lebih up-to-date dibanding metode kohort tradisional 2
- Analisis database SEER 1973-1998 dengan period analysis menunjukkan estimasi 5-year, 10-year, 15-year, dan 20-year relative survival masing-masing 1%, 7%, 11%, dan 11% lebih tinggi dibanding analisis kohort konvensional 2
- Deteksi tepat waktu dari perbaikan survival jangka panjang membantu mencegah klinisi dan pasien dari ekspektasi survival yang ketinggalan zaman dan terlalu pesimistis 2
Peringatan Penting dalam Interpretasi
- Hanya 13% dari artikel survival 5-tahun benar-benar mengikuti pasien selama 5 tahun penuh - survival yang diproyeksikan menggunakan metode Kaplan-Meier adalah estimasi aktuarial, bukan observasi langsung 5
- Relative survival dapat underestimate untuk kanker rongga mulut/faring dan paru/bronkus karena ketidaksesuaian antara populasi dengan penyakit ini dan populasi yang digunakan untuk tabel kehidupan 3
- Relative survival dapat overestimate untuk kanker payudara pada pasien usia >65 tahun (107.5% untuk kulit putih, 106.6% untuk kulit hitam) dibanding cause-specific survival (98.6% dan 97.4%) 3
- Perbedaan sosio-ekonomi dalam estimasi relative survival dapat tampak diinflasi dibanding metode cause-specific survival 3