Terapi Hordeolum Pediatrik
Untuk pasien pediatrik dengan hordeolum akut internal, tidak ada terapi antibiotik utama yang terbukti efektif berdasarkan evidence-based medicine, dan kloramfenikol dapat digunakan sebagai pilihan empiris meskipun tanpa bukti kuat dari uji klinis terkontrol.
Keterbatasan Bukti Ilmiah
- Tidak ada uji klinis terkontrol yang mengevaluasi efektivitas intervensi non-bedah (termasuk antibiotik) untuk hordeolum internal akut 1, 2
- Sebagian besar literatur yang tersedia hanya berupa laporan kasus, serial kasus, atau rekomendasi berdasarkan pengalaman klinis yang dipublikasikan lebih dari 20 tahun lalu 1, 2
- Mayoritas referensi yang ditemukan membahas hordeolum eksternal (stye) atau hordeolum internal kronis, bukan hordeolum internal akut 1, 2
Pendekatan Terapi Praktis
Terapi Lini Pertama (Konservatif)
- Kompres hangat merupakan terapi suportif utama meskipun tanpa bukti dari RCT, karena banyak kasus hordeolum drainase spontan dan sembuh tanpa pengobatan 1, 2
- Observasi ketat untuk mendeteksi penyebaran inflamasi ke jaringan okular lain atau rekurensi 1, 2
Penggunaan Antibiotik Topikal
Kloramfenikol topikal dapat dipertimbangkan berdasarkan:
- Laporan kasus menunjukkan penggunaan salep antibiotik topikal kloramfenikol untuk hordeolum rekuren pada pasien dengan blefaritis kronis 3
- Kloramfenikol memiliki spektrum luas terhadap bakteri Gram-positif termasuk Staphylococcus aureus, yang merupakan patogen utama pada infeksi kelopak mata 4, 5
Pertimbangan Pemilihan Antibiotik Sistemik (Jika Diperlukan)
Jika infeksi menyebar atau tidak membaik dengan terapi konservatif:
Pilihan antibiotik oral untuk infeksi stafilokokus pada anak:
- Flukloksasilin (penicillinase-resistant penicillin) tetap menjadi pilihan utama untuk infeksi kulit stafilokokus 5
- Sefaleksin atau eritromisin sebagai alternatif cost-effective dengan spektrum lebih luas 5
- Amoxicillin-clavulanate dapat dipertimbangkan untuk infeksi kulit dan jaringan lunak pediatrik 4
Durasi terapi:
- Meskipun uji klinis umumnya menggunakan 10 hari, tidak ada bukti bahwa durasi ini lebih efektif dibanding 7 hari 5
Peringatan Penting
Kapan Harus Waspada
- Jika hordeolum internal akut tidak sembuh, dapat menjadi kronis atau berkembang menjadi kalazion 1, 2
- Inflamasi dapat menyebar ke kelenjar atau jaringan okular lain 1, 2
- Rekurensi sering terjadi dan memerlukan evaluasi untuk kondisi predisposisi seperti blefaritis kronis 3
Kontraindikasi Kloramfenikol
- Hindari penggunaan sistemik kloramfenikol pada anak karena risiko toksisitas sumsum tulang (aplastic anemia), meskipun risiko ini minimal dengan penggunaan topikal 6
- Kloramfenikol sistemik memerlukan monitoring konsentrasi serum terutama pada anak 6
Pitfall yang Harus Dihindari
- Jangan menunda drainase bedah jika terbentuk abses yang tidak drainase spontan
- Jangan menggunakan kortikosteroid tanpa antibiotik pada infeksi aktif
- Jangan mengabaikan kemungkinan MRSA pada kasus yang tidak respons terhadap terapi beta-laktam standar 5