What is the appropriate management and treatment for a patient suspected of having measles-induced encephalitis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 1, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Gejala Ensefalitis Virus pada Measles

Ensefalitis measles memerlukan rawat inap segera dengan akses ke unit perawatan intensif untuk perlindungan jalan napas, dukungan ventilasi, dan manajemen peningkatan tekanan intrakranial. 1

Gejala Klinis yang Harus Diwaspadai

Gejala Neurologis Utama

  • Penurunan kesadaran merupakan tanda bahaya yang memerlukan penilaian mendesak oleh tim ICU 2, 1
  • Kejang fokal persisten yang dapat dimulai 2-7 bulan setelah onset measles akut, terutama pada pasien immunocompromised 3
  • Gangguan bicara (slurred speech) yang muncul bersamaan dengan kejang 3
  • Ensefalopati terjadi pada hampir 50% pasien measles yang memerlukan perawatan intensif 4

Gejala Awal yang Tidak Spesifik

  • Gejala awal ensefalitis measles sering tidak spesifik dan dapat keliru dianggap sebagai infeksi sistemik, menyebabkan keterlambatan diagnosis 5
  • Gangguan perilaku yang sering terjadi pada pasien dengan ensefalitis akut 2

Evaluasi Diagnostik Mendesak

Pencitraan Otak

  • CT scan kepala harus dilakukan segera sebelum pungsi lumbal untuk menilai edema serebral dan perdarahan intrakranial, terutama pada pasien dengan penurunan kesadaran 1
  • MRI otak lebih disukai daripada CT scan karena dapat mendeteksi lesi di substantia alba atau sinyal tinggi di hippocampus bilateral, yang terlihat pada sekitar 60% kasus 1

Pemeriksaan Cairan Serebrospinal

  • Pungsi lumbal harus mencakup: tekanan pembukaan, glukosa CSF dan serum, protein CSF, kultur mikrobiologi (2x), PCR virologis, laktat, dan pertimbangkan oligoclonal bands 1
  • Pemeriksaan CSF rutin, EEG, dan pengukuran antibodi measles dalam serum dan CSF tidak selalu membantu dalam diagnosis ensefalitis measles 3

Pemeriksaan Jaringan Otak

  • Pemeriksaan histologis dan PCR jaringan otak diperlukan untuk diagnosis dini ensefalitis measles subakut, terutama pada pasien immunocompromised 3
  • Deteksi antigen virus measles di jaringan otak terbukti berguna dalam menegakkan diagnosis 3, 6

Konsultasi Spesialis

  • Penilaian spesialis neurologi harus dilakukan dalam 24 jam pertama setelah masuk rumah sakit, karena keterlambatan inisiasi perawatan suportif agresif berhubungan dengan prognosis yang lebih buruk 1
  • Manajemen memerlukan tim multidisiplin termasuk neurolog, spesialis penyakit infeksi, ahli virologi, neurofisiologi, neuroradiologi, dan staf perawatan intensif 2, 7

Terapi dan Manajemen

Perawatan Suportif (Prioritas Utama)

  • CDC merekomendasikan untuk TIDAK menggunakan kortikosteroid, interferon alfa-2a, ribavirin, minocycline, atau antivirus lainnya secara rutin untuk ensefalitis measles, karena uji klinis terkontrol tidak menunjukkan perbaikan outcome klinis 1
  • Acyclovir hanya efektif untuk ensefalitis HSV dan VZV, BUKAN untuk virus measles 1
  • Koreksi ketidakseimbangan elektrolit, terutama hiponatremia yang umum terjadi pada pasien ini 1, 8

Pertimbangan Khusus untuk Pasien Immunocompromised

  • Pada kasus subakut measles encephalitis pada pasien immunocompromised, ribavirin intravena mungkin efektif jika diberikan dini berdasarkan laporan kasus 3
  • Satu pasien dengan leukemia yang diobati dini dengan ribavirin selama 15 minggu mengalami pemulihan, sementara pasien HIV yang diobati terlambat meninggal 3
  • Namun, ini bukan rekomendasi standar dan hanya pertimbangan pada kasus tertentu 3

Manajemen Komplikasi

  • Ventilasi mekanis harus menggunakan tekanan inspirasi dan fraksi oksigen terendah yang mungkin, sambil menerima tekanan oksigen arteri kurang dari 60 mmHg untuk mengurangi risiko ARDS dan pneumotoraks 4
  • Antibiotik harus dimulai dini pada pasien measles yang memerlukan perawatan intensif karena bakteremia sekunder merupakan komplikasi awal dan menonjol 4

Monitoring dan Follow-up

  • Monitoring status neurologis secara teratur untuk menilai respons terapi 1, 8
  • Semua pasien memerlukan penilaian rehabilitasi sebelum pulang, karena sekuele neurologis atau psikiatrik mungkin tidak langsung terlihat saat pulang 1, 7
  • Monitor komplikasi jangka panjang termasuk kecemasan, depresi, dan masalah perilaku 1, 7

Pencegahan

  • WHO merekomendasikan vaksinasi measles sebagai satu-satunya strategi pencegahan efektif untuk ensefalitis measles dan subacute sclerosing panencephalitis (SSPE) 1
  • Vaksinasi tidak meningkatkan risiko SSPE bahkan pada individu yang sebelumnya terinfeksi measles 1

Peringatan Penting

  • Ensefalitis measles memiliki tingkat kematian 20-30% dan 30-50% survivor mengalami sekuele neurologis atau psikiatrik jangka panjang 7
  • Pasien tidak boleh dipulangkan tanpa diagnosis definitif atau tersangka, dan harus ada pengaturan follow-up rawat jalan dengan rencana terapi dan rehabilitasi berkelanjutan 2, 1
  • Transfer ke unit neurologi direkomendasikan jika diagnosis tidak cepat ditegakkan atau pasien gagal membaik dengan terapi 2, 8

References

Guideline

Management of Measles Encephalitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Measles-induced encephalitis.

QJM : monthly journal of the Association of Physicians, 2015

Guideline

Management of Dengue Encephalitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Treatment Protocol for Wernicke's Encephalopathy

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.