Antibiotik Terbaik untuk Tifoid
Azithromycin 500 mg sekali sehari selama 7-14 hari adalah antibiotik pilihan utama untuk demam tifoid pada orang dewasa, terutama mengingat resistensi fluoroquinolone yang meluas di wilayah endemik. 1, 2
Dosis yang Direkomendasikan
- Dewasa: Azithromycin 500 mg sekali sehari selama 7-14 hari 1, 2
- Anak-anak: Azithromycin 20 mg/kg/hari (maksimum 1g/hari) selama 7-14 hari 1, 2
Mengapa Azithromycin Lebih Unggul dari Fluoroquinolone
Azithromycin menunjukkan keunggulan klinis yang signifikan dibandingkan pilihan lain:
- Risiko kegagalan klinis lebih rendah: Azithromycin memiliki risiko kegagalan pengobatan yang jauh lebih rendah (OR 0.48) dibandingkan fluoroquinolone 1, 2
- Lama rawat inap lebih singkat: Pasien yang diobati dengan azithromycin memiliki lama rawat inap sekitar 1 hari lebih pendek (mean difference -1.04 hari) 1
- Risiko relaps sangat rendah: Azithromycin menunjukkan risiko relaps yang dramatis lebih rendah (OR 0.09) dibandingkan ceftriaxone 1, 2
- Resistensi fluoroquinolone sangat tinggi: Lebih dari 70% isolat S. typhi dari Asia Selatan resisten terhadap fluoroquinolone, dengan tingkat resistensi mencapai 96% di beberapa wilayah 1, 2
Algoritma Pengobatan Berdasarkan Tingkat Keparahan
Tifoid Tanpa Komplikasi
- Mulai dengan azithromycin 500 mg sekali sehari per oral selama 7-14 hari 1, 2
- Ambil kultur darah sebelum memulai antibiotik jika memungkinkan, karena memiliki hasil tertinggi dalam minggu pertama gejala 1, 2
- Demam diharapkan mereda dalam 4-5 hari setelah terapi yang tepat 1, 2
Kasus Berat atau Sepsis
- Pertimbangkan ceftriaxone IV 1-2g sekali sehari untuk 5-7 hari pada dewasa, atau 50-80 mg/kg/hari (maksimum 2g/hari) pada anak-anak 2, 3
- Mulai terapi antimikroba spektrum luas segera setelah pengambilan kultur darah pada pasien dengan tanda sepsis 2, 3
- Beralih ke terapi oral ketika kondisi klinis membaik 3
Kesalahan Kritis yang Harus Dihindari
- Jangan gunakan ciprofloxacin secara empiris untuk kasus yang berasal dari Asia Selatan/Tenggara - resistensi hampir universal di wilayah ini 1, 2, 3
- Jangan hentikan antibiotik terlalu dini - selesaikan kursus penuh 7-14 hari bahkan jika demam mereda lebih awal, karena relaps terjadi pada 10-15% kasus yang tidak diobati dengan adekuat 1, 2
- Hindari cefixime sebagai terapi lini pertama - memiliki tingkat kegagalan pengobatan terdokumentasi 4-37.6% dan memerlukan test-of-cure wajib pada 1 minggu jika digunakan 2
Kapan Fluoroquinolone Masih Dapat Dipertimbangkan
Ciprofloxacin atau ofloxacin hanya boleh digunakan ketika:
- Kerentanan dikonfirmasi melalui kultur dan uji sensitivitas yang menunjukkan kerentanan terhadap fluoroquinolone 3, 4
- Kasus BUKAN berasal dari Asia Selatan atau Tenggara 2, 3
- Dosis ciprofloxacin untuk tifoid: 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari 4
Namun, label FDA untuk ciprofloxacin mencantumkan tifoid sebagai indikasi, tetapi pedoman terkini menekankan bahwa resistensi telah membuat fluoroquinolone tidak lagi menjadi pilihan empiris yang tepat 4
Pemantauan dan Respons yang Diharapkan
- Demam harus mereda dalam 4-5 hari setelah terapi antibiotik yang tepat 1, 2, 3
- Pantau efek samping azithromycin yang umum: mual, muntah, nyeri perut, dan diare 1, 2
- Waspadai interaksi obat potensial dengan azithromycin, terutama obat yang memperpanjang interval QT 1, 2
- Selesaikan kursus antibiotik penuh untuk mencegah relaps 1, 2
Penanganan Komplikasi
- Perforasi usus terjadi pada 10-15% pasien ketika durasi penyakit melebihi 2 minggu 1, 2
- Memerlukan intervensi bedah segera dengan eksisi sederhana dan penutupan, berhasil pada hingga 88.2% kasus 1, 2
Pertimbangan Resistensi
Selalu pertimbangkan pola resistensi lokal saat memilih terapi empiris, karena ini bervariasi secara geografis dan berubah seiring waktu. 1, 2, 3 Penelitian historis menunjukkan bahwa ciprofloxacin pernah sangat efektif dengan tingkat kesembuhan 100% 5, 6, tetapi resistensi yang meluas sekarang membuat azithromycin menjadi pilihan yang lebih unggul untuk penggunaan empiris.