Ya, Suplemen Kalsium Dapat Digunakan untuk Mengobati Hipokalsemia
Suplemen kalsium merupakan terapi lini pertama yang efektif untuk hipokalsemia, baik dalam bentuk intravena untuk kasus akut simptomatik maupun oral untuk manajemen kronis. 1, 2
Terapi Akut untuk Hipokalsemia Simptomatik
Untuk pasien dengan gejala akut atau kalsium <7.5 mg/dL, berikan kalsium glukonat 50-100 mg/kg IV secara perlahan dengan monitoring EKG kontinyu. 1
Pilihan Preparat Intravena:
- Kalsium glukonat adalah agen pilihan untuk pemberian IV, mengandung 90 mg kalsium elemental per 10 mL larutan 10% 1, 3
- Kalsium klorida lebih disukai pada disfungsi hati, mengandung 270 mg kalsium elemental per 10 mL larutan 10% 1, 4
- Kalsium klorida juga direkomendasikan oleh Critical Care society sebagai agen pilihan untuk koreksi segera pada hipokalsemia simptomatik 2
Langkah Kritis Sebelum Pemberian Kalsium:
Selalu periksa dan koreksi hipomagnesemia terlebih dahulu - hipokalsemia tidak dapat dikoreksi secara adekuat tanpa magnesium yang cukup. 1, 2
- Hipomagnesemia ditemukan pada 28% pasien hipokalsemia 2
- Magnesium diperlukan untuk sekresi PTH dan respons end-organ terhadap PTH 2
- Berikan magnesium sulfat 1-2 g IV bolus segera untuk pasien simptomatik dengan hipomagnesemia bersamaan, diikuti dengan penggantian kalsium 2
Terapi Kronis untuk Hipokalsemia
Kalsium karbonat oral (1-2 g tiga kali sehari) dikombinasi dengan vitamin D adalah dasar manajemen kronis, dengan total asupan kalsium elemental tidak melebihi 2,000 mg/hari. 1, 2
Pemilihan Preparat Oral:
- Kalsium karbonat adalah formulasi pilihan, mengandung 40% kalsium elemental 1, 2
- Dosis awal 1-2 g tiga kali sehari untuk hipokalsemia berat 1
- Batasi dosis individual hingga 500 mg kalsium elemental untuk optimalisasi absorpsi 2
- Bagi dosis sepanjang hari untuk meningkatkan absorpsi dan meminimalkan efek samping gastrointestinal 2
Suplementasi Vitamin D Bersamaan:
- Suplementasi vitamin D direkomendasikan untuk pasien dengan kadar 25-hydroxyvitamin D <30 ng/mL 1, 2
- Kalsium dan vitamin D bersama-sama lebih efektif daripada salah satu agen saja 2
- Metabolit vitamin D aktif (calcitriol) dicadangkan untuk kasus yang lebih berat atau refrakter 1
Target dan Monitoring Terapi
Target Kadar Kalsium:
- Pertahankan kalsium serum dalam kisaran rendah-normal (8.4-9.5 mg/dL) untuk meminimalkan risiko hiperkalsiuria 1, 2
- Pada pasien CKD stadium 5, pertahankan kalsium di ujung bawah kisaran normal 1, 2
Jadwal Monitoring:
- Periksa kalsium serum dan fosfor dalam 1 minggu setelah memulai terapi atau penyesuaian dosis 1, 5
- Monitor setiap 3 bulan selama manajemen kronis 1, 5
- Jaga produk kalsium-fosfor <55 mg²/dL² 1, 5
Peringatan Kritis dan Kontraindikasi
Risiko Overkoreksi:
Overkoreksi hipokalsemia dapat menyebabkan hiperkalsemia iatrogenik, batu ginjal, nefrokalsinosis, dan gagal ginjal. 1, 5, 2
- Monitor hiperkalsiuria, terutama dengan terapi kombinasi kalsium dan vitamin D 1
Kontraindikasi Relatif:
- Jangan gunakan pengikat fosfat berbasis kalsium ketika kalsium terkoreksi >10.2 mg/dL 2
- Hindari pada pasien dengan kadar PTH plasma <150 pg/mL pada 2 pengukuran berturut-turut 2
- Gunakan dengan hati-hati ketika kadar fosfat tinggi karena risiko presipitasi kalsium fosfat dalam jaringan 2
Pertimbangan Khusus:
- Hindari pemberian kalsium melalui jalur yang sama dengan natrium bikarbonat 2
- Pada pasien dengan sindrom delesi 22q11.2,80% memiliki riwayat hipokalsemia seumur hidup dan memerlukan suplementasi harian 1, 2
- Pasien harus diedukasi untuk menghindari alkohol dan minuman berkarbonasi yang dapat memperburuk hipokalsemia 1, 2
Populasi Khusus: Pasien CKD
Untuk pasien dialisis dengan hipokalsemia:
- Kalsium karbonat efektif dan berbasis bukti untuk mengobati hipokalsemia kronis 2
- Kalsium elemental dari pengikat fosfat berbasis kalsium tidak boleh melebihi 1,500 mg/hari 2
- Konsentrasi kalsium dialisat dapat disesuaikan (hingga 3.5 mEq/L) untuk mentransfer kalsium ke pasien 2
- Paradigma KDIGO 2025 bergeser menjauh dari hipokalsemia permisif karena risiko hipokalsemia berat (7-9% pada pasien dengan calcimimetics) 2