What antibiotic is recommended for a patient with typhoid fever complicated by ulcerative esophagitis for in-hospital treatment?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 31, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Antibiotik untuk Pasien Tifoid dengan Esofagitis Ulseratif di Rumah Sakit

Untuk pasien tifoid yang dirawat di rumah sakit dengan komplikasi esofagitis ulseratif, azithromycin 500 mg sekali sehari selama 7-14 hari adalah pilihan lini pertama, atau ceftriaxone 1-2 g IV sekali sehari selama 5-7 hari untuk kasus yang memerlukan terapi parenteral. 1, 2, 3

Algoritma Pemilihan Antibiotik

Pilihan Lini Pertama: Azithromycin

  • Azithromycin 500 mg sekali sehari selama 7-14 hari adalah terapi pilihan utama, terutama mengingat tingginya resistensi fluoroquinolone di Asia Selatan (>70%) 1, 2, 3
  • Azithromycin menunjukkan hasil superior dengan risiko kegagalan klinis lebih rendah (OR 0.48) dibandingkan fluoroquinolone 2, 3
  • Lama rawat inap lebih singkat sekitar 1 hari dengan azithromycin (MD -1.04 hari) 3
  • Risiko relaps dramatis lebih rendah dengan azithromycin (OR 0.09) dibandingkan ceftriaxone 2, 3

Pilihan Alternatif: Ceftriaxone untuk Terapi Parenteral

  • Ceftriaxone 1-2 g IV/IM sekali sehari selama 5-7 hari direkomendasikan untuk kasus berat yang memerlukan terapi parenteral 1, 2, 3
  • Ceftriaxone efektif dengan respon klinis cepat, dengan demam mereda dalam rata-rata 4 hari 4, 5
  • Durasi terapi 5-7 hari ceftriaxone terbukti adekuat untuk kesembuhan 4, 5, 6
  • Setelah perbaikan klinis dengan terapi IV, dapat dilakukan transisi ke azithromycin oral 1

Pertimbangan Khusus untuk Esofagitis Ulseratif

Mengapa Kombinasi Ini Optimal

  • Esofagitis ulseratif memerlukan antibiotik yang dapat diberikan parenteral pada fase awal karena kemungkinan kesulitan menelan dan absorpsi oral yang terganggu
  • Ceftriaxone IV memberikan konsentrasi jaringan yang tinggi dan dapat diberikan sekali sehari, memudahkan pemberian 4
  • Setelah esofagitis membaik dan pasien dapat menelan, transisi ke azithromycin oral dapat dilakukan untuk melengkapi terapi 1

Protokol Pemberian

  1. Fase awal (hari 1-3): Ceftriaxone 2 g IV sekali sehari 1, 2
  2. Evaluasi kemampuan menelan dan perbaikan esofagitis
  3. Fase lanjutan: Jika pasien dapat menelan, transisi ke azithromycin 500 mg oral sekali sehari untuk melengkapi total 7-14 hari terapi 1, 2

Monitoring dan Respons yang Diharapkan

Evaluasi Klinis

  • Demam harus mereda dalam 4-5 hari setelah terapi antibiotik yang tepat 1, 2, 3
  • Jika tidak ada respons pada hari ke-5, pertimbangkan resistensi atau diagnosis alternatif 3
  • Kultur darah harus diambil sebelum memulai antibiotik jika memungkinkan, dengan hasil tertinggi dalam minggu pertama onset gejala 1, 2, 3

Efek Samping yang Perlu Dimonitor

  • Efek samping azithromycin yang umum: mual, muntah, nyeri abdomen, dan diare 1, 2, 3
  • Perhatikan interaksi obat dengan azithromycin, terutama obat yang memperpanjang interval QT 1, 2
  • Ceftriaxone umumnya ditoleransi dengan baik dengan efek samping minimal 4, 5

Kesalahan yang Harus Dihindari

Jangan Gunakan Ciprofloxacin Secara Empiris

  • Jangan pernah menggunakan ciprofloxacin secara empiris untuk kasus dari Asia Selatan/Tenggara karena resistensi hampir universal (mendekati 96% di beberapa wilayah) 2, 3
  • Fluoroquinolone hanya boleh digunakan jika sensitivitas dikonfirmasi melalui kultur 3

Jangan Hentikan Antibiotik Terlalu Dini

  • Lengkapi kursus antibiotik penuh 7-14 hari bahkan jika demam mereda lebih awal, karena relaps terjadi pada 10-15% kasus yang tidak diobati secara adekuat 1, 2, 3
  • Penghentian dini meningkatkan risiko relaps dan kegagalan terapi 1, 2

Hindari Cefixime sebagai Lini Pertama

  • Cefixime memiliki tingkat kegagalan terapi 4-37.6% dan tidak boleh digunakan sebagai lini pertama 3
  • Jika cefixime harus digunakan, test-of-cure wajib dilakukan pada minggu ke-1 3

Manajemen Komplikasi

Perforasi Intestinal

  • Perforasi intestinal terjadi pada 10-15% pasien ketika durasi penyakit melebihi 2 minggu 1, 2, 3
  • Memerlukan intervensi bedah segera dengan eksisi sederhana dan penutupan, berhasil pada hingga 88.2% kasus 1, 2, 3
  • Jangan tunda intervensi bedah jika terjadi perforasi 1

Esofagitis Ulseratif Spesifik

  • Berikan terapi suportif untuk esofagitis: inhibitor pompa proton, diet lunak/cair sesuai toleransi
  • Monitor kemampuan menelan sebelum transisi ke terapi oral
  • Pertimbangkan nutrisi parenteral jika intake oral sangat terbatas

Durasi Terapi yang Optimal

  • Total durasi terapi 7-14 hari tergantung respons klinis 1, 2, 3
  • Untuk kasus dengan komplikasi seperti esofagitis ulseratif, pertimbangkan durasi lebih mendekati 14 hari 1, 2
  • Ceftriaxone dapat diberikan selama 5-7 hari diikuti azithromycin untuk melengkapi total 10-14 hari 1, 4, 5

References

Guideline

Treatment for Patients with Significant Typhoid Titers

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Management of Typhoid Fever

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Management of Typhoid Fever

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Ceftriaxone therapy in bacteremic typhoid fever.

Antimicrobial agents and chemotherapy, 1985

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.