Penyebab Ulcerative Esophagitis dengan LES Kompeten
Pada pasien dengan ulcerative esophagitis dan LES yang kompeten, penyebab utama yang harus dipertimbangkan adalah infeksi (terutama pada pasien immunocompromised), penyakit autoimun/dermatologis, penyakit inflamasi usus (Crohn's disease), dan cedera obat-induced, bukan GERD.1, 2
Penyebab Infeksi
Infeksi esofagus merupakan penyebab penting ulcerative esophagitis ketika LES kompeten, terutama pada pasien dengan gangguan imunitas:2, 3
- Candida esophagitis - paling sering, menunjukkan plak putih dengan peningkatan adhesi barium2, 4, 5
- Herpes simplex virus (HSV) - menyebabkan ulkus superfisial, terutama pada pasien immunocompromised2, 4
- Cytomegalovirus (CMV) - menyebabkan ulserasi dalam pada pasien immunocompromised2, 4
- HIV-associated idiopathic ulcers - terlihat spesifik pada pasien HIV-positif2
Faktor risiko infeksi termasuk penggunaan antibiotik dan steroid, kemoterapi, terapi radiasi, keganasan, dan sindrom imunodefisiensi.3, 5
Penyakit Dermatologis dengan Keterlibatan Esofagus
Kondisi dermatologis dapat menyebabkan ulcerative esophagitis bahkan tanpa manifestasi kulit:1, 2
- Pemphigus vulgaris (PV) - menunjukkan eritema, garis longitudinal merah, erosi, lepuh, dan/atau ulkus; diagnosis dikonfirmasi dengan direct immunofluorescence (DIF) positif untuk deposisi IgG dan C31, 2
- Esophageal lichen planus (ELP) - dapat terjadi secara terisolasi tanpa keterlibatan kulit (33% kasus); menunjukkan mukosa pucat edematous dengan pengelupasan, eksudat putih tebal, dan striktur multipel terutama di esofagus proksimal dan tengah1, 2
Penyakit Autoimun dan Sistemik
Beberapa kondisi autoimun dapat menyebabkan ulserasi esofagus dengan LES yang kompeten:1, 2
- Crohn's disease esofagus - jarang pada dewasa, menunjukkan ulserasi mukosa esofagus superfisial atau dalam pada pasien dengan penyakit aktif di multiple sites; granuloma terlihat secara histologis1, 2
- Eosinophilic esophagitis (EoE) - infiltrasi eosinofilik dengan rings, eksudat, furrows, dan striktur1, 2
- Lymphocytic esophagitis - kondisi immune-mediated yang memerlukan evaluasi lebih lanjut1, 2
- Hypereosinophilic syndromes (HES) dan eosinophilic granulomatosis with polyangiitis (EGPA) - dapat menyebabkan infiltrasi eosinofilik jaringan esofagus1, 2
Cedera Drug-Induced
Ulkus esofagus drug-induced merupakan penyebab signifikan (22.7% dari kasus ulkus esofagus), dengan ukuran rata-rata 2.92 cm dan cenderung berlokasi di mid-esophagus (86.2% kasus).6
Pendekatan Diagnostik
Untuk menegakkan diagnosis definitif:2, 4
- Endoskopi dengan biopsi adalah gold standard untuk sebagian besar kondisi infeksi dan inflamasi2, 4
- Biphasic esophagram mencapai sensitivitas tertinggi (88%) untuk mendeteksi esofagitis4
- Direct immunofluorescence (DIF) diagnostik untuk kondisi dermatologis seperti pemphigus vulgaris1, 2
- High-resolution esophageal manometry penting untuk mengevaluasi gangguan motilitas2, 4
Peringatan Penting
Jika gejala tidak membaik setelah terapi untuk esofagitis infeksi, evaluasi untuk infeksi refrakter atau sumber tambahan disfungsi esofagus dan imunologis harus dilakukan.1 Pada pasien immunocompromised, barium staining difus dapat mengindikasikan infeksi oportunistik yang memerlukan diagnosis dan pengobatan segera.4