Is ibuprofen effective for treating occasional headaches in adults or adolescents?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 4, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Ibuprofen Lebih Baik daripada Paracetamol untuk Sakit Kepala

Ibuprofen adalah pilihan yang lebih efektif daripada paracetamol (acetaminophen) untuk mengobati sakit kepala, termasuk migrain dan sakit kepala tipe tegang. 1

Bukti Keunggulan Ibuprofen

Pedoman dari American Academy of Family Physicians/American College of Physicians menyatakan dengan jelas bahwa acetaminophen (paracetamol) sendiri tidak efektif untuk migrain, sementara ibuprofen adalah terapi lini pertama. 1

  • Ibuprofen 400 mg memberikan pereda nyeri kepala dalam 2 jam pada 57% pasien, dibandingkan hanya 25% dengan plasebo 2
  • Ibuprofen 400 mg memberikan kebebasan total dari nyeri (pain-free) pada 26% pasien dalam 2 jam, versus 12% dengan plasebo 2
  • Ibuprofen 200 mg juga efektif, dengan 52% pasien mengalami pereda nyeri dalam 2 jam versus 37% dengan plasebo 2

Rekomendasi Dosis

Untuk dewasa dan remaja, gunakan ibuprofen 400 mg setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan untuk sakit kepala. 1, 3

  • Dosis 400 mg lebih efektif daripada 200 mg untuk pereda nyeri 2 jam 2
  • Jangan melebihi dosis total harian 3200 mg 3
  • Formulasi larut (soluble) memberikan pereda lebih cepat pada 1 jam, meskipun tidak berbeda pada 2 jam 2

Untuk Anak-anak dan Remaja

American Academy of Neurology merekomendasikan ibuprofen dengan dosis sesuai berat badan sebagai pengobatan lini pertama untuk migrain pediatrik. 1, 4, 5

  • Ibuprofen lebih efektif dan lebih dapat ditoleransi daripada acetaminophen pada populasi pediatrik 6, 7
  • Untuk serangan ringan hingga sedang, ibuprofen harus menjadi pilihan pertama 6

Manfaat Tambahan Ibuprofen

Ibuprofen tidak hanya mengurangi nyeri kepala, tetapi juga gejala-gejala terkait migrain yang tidak diatasi oleh paracetamol. 2

  • Mengurangi fotofobia (sensitivitas cahaya) dengan peningkatan 30% dibanding plasebo 2
  • Mengurangi fonofobia (sensitivitas suara) dengan peningkatan 49% dibanding plasebo 2
  • Mengurangi mual dan muntah yang menyertai migrain 2
  • Mengurangi disabilitas fungsi dalam 2 jam 2

Peringatan Penting

Batasi penggunaan pengobatan akut maksimal 2 kali per minggu untuk mencegah sakit kepala akibat penggunaan berlebihan obat (medication overuse headache). 1

  • Jika memerlukan obat lebih sering, pertimbangkan terapi preventif 1, 4
  • Konsumsi ibuprofen dengan makanan atau susu jika terjadi keluhan gastrointestinal 3
  • Efek samping umumnya ringan dan sementara, terjadi pada tingkat yang sama dengan plasebo 2

Kapan Mempertimbangkan Alternatif

Jika ibuprofen tidak memberikan pereda yang cukup setelah 2 jam, pertimbangkan triptan (untuk remaja ≥12 tahun) atau kombinasi NSAID-triptan. 1, 6

  • Untuk remaja dengan migrain sedang hingga berat yang tidak responsif terhadap ibuprofen, sumatriptan atau zolmitriptan nasal spray adalah pilihan berikutnya 1, 4
  • Kombinasi sumatriptan-naproxen lebih efektif daripada monoterapi untuk serangan yang tidak responsif 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Ibuprofen with or without an antiemetic for acute migraine headaches in adults.

The Cochrane database of systematic reviews, 2010

Guideline

Pediatric Migraine Diagnosis and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Migraine Diagnosis and Management in Children

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Treating pediatric migraine: an expert opinion.

Expert opinion on pharmacotherapy, 2012

Research

Survey on treatments for primary headaches in 13 specialized juvenile Headache Centers: The first multicenter Italian study.

European journal of paediatric neurology : EJPN : official journal of the European Paediatric Neurology Society, 2017

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.