Dosis Kalsium untuk Hipokalsemia pada Pasien Dewasa
Untuk hipokalsemia simptomatik akut pada dewasa, berikan kalsium glukonat 1-2 g (10-20 mL larutan 10%) secara intravena perlahan selama 10-20 menit, atau kalsium klorida 1-2 g (10-20 mL larutan 10%) untuk koreksi lebih cepat. 1
Hipokalsemia Akut Simptomatik
Pemberian Intravena:
- Kalsium glukonat: 1-2 g (setara dengan 10-20 mL larutan 10%) diberikan secara IV perlahan, tidak melebihi kecepatan 200 mg/menit 1
- Kalsium klorida: Lebih disukai untuk pasien kritis karena mengandung lebih banyak kalsium elemental (270 mg per 10 mL) dibandingkan kalsium glukonat (90 mg per 10 mL) 2
- Encerkan dalam dekstrosa 5% atau NaCl 0.9% hingga konsentrasi 10-50 mg/mL sebelum pemberian 1
- Monitor EKG dan tanda vital selama pemberian 1
Peringatan Penting:
- Koreksi hipomagnesemia TERLEBIH DAHULU dengan magnesium sulfat 1-2 g IV bolus, karena hipokalsemia tidak dapat dikoreksi tanpa magnesium yang adekuat 2
- Hipomagnesemia ditemukan pada 28% pasien hipokalsemia 2
Hipokalsemia Kronik atau Asimptomatik
Suplementasi Oral:
- Kalsium karbonat: 1-2 g tiga kali sehari (dosis total kalsium elemental maksimal 2.000 mg/hari) 3, 2
- Kalsium karbonat adalah pilihan utama karena kandungan kalsium elemental tinggi dan biaya rendah 2, 4
- Berikan bersama makanan untuk absorpsi optimal 4
- Kalsium sitrat: Alternatif untuk pasien dengan aklorhidria atau yang menggunakan penghambat pompa proton, dapat diminum tanpa makanan 2, 4
- Batasi dosis individual maksimal 500 mg kalsium elemental per kali minum untuk optimalisasi absorpsi 2, 4
Vitamin D:
- Vitamin D3 600-800 IU/hari untuk hipokalsemia ringan 2
- Kalsitriol 0.5-0.75 μg/hari untuk dewasa dengan hipokalsemia sedang-berat atau hipoparatiroidisme 3, 5
- Alfakalsidol 0.75-1.5 μg/hari sebagai alternatif 3
Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronik
Batasan Khusus:
- Total asupan kalsium elemental (diet + suplemen) TIDAK boleh melebihi 2.000 mg/hari 3, 2
- Kalsium elemental dari pengikat fosfat berbasis kalsium tidak boleh melebihi 1.500 mg/hari 2
- Target kalsium serum terkoreksi: 8.4-9.5 mg/dL (2.10-2.37 mmol/L), di ujung bawah rentang normal 3, 2
- Jangan gunakan pengikat fosfat berbasis kalsium jika kalsium serum terkoreksi >10.2 mg/dL 3, 2
- Produk kalsium-fosfat harus <55 mg²/dL² 3, 2
Untuk Pasien Hemodialisis:
- Konsentrasi kalsium dialisat 1.5-2.0 mEq/L (0.75-1.0 mmol/L) untuk keseimbangan kalsium netral 2
- Konsentrasi lebih tinggi (3.0-3.5 mEq/L) diperlukan jika PTH meningkat atau pada hemodialisis intensif 2
Monitoring
Hipokalsemia Akut:
- Ukur kalsium serum setiap 4-6 jam selama infusi intermiten 1
- Ukur kalsium serum setiap 1-4 jam selama infusi kontinyu 1
- Monitor EKG kontinyu untuk deteksi perpanjangan QT dan aritmia 2
Hipokalsemia Kronik:
- Ukur kalsium terkoreksi dan fosfat setiap 3 bulan pada pasien PGK 3, 2
- Monitor kalsium terionisasi, magnesium, PTH, dan kreatinin secara teratur 3, 2
Peringatan Kritis
- Jangan campur kalsium glukonat dengan seftriakson (risiko presipitasi fatal), bikarbonat, atau fosfat 1
- Hindari koreksi berlebihan yang dapat menyebabkan hiperkalsemia iatrogenik, batu ginjal, dan gagal ginjal 2
- Hati-hati saat fosfat tinggi karena risiko presipitasi kalsium-fosfat di jaringan 2
- Berikan melalui jalur IV yang aman untuk menghindari kalsinosis kutis dan nekrosis jaringan 1