Dosis Octreotide untuk Berbagai Indikasi
Dosis octreotide bervariasi berdasarkan indikasi klinis, dengan dosis awal 50-100 mcg subkutan tiga kali sehari untuk sindrom karsinoid dan akromegali, 200-300 mcg/hari untuk VIPoma, dan 500 mcg tiga kali sehari untuk diare refrakter kemoterapi. 1
Tumor Karsinoid dan Sindrom Karsinoid
Formulasi Kerja Pendek (Immediate-Release)
- Dosis awal yang direkomendasikan adalah 100-600 mcg/hari dalam 2-4 dosis terbagi subkutan selama 2 minggu pertama terapi, dengan dosis harian rata-rata 300 mcg 1
- Dosis pemeliharaan median adalah sekitar 450 mcg/hari, namun beberapa pasien memerlukan dosis serendah 50 mcg hingga setinggi 1500 mcg/hari 1
- Pengalaman dengan dosis di atas 750 mcg/hari masih terbatas 1
Formulasi Long-Acting Release (LAR)
- Dosis standar LAR adalah 20-30 mg intramuskular setiap 4 minggu untuk terapi pemeliharaan 2, 3, 4
- Kadar terapeutik tidak tercapai hingga 10-14 hari setelah injeksi LAR pertama, sehingga octreotide subkutan kerja pendek (150-250 mcg tiga kali sehari) harus dilanjutkan selama 2 minggu pertama 2, 3, 5
- Untuk gejala breakthrough atau gejala refrakter, tambahkan octreotide subkutan 150-250 mcg tiga kali sehari hingga maksimal 1 mg/hari 3
- Dosis dan frekuensi dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan untuk kontrol gejala, termasuk peningkatan hingga 60 mg setiap bulan atau memperpendek interval menjadi setiap 3 minggu 2, 3
Pencegahan Krisis Karsinoid
- Untuk pencegahan krisis karsinoid perioperatif, berikan octreotide intravena 50 mcg/jam dimulai 12 jam sebelum prosedur, selama prosedur, dan 24-48 jam setelahnya 3, 5
- Dalam situasi darurat seperti krisis karsinoid, dapat diberikan bolus cepat intravena 1
Tumor Peptida Vasoaktif Intestinal (VIPoma)
- Dosis awal yang direkomendasikan adalah 200-300 mcg/hari dalam 2-4 dosis terbagi subkutan selama 2 minggu pertama 3, 1
- Rentang dosis pemeliharaan adalah 150-750 mcg/hari, disesuaikan berdasarkan kontrol gejala dan kadar VIP 3, 5, 1
- Dosis di atas 450 mcg/hari biasanya tidak diperlukan 1
- Pasien dengan VIPoma sering merespons secara dramatis bahkan dengan dosis kecil somatostatin analog dengan penghentian diare 3
Akromegali
- Dosis awal yang direkomendasikan adalah 50 mcg subkutan tiga kali sehari 1
- Titrasi dosis berdasarkan kadar GH dan IGF-1 setiap 2 minggu setelah memulai terapi atau dengan perubahan dosis 1
- Dosis paling umum adalah 100 mcg tiga kali sehari (300 mcg/hari total), namun beberapa pasien memerlukan hingga 500 mcg tiga kali sehari 1
- Dosis lebih dari 300 mcg/hari jarang menghasilkan manfaat biokimia tambahan 1
- Setelah stabil dengan dosis subkutan, dapat beralih ke formulasi LAR untuk terapi jangka panjang 3
Diare Akibat Kemoterapi
- Loperamide adalah terapi lini pertama dengan dosis 2 mg setiap 2 jam dan 4 mg setiap 4 jam pada malam hari 2, 3
- Untuk diare refrakter loperamide, octreotide 500 mcg tiga kali sehari subkutan direkomendasikan 2, 3
- Efikasi lebih tinggi telah ditunjukkan dengan 500 mcg tiga kali sehari dibandingkan 100 mcg tiga kali sehari (tingkat resolusi 90% vs 61%) 3
- Titrasi dosis ke atas hingga gejala terkontrol, dengan dosis hingga 2500 mcg tiga kali sehari dilaporkan efektif 3, 6
- Hanya gunakan setelah penyebab infeksi diare telah disingkirkan 2
Diare Akibat Radioterapi
- Pendekatan serupa dengan diare akibat kemoterapi, dengan octreotide 500 mcg tiga kali sehari untuk kasus refrakter loperamide 3
Pertimbangan Penting dan Peringatan
Monitoring yang Diperlukan
- Pantau kadar glukosa secara ketat, terutama selama titrasi dosis, karena octreotide dapat menyebabkan hipoglikemia maupun hiperglikemia (sekitar 15% pasien mengalami hiperglikemia ringan) 5
- Pantau fungsi tiroid secara berkala karena hipotiroidisme dapat terjadi 1
- Pantau kadar vitamin larut lemak (A dan D) selama terapi kronis karena dapat terjadi malabsorpsi 5
- Untuk sindrom karsinoid, pantau 5-HIAA urin, serotonin plasma, atau Substance P plasma untuk memantau kemajuan terapi 1
- Untuk VIPoma, pengukuran VIP plasma berguna untuk memantau kemajuan terapi 1
Komplikasi yang Perlu Diwaspadai
- Kolelitiasis dan komplikasinya dapat terjadi; pantau secara berkala dan hentikan jika komplikasi dicurigai 1
- Abnormalitas fungsi jantung termasuk bradikardia, aritmia, atau gangguan konduksi dapat terjadi; pertimbangkan monitoring jantung pada pasien yang menerima octreotide intravena 1
- Untuk pasien dengan sindrom karsinoid yang memiliki tanda/gejala penyakit jantung atau merencanakan operasi besar, konsultasi kardiologi dan ekokardiogram harus dipertimbangkan 4
Peringatan Khusus
- Octreotide profilaksis (150 mcg dua kali sehari) menunjukkan hasil yang mengecewakan dalam mencegah diare akibat kemoterapi 3
- Untuk insulinoma, hanya 50-60% memiliki reseptor somatostatin sehingga octreotide sering tidak efektif; diazoxide (200-600 mg oral harian) lebih disukai 3
- Untuk gastrinoma, proton pump inhibitor adalah terapi lini pertama; somatostatin analog hanya digunakan pada kasus refrakter 3
- Hentikan octreotide setidaknya 24 jam sebelum setiap dosis lutetium Lu 177 dotatate 1
Pertimbangan Praktis Administrasi
- Nyeri dengan pemberian subkutan dapat dikurangi dengan menggunakan volume terkecil yang akan memberikan dosis yang diinginkan 1
- Rotasi tempat injeksi secara sistematis 1
- Octreotide dapat diberikan secara intravena dengan diencerkan dalam volume 50-200 mL dan diinfuskan selama 15-30 menit, atau diberikan IV push selama 3 menit 1
- Kadar octreotide plasma dapat menurun seiring waktu pada pasien yang menerima terapi LAR jangka panjang, sehingga pengukuran serial dapat berguna untuk menentukan apakah peningkatan gejala atau pertumbuhan tumor terkait dengan kadar octreotide yang suboptimal 7