Gejala Ensefalitis Virus pada Measles
Ensefalitis measles memerlukan rawat inap segera dengan akses ke unit perawatan intensif untuk perlindungan jalan napas, dukungan ventilasi, dan manajemen peningkatan tekanan intrakranial. 1
Gejala Klinis yang Harus Diwaspadai
Gejala Neurologis Utama
- Penurunan kesadaran merupakan tanda bahaya yang memerlukan penilaian mendesak oleh tim ICU 2, 1
- Kejang fokal persisten yang dapat dimulai 2-7 bulan setelah onset measles akut, terutama pada pasien immunocompromised 3
- Gangguan bicara (slurred speech) yang muncul bersamaan dengan kejang 3
- Ensefalopati terjadi pada hampir 50% pasien measles yang memerlukan perawatan intensif 4
Gejala Awal yang Tidak Spesifik
- Gejala awal ensefalitis measles sering tidak spesifik dan dapat keliru dianggap sebagai infeksi sistemik, menyebabkan keterlambatan diagnosis 5
- Gangguan perilaku yang sering terjadi pada pasien dengan ensefalitis akut 2
Evaluasi Diagnostik Mendesak
Pencitraan Otak
- CT scan kepala harus dilakukan segera sebelum pungsi lumbal untuk menilai edema serebral dan perdarahan intrakranial, terutama pada pasien dengan penurunan kesadaran 1
- MRI otak lebih disukai daripada CT scan karena dapat mendeteksi lesi di substantia alba atau sinyal tinggi di hippocampus bilateral, yang terlihat pada sekitar 60% kasus 1
Pemeriksaan Cairan Serebrospinal
- Pungsi lumbal harus mencakup: tekanan pembukaan, glukosa CSF dan serum, protein CSF, kultur mikrobiologi (2x), PCR virologis, laktat, dan pertimbangkan oligoclonal bands 1
- Pemeriksaan CSF rutin, EEG, dan pengukuran antibodi measles dalam serum dan CSF tidak selalu membantu dalam diagnosis ensefalitis measles 3
Pemeriksaan Jaringan Otak
- Pemeriksaan histologis dan PCR jaringan otak diperlukan untuk diagnosis dini ensefalitis measles subakut, terutama pada pasien immunocompromised 3
- Deteksi antigen virus measles di jaringan otak terbukti berguna dalam menegakkan diagnosis 3, 6
Konsultasi Spesialis
- Penilaian spesialis neurologi harus dilakukan dalam 24 jam pertama setelah masuk rumah sakit, karena keterlambatan inisiasi perawatan suportif agresif berhubungan dengan prognosis yang lebih buruk 1
- Manajemen memerlukan tim multidisiplin termasuk neurolog, spesialis penyakit infeksi, ahli virologi, neurofisiologi, neuroradiologi, dan staf perawatan intensif 2, 7
Terapi dan Manajemen
Perawatan Suportif (Prioritas Utama)
- CDC merekomendasikan untuk TIDAK menggunakan kortikosteroid, interferon alfa-2a, ribavirin, minocycline, atau antivirus lainnya secara rutin untuk ensefalitis measles, karena uji klinis terkontrol tidak menunjukkan perbaikan outcome klinis 1
- Acyclovir hanya efektif untuk ensefalitis HSV dan VZV, BUKAN untuk virus measles 1
- Koreksi ketidakseimbangan elektrolit, terutama hiponatremia yang umum terjadi pada pasien ini 1, 8
Pertimbangan Khusus untuk Pasien Immunocompromised
- Pada kasus subakut measles encephalitis pada pasien immunocompromised, ribavirin intravena mungkin efektif jika diberikan dini berdasarkan laporan kasus 3
- Satu pasien dengan leukemia yang diobati dini dengan ribavirin selama 15 minggu mengalami pemulihan, sementara pasien HIV yang diobati terlambat meninggal 3
- Namun, ini bukan rekomendasi standar dan hanya pertimbangan pada kasus tertentu 3
Manajemen Komplikasi
- Ventilasi mekanis harus menggunakan tekanan inspirasi dan fraksi oksigen terendah yang mungkin, sambil menerima tekanan oksigen arteri kurang dari 60 mmHg untuk mengurangi risiko ARDS dan pneumotoraks 4
- Antibiotik harus dimulai dini pada pasien measles yang memerlukan perawatan intensif karena bakteremia sekunder merupakan komplikasi awal dan menonjol 4
Monitoring dan Follow-up
- Monitoring status neurologis secara teratur untuk menilai respons terapi 1, 8
- Semua pasien memerlukan penilaian rehabilitasi sebelum pulang, karena sekuele neurologis atau psikiatrik mungkin tidak langsung terlihat saat pulang 1, 7
- Monitor komplikasi jangka panjang termasuk kecemasan, depresi, dan masalah perilaku 1, 7
Pencegahan
- WHO merekomendasikan vaksinasi measles sebagai satu-satunya strategi pencegahan efektif untuk ensefalitis measles dan subacute sclerosing panencephalitis (SSPE) 1
- Vaksinasi tidak meningkatkan risiko SSPE bahkan pada individu yang sebelumnya terinfeksi measles 1
Peringatan Penting
- Ensefalitis measles memiliki tingkat kematian 20-30% dan 30-50% survivor mengalami sekuele neurologis atau psikiatrik jangka panjang 7
- Pasien tidak boleh dipulangkan tanpa diagnosis definitif atau tersangka, dan harus ada pengaturan follow-up rawat jalan dengan rencana terapi dan rehabilitasi berkelanjutan 2, 1
- Transfer ke unit neurologi direkomendasikan jika diagnosis tidak cepat ditegakkan atau pasien gagal membaik dengan terapi 2, 8