Cilostazol Dapat Diberikan Bersama Aspirin pada Pasien dengan Riwayat Infark Medula Oblongata
Ya, cilostazol dapat diberikan bersama aspirin untuk pasien dengan riwayat infark medula oblongata, dengan profil keamanan yang baik dan potensi manfaat tambahan dalam pencegahan stroke berulang. Kombinasi ini telah dipelajari secara ekstensif dalam populasi Asia dan menunjukkan tidak ada peningkatan risiko perdarahan yang signifikan dibandingkan terapi antiplatelet tunggal.1
Bukti Keamanan Kombinasi Cilostazol-Aspirin
Beberapa uji klinis acak (RCT) telah meneliti kombinasi cilostazol 200 mg/hari dengan aspirin pada pasien dengan stenosis arteri intrakranial simptomatik (ICAS), yang merupakan penyebab umum infark di sirkulasi posterior termasuk medula oblongata.1
Studi TOSS-1 dan TOSS-2 menemukan bahwa cilostazol plus aspirin sama amannya dengan aspirin tunggal atau kombinasi clopidogrel plus aspirin.1
Studi CATHARSIS melaporkan bahwa kombinasi cilostazol dan aspirin superior terhadap aspirin tunggal untuk pencegahan endpoint sekunder gabungan dari semua kejadian vaskular dan infark otak silent baru (10,7% versus 25%; P=0,04).1
Analisis subgrup dari studi CSPS menunjukkan bahwa pasien dengan ICAS yang menerima cilostazol plus aspirin atau clopidogrel memiliki angka stroke yang lebih rendah dibandingkan dengan monoterapi (4% versus 9,2%; HR, 0,47 [95% CI, 0,23–0,95]).1
Profil Keamanan Perdarahan
Penelitian menunjukkan bahwa cilostazol tidak meningkatkan waktu perdarahan ketika diberikan sendiri, berbeda dengan aspirin atau clopidogrel yang secara signifikan meningkatkan waktu perdarahan.2
Ketika cilostazol ditambahkan ke regimen aspirin/clopidogrel, tidak ada perpanjangan waktu perdarahan lebih lanjut yang diamati, menunjukkan profil keamanan yang baik.2
Studi CSPS 2 menunjukkan bahwa cilostazol dikaitkan dengan lebih sedikit kejadian hemoragik dibandingkan aspirin (0,77% versus 1,78%; HR 0,458,95% CI 0,296-0,711; p=0,0004).3
Dosis dan Pertimbangan Praktis
Dosis yang direkomendasikan: Cilostazol 100 mg dua kali sehari dikombinasikan dengan aspirin, dengan dosis aspirin tidak melebihi 150 mg/hari ketika digunakan dalam kombinasi.1
Onset manfaat muncul setelah 60-90 hari pengobatan, konsisten dengan efek pleiotropik cilostazol pada agregasi platelet, remodeling vaskular, aliran darah, dan lipid plasma.4
Peringatan dan Kontraindikasi Penting
Kontraindikasi absolut: Cilostazol dikontraindikasikan pada pasien dengan gagal jantung kongestif dari tingkat keparahan apapun, karena obat dengan efek farmakologis penghambat fosfodiesterase III telah menyebabkan penurunan kelangsungan hidup pada pasien dengan gagal jantung kelas III-IV.5
Efek samping yang perlu dimonitor: Sakit kepala (terjadi pada hingga 25% pasien dalam dua minggu pertama), pusing, palpitasi, takikardia, dan gejala gastrointestinal dapat menyebabkan penghentian obat pada sekitar 6% pasien.4, 3
Cilostazol dapat menyebabkan takiaritmia dan hipotensi, dan dapat memperburuk angina pektoris atau infark miokard pada pasien dengan penyakit jantung iskemik.6
Algoritma Penggunaan untuk Pasien Anda
Konfirmasi tidak ada gagal jantung: Pastikan pasien tidak memiliki gagal jantung kongestif dari tingkat keparahan apapun sebelum memulai cilostazol.5
Mulai dengan cilostazol 100 mg dua kali sehari ditambah aspirin 81-150 mg sekali sehari.1
Monitor efek samping dalam 2 minggu pertama: Perhatikan khususnya sakit kepala, palpitasi, dan gejala gastrointestinal.4, 3
Evaluasi respons setelah 60-90 hari: Manfaat penuh mungkin tidak terlihat sampai periode ini.4
Pertimbangkan pemeriksaan hitung platelet dan sel darah putih secara berkala.6
Catatan Khusus untuk Populasi Non-Asia
Perlu dicatat bahwa sebagian besar studi dilakukan pada populasi Asia, dan banyak yang tidak tersamar (unblinded).1
Meskipun demikian, mekanisme aksi cilostazol yang berbeda dari aspirin (penghambat fosfodiesterase versus penghambat siklooksigenase) memberikan dasar farmakologis yang kuat untuk efek komplementer tanpa risiko perdarahan aditif.6, 2