Vaskulitis pada Meningitis Bakterial: Penggunaan Aspilet (Aspirin)
Pada pasien dengan meningitis bakterial yang mengalami vaskulitis, prioritas utama adalah mengobati infeksi yang mendasari dengan antibiotik yang tepat, bukan memberikan aspirin. Pedoman dari American Heart Association/American Stroke Association secara eksplisit menyatakan bahwa pengobatan etiologi infeksi adalah indikasi utama untuk mengurangi risiko stroke pada vaskulitis infeksius seperti meningitis bakterial 1.
Prinsip Pengobatan Utama
Terapi antibiotik segera adalah prioritas absolut dan harus diberikan sesegera mungkin setelah diagnosis meningitis bakterial dicurigai, idealnya dalam 1 jam pertama jika ada tanda sepsis berat 1. Meningitis bakterial adalah kedaruratan neurologis yang memerlukan tindakan cepat 1.
Terapi Adjuvan yang Direkomendasikan: Deksametason, Bukan Aspirin
Deksametason adalah terapi adjuvan yang terbukti efektif untuk meningitis bakterial dengan vaskulitis, bukan aspirin. Pedoman dari Infectious Diseases Society of America dan American Academy of Pediatrics merekomendasikan 2, 3, 4:
- Dewasa: Deksametason 10 mg IV setiap 6 jam selama 4 hari 2, 3
- Anak: Deksametason 0,15 mg/kg IV setiap 6 jam selama 2-4 hari 2, 3, 4
- Waktu pemberian kritis: 10-20 menit sebelum atau bersamaan dengan dosis antibiotik pertama 2, 3, 4
Mekanisme Manfaat Deksametason pada Vaskulitis
Deksametason bekerja dengan 2, 3:
- Mengurangi respons inflamasi di ruang subaraknoid yang merupakan kontributor utama morbiditas dan mortalitas 2, 3
- Menurunkan edema serebral dan tekanan intrakranial 2, 3
- Mengurangi vaskulitis serebral 2, 3
- Mencegah cedera neuronal yang dimediasi sitokin pro-inflamasi 2, 3
Bukti Klinis untuk Steroid pada Vaskulitis Meningitis
Beberapa laporan kasus menunjukkan keberhasilan terapi steroid dosis tinggi pada vaskulitis yang terkait meningitis bakterial 5, 6, 7, 8:
- Seorang pasien berusia 83 tahun dengan meningitis bakterial dan vaskulitis menunjukkan perbaikan setelah terapi pulse steroid 5
- Anak 5 tahun dengan meningitis pneumokokus dan vaskulitis berhasil diobati dengan metilprednisolon dosis tinggi bersamaan dengan antibiotik tanpa sekuele neurologis 6
- Pasien dengan vaskulitis persisten pasca-meningitis pneumokokus menunjukkan perbaikan klinis dan radiologis setelah pemberian kortikosteroid yang tertunda 7, 8
Tidak Ada Bukti untuk Aspirin pada Meningitis Bakterial
Tidak ada pedoman atau bukti yang mendukung penggunaan aspirin (aspilet) untuk vaskulitis pada meningitis bakterial. Pedoman dari American Heart Association hanya merekomendasikan aspirin untuk vaskulopati HIV (bukan meningitis bakterial), di mana aspirin harian dikombinasikan dengan terapi antiretroviral 1.
Pedoman UK Joint Specialist Societies bahkan menyatakan bahwa pasien yang mengonsumsi aspirin tidak perlu menunda lumbal pungsi, menunjukkan bahwa aspirin bukan bagian dari protokol pengobatan standar untuk meningitis 1.
Algoritma Pengobatan yang Direkomendasikan
- Segera berikan antibiotik empiris sesuai usia dan faktor risiko pasien 1, 9
- Berikan deksametason 10 mg IV (dewasa) atau 0,15 mg/kg IV (anak) 10-20 menit sebelum atau bersamaan dengan antibiotik pertama 2, 3, 4
- Lanjutkan deksametason setiap 6 jam selama 4 hari (dewasa) atau 2-4 hari (anak) 2, 3, 4
- Jika vaskulitis persisten atau simptomatik setelah 48 jam terapi adekuat, pertimbangkan steroid dosis tinggi (pulse therapy) 6, 7, 8
- Jangan berikan aspirin sebagai terapi untuk vaskulitis meningitis bakterial
Peringatan Penting
- Jangan tunda antibiotik untuk memberikan deksametason - keduanya dapat diberikan bersamaan 4
- Hentikan deksametason jika Listeria teridentifikasi, karena dapat meningkatkan mortalitas 4
- Manfaat deksametason terbesar pada meningitis pneumokokus dan H. influenzae 2, 3
- Vaskulitis parainfeksius dapat merespons terapi kortikosteroid bahkan jika diberikan terlambat 7, 8