How effective is High Flow Nasal Cannula (HFNC) in managing cardiogenic pulmonary edema?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 1, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Efektivitas High Flow Nasal Cannula dalam Edema Paru Kardiogenik

HFNC efektif sebagai terapi oksigen awal untuk edema paru kardiogenik akut, dengan kemampuan menurunkan laju pernapasan dan memperbaiki parameter respirasi dalam 30-60 menit pertama, meskipun CPAP dengan helmet tetap lebih superior dalam memperbaiki parameter hemodinamik dan respirasi jangka pendek. 1, 2, 3

Rekomendasi Berdasarkan Pedoman Klinis

Pedoman European Society of Cardiology (2005) menetapkan bahwa CPAP dan NIPPV adalah terapi lini pertama untuk edema paru kardiogenik sebelum intubasi endotrakeal, dengan bukti kuat mengurangi kebutuhan intubasi 4. Namun, HFNC telah muncul sebagai alternatif yang layak berdasarkan bukti terkini.

Bukti Efektivitas HFNC pada Edema Paru Kardiogenik

Perbaikan Parameter Respirasi

  • Laju pernapasan: HFNC menurunkan laju pernapasan secara signifikan dalam 60 menit pertama (21.8 vs 25.1 napas/menit dibanding terapi oksigen konvensional, perbedaan 3.3 napas/menit) 1
  • Oksigenasi: Perbaikan signifikan parameter gas darah arteri tercapai dalam 30 menit pertama terapi HFNC 2
  • Klirens laktat: HFNC menunjukkan perbaikan klirens laktat yang lebih baik dibanding terapi oksigen konvensional 2

Perbandingan dengan Modalitas Lain

HFNC vs Terapi Oksigen Konvensional:

  • HFNC lebih efektif menurunkan keparahan dispnea dalam jam pertama pengobatan 1
  • Tidak ada perbedaan signifikan dalam angka rawat inap, lama tinggal di IGD/rumah sakit, kebutuhan ventilasi non-invasif, intubasi, atau mortalitas 1

HFNC vs Helmet CPAP:

  • Helmet CPAP lebih superior dibanding HFNC dalam menurunkan laju pernapasan (-12 vs -9, p<0.001) 3
  • Helmet CPAP menghasilkan penurunan heart rate yang lebih besar (-20 vs -15, p=0.042) 3
  • Helmet CPAP memberikan perbaikan rasio P/F yang lebih baik (+149 vs +120, p=0.003) 3
  • Helmet CPAP lebih efektif menurunkan skor HACOR dan skala dispnea 3
  • Tidak ada perbedaan dalam angka intubasi antara kedua modalitas 3

Algoritma Penggunaan HFNC untuk Edema Paru Kardiogenik

Setting Awal

  • Flow rate: Mulai dengan 40-50 L/menit, dapat ditingkatkan hingga 60 L/menit 5, 6
  • FiO2: Titrasi untuk mencapai SpO2 ≥94% 5
  • Suhu: 34-37°C sesuai kenyamanan pasien 5

Monitoring dalam 30-60 Menit Pertama

  • Laju pernapasan: Harus menurun dari baseline 1, 2
  • Parameter gas darah: Evaluasi perbaikan PaCO2 dan pH 7
  • Saturasi oksigen: Pertahankan SpO2 ≥94% 5
  • Tanda kerja napas: Penurunan penggunaan otot bantu napas 5

Kriteria Eskalasi Terapi

Pertimbangkan eskalasi ke CPAP/NIPPV atau intubasi jika:

  • Tidak ada perbaikan parameter gas darah dalam 30 menit 2
  • Laju pernapasan tetap tinggi atau meningkat setelah 1 jam 1
  • FiO2 >60% pada flow maksimal (60 L/menit) dengan distres respirasi persisten 6
  • Tanda kelelahan otot respirasi (penurunan laju napas dengan hiperkapnia dan penurunan kesadaran) 4

Pertimbangan Khusus untuk Hiperkapnia

Pada edema paru kardiogenik dengan hiperkapnia akut:

  • HFNC dapat menurunkan PaCO2 dalam 1 jam pertama (median 7 mmHg) 7
  • Efektivitas HFNC sebanding dengan NIV dalam memperbaiki PaCO2, pH, dan parameter respirasi 7
  • Target SpO2 yang lebih rendah (88-92%) tidak diperlukan pada hiperkapnia kardiogenik, berbeda dengan COPD 5

Mekanisme Kerja HFNC

HFNC memberikan manfaat melalui beberapa mekanisme 4:

  • Menghasilkan tekanan positif jalan napas sekitar 7 cm H2O pada flow 50 L/menit 4, 6
  • Meningkatkan FiO2 yang konsisten 4
  • Membersihkan dead space anatomis dan CO2 4
  • Mengurangi kerja napas 4
  • Kenyamanan pasien yang lebih baik dibanding masker 4

Peringatan dan Keterbatasan

Kontraindikasi Relatif

  • Pasien dengan kelelahan otot respirasi berat memerlukan intubasi segera, bukan HFNC 4
  • Pasien dengan hipotensi berat atau syok kardiogenik memerlukan stabilisasi hemodinamik terlebih dahulu 4

Pitfall yang Harus Dihindari

  • Flow rate tidak adekuat: Memulai dengan flow <40 L/menit dapat mengurangi efek PEEP dan pembersihan dead space 6
  • Eskalasi terlambat: Menunda intubasi pada pasien yang tidak respons dalam 30-60 menit dapat memperburuk outcome 6, 2
  • Oksigen berlebihan: Titrasi FiO2 secara hati-hati untuk menghindari toksisitas oksigen 5
  • Interface tidak pas: Kebocoran udara mengurangi efektivitas terapi 5

Posisi HFNC dalam Algoritma Terapi

Berdasarkan bukti terkini, hierarki terapi untuk edema paru kardiogenik akut adalah:

  1. Lini pertama: Helmet CPAP atau NIPPV (rekomendasi pedoman ESC dan bukti superioritas) 4, 3
  2. Alternatif yang dapat diterima: HFNC jika CPAP/NIPPV tidak tersedia atau tidak ditoleransi 1, 2, 7
  3. Eskalasi: Intubasi endotrakeal jika tidak ada respons terhadap terapi non-invasif 4

HFNC paling bermanfaat sebagai terapi bridge atau alternatif ketika CPAP/NIPPV tidak tersedia, tidak ditoleransi, atau sebagai terapi de-eskalasi setelah perbaikan awal dengan CPAP. 3, 7

Related Questions

What is the best management approach for a patient with a new HIV diagnosis, presenting with fever, productive cough, shortness of breath, pleuritic chest pain, and chest tightness, currently on high-flow nasal cannula oxygen therapy?
What is the management approach for a patient with acute pulmonary edema, considering their past medical history and potential comorbidities such as heart disease and renal failure?
What is the best initial oxygen therapy for a patient with acute exacerbation of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) with hypoxemia, hypercapnia, and acidosis, who has already received nebulizers (Nebs), Short-Acting Beta Agonists (SABA), Short-Acting Muscarinic Antagonists (SAMA), and antibiotics (ABX)?
Can High Flow Nasal Cannula (HFNC) be used for long-term oxygen therapy, such as a year or more?
What questions should I ask and physical examination findings should I look for in a 3-year-old female patient currently on High Flow Nasal Cannula (HFNC) at 1L/kg with 25% Fraction of Inspired Oxygen (FiO2)?
Is it safe to use propofol (2,6-diisopropylphenol) in a pregnant woman during her first trimester?
What is the cardinal symptom of acute kidney injury (AKI)?
What is the treatment and management approach for a patient suspected of having Nipah virus infection?
How many days should acenocoumarol be suspended before surgery and central venous catheter installation?
What information should be given to the parents of a child with symptoms suggestive of bronchial asthma, whose episodes worsen during upper respiratory tract infections, and has a normal chest X-ray (CXR)?
What information should be given to the parents of a child with symptoms suggestive of bronchial asthma, whose episodes worsen during upper respiratory tract infections, and has a normal chest X-ray (CXR)?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.