What is the initial treatment for a pediatric patient with hordeolum, and is chloramphenicol a suitable option?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 4, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Terapi Hordeolum Pediatrik

Untuk pasien pediatrik dengan hordeolum akut internal, tidak ada terapi antibiotik utama yang terbukti efektif berdasarkan evidence-based medicine, dan kloramfenikol dapat digunakan sebagai pilihan empiris meskipun tanpa bukti kuat dari uji klinis terkontrol.

Keterbatasan Bukti Ilmiah

  • Tidak ada uji klinis terkontrol yang mengevaluasi efektivitas intervensi non-bedah (termasuk antibiotik) untuk hordeolum internal akut 1, 2
  • Sebagian besar literatur yang tersedia hanya berupa laporan kasus, serial kasus, atau rekomendasi berdasarkan pengalaman klinis yang dipublikasikan lebih dari 20 tahun lalu 1, 2
  • Mayoritas referensi yang ditemukan membahas hordeolum eksternal (stye) atau hordeolum internal kronis, bukan hordeolum internal akut 1, 2

Pendekatan Terapi Praktis

Terapi Lini Pertama (Konservatif)

  • Kompres hangat merupakan terapi suportif utama meskipun tanpa bukti dari RCT, karena banyak kasus hordeolum drainase spontan dan sembuh tanpa pengobatan 1, 2
  • Observasi ketat untuk mendeteksi penyebaran inflamasi ke jaringan okular lain atau rekurensi 1, 2

Penggunaan Antibiotik Topikal

Kloramfenikol topikal dapat dipertimbangkan berdasarkan:

  • Laporan kasus menunjukkan penggunaan salep antibiotik topikal kloramfenikol untuk hordeolum rekuren pada pasien dengan blefaritis kronis 3
  • Kloramfenikol memiliki spektrum luas terhadap bakteri Gram-positif termasuk Staphylococcus aureus, yang merupakan patogen utama pada infeksi kelopak mata 4, 5

Pertimbangan Pemilihan Antibiotik Sistemik (Jika Diperlukan)

Jika infeksi menyebar atau tidak membaik dengan terapi konservatif:

Pilihan antibiotik oral untuk infeksi stafilokokus pada anak:

  • Flukloksasilin (penicillinase-resistant penicillin) tetap menjadi pilihan utama untuk infeksi kulit stafilokokus 5
  • Sefaleksin atau eritromisin sebagai alternatif cost-effective dengan spektrum lebih luas 5
  • Amoxicillin-clavulanate dapat dipertimbangkan untuk infeksi kulit dan jaringan lunak pediatrik 4

Durasi terapi:

  • Meskipun uji klinis umumnya menggunakan 10 hari, tidak ada bukti bahwa durasi ini lebih efektif dibanding 7 hari 5

Peringatan Penting

Kapan Harus Waspada

  • Jika hordeolum internal akut tidak sembuh, dapat menjadi kronis atau berkembang menjadi kalazion 1, 2
  • Inflamasi dapat menyebar ke kelenjar atau jaringan okular lain 1, 2
  • Rekurensi sering terjadi dan memerlukan evaluasi untuk kondisi predisposisi seperti blefaritis kronis 3

Kontraindikasi Kloramfenikol

  • Hindari penggunaan sistemik kloramfenikol pada anak karena risiko toksisitas sumsum tulang (aplastic anemia), meskipun risiko ini minimal dengan penggunaan topikal 6
  • Kloramfenikol sistemik memerlukan monitoring konsentrasi serum terutama pada anak 6

Pitfall yang Harus Dihindari

  • Jangan menunda drainase bedah jika terbentuk abses yang tidak drainase spontan
  • Jangan menggunakan kortikosteroid tanpa antibiotik pada infeksi aktif
  • Jangan mengabaikan kemungkinan MRSA pada kasus yang tidak respons terhadap terapi beta-laktam standar 5

References

Research

Interventions for acute internal hordeolum.

The Cochrane database of systematic reviews, 2013

Research

Non-surgical interventions for acute internal hordeolum.

The Cochrane database of systematic reviews, 2017

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.